ANGGARAN RUMAH TANGGA

  1. I. PENDAHULUAN

  1. A. Latar belakang

Ilmu ekonomi adalah suatu studi ilmiah yang mengkaji bagaimana orang perorang dan kelompok-kelompok masyarakat menentukan pilihan. Manusia mempunyai keinginan yang tidak terbatas. Untuk memuaskan bermacam ragam keinginan tersebut, tersedia sumber daya yang dapat digunakan. Berbagai sumber daya ini tidak tersedia dengan bebas: karenanya sumber daya ini langka dan mempunyai kegunaan alternatif. Pilihan penggunaan dapat terjadi antara penggunaan sekarang (hari ini) dan penggunan hari esok (masa dapan). Karena itu, cakupan pilihan atas sumber daya tersebut menimbulkan pula biaya dan manfaat mengingat adanya biaya dan manfaat maka diperlukan pertimbangan dan efisiensi dalam penggunaan sumber daya.Setiap kegiatan pasti tidak lepas dari apa yang dinamakan dengan anggaran baik pendapatan maupun pengeluaran. Begitu juga dengan apa yang disebut rumah tangga baik perusahaan dalam kapasitas yang besar atau keluarga dalam kapasita yang kecil. Perusahaan ataupun keluarga merupakan suatu rumah tangga yang dimana didalamnya dilakukan berbagai kegiatan mulai dari kepemimpinan maupun dalam masalah anggaran yang digunakan untuk melakukan kegiatan tersebut. Keluarga atau bisa diartikan dengan sekelompok orang yang memiliki ikatan darah dan ikatan batin yang hidup bersama dalam satu atap yang merencanakan kehidupan dengan menata keuangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Secara garis besar seluruh kehidupan manusia dimuka bumi ini tidak lepas dari sesuatu yang disebut dengan pemenuhan kebutuhan hidup sehingga tak dapat disakal bahwa hukum permintaan dan   hukum  penawaran muncul akibat adanya permintaan barang dan jasa dari konsumen

Ilmu ekonomi dapat dibagi menurut pokok bahasanya dengan mengacu pada satuan ekonomi  dengan mengacu pada satuan ekonomi baik yang terdiri dari orang perorang (individu) atau yang terdiri dari perusahaan, dikenal sebagai ilmu ekonomi mikro (microeconomics). Dengan menelaah perekonomian secara agregat Pengeluaran konsumsi dilakukan untuk mempertahankan taraf hidup. Pada tingkat pndapatan rendah, pengeluaran konsumsi pertama-tama dibelanjakan untuk kebutuhan-kebutuhan pokok guna memenuhi kebutuhan jasmani. keseimbangan konsumen tercapai bila diperoleh kepuasan tertinggi untuk suatu tingkatan anggaran tertentu.

  1. B. Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukannya penelitian  PENDAPATAN DAN KONSUMSI RUMAH  TANGGA ini adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui jumlah pendapatan  rumah tangga setiap bulan Keluarga Bapak Tunggal
  2. Mengetahui jumlah konsumsi yang dikeluarkan oleh Keluarga Bapak Tunggal  setiap bulan
  3. Menentukan implikasi kebijakan dari pendapatan dan konsumsi rumah tangga yang diambil oleh Bapak Tunggal
  4. Melengkapi tugas mandiri mata kuliah Pengantar Ilmu ekonomi

  1. II. TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
    1. Tinjauan pustaka

Konsumsi adalah proses menggunakan dan menikmati barang-barang ekonomi dan jasa dalam kepuasan secara langsung atas keinginan manusia. Proses menggunakan barang dan jasa secar tidak langsung – yaitu dalam produksi- kadang-kadang dinyatakan sebagi konsumsi produktif  (James, 1956).

Studi tentang keluarga dan hubungan mereka dengan pembelian dan konsumsi adalah penting karena dua dasar : pertama, banyak produk dibeli oleh konsumen ganda yang bertindak sebagai unit keluarga. Kedua, bahkan ketika pembelian dibuat oleh individu bersankutan mungkin sangat ipengaruhi oleh anggota lain dalam keluarganya (Engel dkk, 1994)

Hukum Engel yakni dengan naiknya pendapatan, secara nisbi lebih sedikit diantara pendapatan tambahan itu yang dibelanjakan untuk berbagai jenis pangan. Dengan kata lain, secara nisbi lebih banyak bagian dari pendapatan tambahan tadi akan dibelanjakan untuk kebutuhan “bukan pangan”. (Sicat dan Arndt, 1991)

Dalam kehidupan sehari-hari tidak pernah ada keluarga menggunakan uang mereka dengan cara yang tepat sama. Walaupun demikian , angka-angka statistik menunjukan bahwa rata-rata terdapat pola keteraturan umum dalam cara orang mengalokasikan uang mereka untuk pembelian makanan, pakaian dan barag-barang pokok lainnya. (Samuelson & Nordhaus, 1985)

