DISTORSI PESAN DALAM SEBUAH KOMUNIKASI

  1. PENDAHULUAN

Komunikasi adalah sebuah proses interaksi untuk berhubungan dari satu pihak ke pihak lainnya, yang pada awalnya berlangsung sangat sederhana dimulai dengan sejumlah ide-ide yang abstrak atau pikiran dalam otak seseorang untuk mencari data atau menyampaikan informasi yang kemudian dikemas menjadi sebentuk pesan untuk kemudian disampaikan secara langsung maupun tidak langsung menggunakan bahasa berbentuk kode visual, kode suara, atau kode tulisan

Setiap orang tak bisa menghindari komunikasi. Apapun yang kita lakukan, kita katakan, baik secara verbal atau non verbal akan dianggap sebagai pesan oleh orang lain. Orang lain selalu mencermati gerak-gerik kita, kata-kata kita, arah pandangan kita, dan menganggapnya sebagai simbol kondisi  kita, sebagai representasi dari apa yang kita pikirkan. Karena jelas –kecuali anda punya ilmu telepati—anda tak akan tahu secara persis apa yang orang lain pikirkan tentang anda. Yang bisa anda lakukan adalah mengamati apa yang orang lain lakukan, agar anda memperoleh sedikit gambaran, apa yang sedang orang lain pikirkan. Dengan mempelajari komunikasi, anda bisa melakukan prediksi itu secara lebih terorganisasi dan terstruktur. Anda juga bisa merekayasa pesan anda, sehingga anda bisa menampilkan diri anda di mata orang lain, sesuai kehendak anda

Namun, berkomunikasi bukan soal gampang. Ada banyak distorsi yang bisa terjadi dalam proses komunikasi. Susahnya lagi, pesan dalam komunikasi bersifat irreversibel. Sekali pesan itu anda kirim ke orang lain, efeknya tak bisa anda cabut begitu saja. Ada banyak kasus misinterpretasi pesan yang mengakibatkan efek yang tak bisa kita duga

  1. PEMBAHASAN

Komunikasi merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Ia inheren dalam dan sejalan dengan keberadaan manusia. Dari zaman purba sampai peradaban modern, manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Tingkat komunikasi juga mengalami perubahan yang signifikan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Salah  satu  definisi  komunikasi  organisasi  yang  ada  adalah  definisi komunikasi  menurut  Redding  dan  Sanborn.  Menurut  mereka,  komunikasi organisasi  merupakan proses pengiriman dan penerimaan informasi dalam sutau  organisasi  yang  kompleks,  meliputi  Komunikasi  internal  yang  terjadi diantara   orang-orang   yang   berada   didalam   suatu   organisasi   meliputi komunikasi