Rumah tangga konsumsi (individual/household) adalah meliputi semua individu-individu dan satuan-satuan keluarga yang merupakan konsumen dari barang (produk) yang dihasilkan. Masyarakat yang tinggal dirumah tangga konsumsi memerlukkan barang dan jasa yang dapat dibeli dari rumah tangga produksi melalui pasar barang dan jasa (Poli, 1997)

  1. Landasan teori

Ajaran ekonomi klasik atau disebut natural law, menghendaki adanya kebebasan dan pengembangan individualisme. Jika setiap orng diberi kebebasan untuk mengembangkan diri secara bebas untuk mengejar keinginan dan motif pribadinya, maka masyarakat secara keseluruhan akan mencapai kesejahteraan optimum.

Dalam suatu suatu rumah tangga atau keluarga ada yang melakukan kegiatan produksi untuk memperoleh pendapatan. Pendapatan tersebut digunakkan untuk memenuhi kbutuhan keluarga, dalam hal ini rumah tangga atau keluarga bertindak sebagai konsumen.

Beberapa hal yang menentukan tingkat konsumsi adalah :

  1. keadaan seseorang / pilihan individu
  2. Produksi Pangan
  3. Pilihan jenis baranng

Menurut JM.KEYNES mengemukakan pendapatnya sebagai berikut :

Semakin meningkat pendapatan maka jumlah barang yang dikonsumsi akan bertambahan tetapi tidak selalu parallel

  1. Setiap pendapatan akan terbagi antara konsumsi dan tabungan atau investasi
  2. Setiap ada peningkatan pendapatan jarang terjadi penurunan konsumsi maupun tabungan atau investasi.
  3. Dari ketiga pendapat JM. Keynes maka diperoleh hubungan antara pendapatan, konsumsi dan tabungan.

I

BEP                    S

P                                                                C

Y1         y2                    y3

Disebelah kiri BEP pendapatan (y1) orang akan mengambil tabungan (desaving). Apabila pendapatan lebih rendah lagi kecuali pengambilan tabungan untuk memenuhi konsumsi  yang masih ditambah hutang (Cr)

Disebelah kanan BEP

Pendapatan yang meningkat (y2) orang sudah mampu menabung (S). semakin meningkat pendapatan (y3) selainitu juga sebagai investasi

  1. III. HASIL PENELITIAN
    1. Pendapatan Rumah Tangga Keluarga Bapak Tunggal

Tabel 3.1 Rincian Pendapatan Keluarga Bapak Tunggal April 2005

Jenis Pendapatan Jenis Pekerjaan Pendapatan
Rupiah %
Pokok :

Bapak

Ibu

Sampingan :

Bapak

Ibu

Guru

Ibu Rumah Tangga

Kep Sek Swasta

-

1.850.000

2.750.000

Seluruhnya 4.600.000 100%

Sumber : Data Keluarga

Tabel 3.2. Jumlah Anggota Keluarga Bapak Tunggal

Anggota Keluarga Jumlah
Suami / Kepala Rumah Tangga Isteri

Anak

Kakek

1 orang

1 orang

4 orang

1 orang

Jumlah Anggota keluarga 7 orang
Jumlah Anggota yang makan dirumah 6 orang

Sumber : Data Keluarga

  1. Konsumsi  Rumah Tangga Keluarga Bapak Tunggal

Tabel 3.3. Jumlah Kebutuhan Pangan Keluarga Bapak Tunggal Bulan April

No. Jenis Pengeluaran Jumlah Persentase
Fisik Rupiah
1. Makanan Pokok
a. Beras 15 liter 48.000
2. Bahan Minuman
a. Gula Pasir 3×5900
b. Teh
c. Cokelat 1×1000
d. Susu Bubuk 2×36800, 1×18850
e. teh Celup 1000
3. Buah-buahan & Sayuran
a. Buah-buahan
- Pisang 6000
- Duku 15.000
- Semangka
-mentimun 2000
b. Sayuran
Kentang 2000
Tomat 1500
Cabe 4000,4000
Bawang merah 4000
Bawang putih 3500,
Kacang Panjang 2000
Daun Salam 500
Lengkuas 500
Terong 1500
Kol 2000
Daun Bayam 1000,1000
Wortel 2000
Toge / Tauge 1000
Rempah-rempah
Daging, Telur, Ikan
-  Daging ayam 1,1 10,12,
- Telur Ayam 5000,
- telur puyuh 2000
-ikan asin 2000,
4. Makanan & Minuman Jadi
Sayur Matang 130,25,20,70, 100,
Mie Instan 6×17000, 2×2100, 5×5000
Susu kental manis sachet 1000, 1000, 1500,
Susu Kental Manis kaleng 3×16800, 1×5500, 1×5150, 1×4900
Sate 1×15000, 1×5000, 1×5000, 1×5000, 1×5000,  1×10000,
Bakso 1×5000, 1×2500, 1×5000,

2×3500, 1×2000, 1×3000, 1×5000, 5×13000, 2×2500, 4×4000, 1×3000, 1×2500,

Nasi kuning 1×2000, 1,1,1,1, 1, 1, 1,1,1
Roti / Kue 1×500, 1×2500, 1×2500, 1×2500, 1×1000, 1×2000, 1×2500, 1×2500, 1×1500, 1×1500, 1×2500, 1×1000, 1×4500, 2×2500, 1×2000, 1×3500
Gado-gado 1×1500, 1×5000
Gorengan 3,5,2,3.5,5,
Teh Botol 1×1000, 1×1500, 1×1500, 1×1000,
Bakpau 1×1000
Siomay 1×1000
Rujak 1×1000, 1×1000,
Pop Ice 1×1000, 2×1000, 2×1000, 1×1000, 1×1000, 1×1000, 1×1000, 1×1000, 1×1000, 2×1000, 1×1000, 2×1000,
Kopi Instan 2500,
Agar- agar 1600,
Sate
Ultra Milk 1000, 3000
Es krim 4000
Ayam Goreng 2500
Fanta 2×2000, 1×1000, 1×1300
Es sekoteng
Aqua Gelas 500, 500,
Coklat Beng-beng 1000, 1000, 1000,
Wafer Tanggo 1000
Kerupuk 3000, 3000
Bubur ayam 1×4000, 1×1000, 2×1000, 1×1000, 1×3000,
Lepet 500,500
Baso Tusuk 1×1000, 1×2000, 1×1000, 1×1000,
Bubur Kacang Hijau 9000
Air Isi Ulang 7000
Premen 1000,300
Fried Chicken 10.000
Fruit Tea
Messes
Marimas 500
Mie ayam 6000, 2500
Snack Piatos 2000, 2000, 1000
5. Buah dan Biji Berminyak
Minyak goreng
Tempe dan tahu 2500
Minyak sayur 1500, 1500
6. Bahan Dapur
Garam 500,
Merica
Mecin 1500
Cuka 500
Santan Cair 3000

Bahan non PANGAN

No. Jenis pengeluaran Jumlah Persentase
Fisik Rupiah
Kebutuhan rutin
a. Bahan Bakar Dapur
Gas
Minyak Tanah 25 liter , 5 liter 26.500, 1300
b. bahan Transpor
Bensin 12500
Penerangan & Telepon
Rekening listrik 102.850
Korek api 4.700
Rekening telepon 89.425
Alat mandi & cuci
Sabun mandi 2,1.6,1.8,1.8, 5×7800,1×1700, 1×1400, 1×3100 1.8,
Pasta gigi 2150
Sikat gigi 2000
Shampoo 500, 8000
Sabun Cuci Piring 1×2500, 1×2500
Sabun Colek 1×1900, 1×200
Detergent 5×5000, 2×2000,
Kebutuhan insidentil
a. Pendidikan
Biaya sekolah
Biaya kuliah / kos
Foto copy 3000,
Penghapus 2000
Uang saku 2000, 2000, 3500, 2500, 2000, 3000, 3000, 3000, 3000, 7000, 5000, 2000,
Lem 1300
b. Pelayanan
1. kesehatan
Obtan-obatan 9000, 12000, 5000,
Jamu 1500,1000, 1000, 100.000, 3500, 3500
Minyak kayu putih 3500
Suplemen Kesehatan 1000
Madu
2. kemasyarakatan
Dana sosial
Sumbangan
Arisan 55.000
Lain-lain
Transportasi 1500,1500, 1500, 4000,
Kertas  Folio 3000
Rokok 15000
Baju 10.000
Poster 3500
  1. IV. KESIMPULAN DAN SARAN , IMPLIKASI KEBIJAKAN
  1. Kesimpulan
  2. Saran
  3. Implikasi kebijakan

Pendapatan dari sesorang terutama pendapatan tunggal dari seorang kepala keluarga yang menjadi tulang punggung kehidupan nmempengaruhi besarnya konsumsi dalam sebuah rumah tangga, seperti hukum  permintaan dan penawarn jika penwaran harga naik maka permintaan sedikit dan sebaliknya jika penawaran sedikit maka harga barangtyrun

DAFTAR PUSTAKA

Engel, James F, dkk. 1994. Perilaku Konsumen, Binarupa Aksara.  Jakarta.

James, Clifford L. 1956. Principles of Economics. Barnes & Noble, Inc. New york.

Poli, Carla. 1997. Pengantar Ilmu Ekonomi I. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Samuelson, Paul A. & William D Nordhaus. 1985. Ekonomi, Penterjemah Jaka Wasana,. Erlangga Jakarta

Sicat, Gerardo P & H.W. Arndt. 1991. Ilmu Ekonomi (untuk konteks Indonesia). Penterjemah Sumitro Djojohadikusumo. LP3ES Anggota IKAPI, Jakarta

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: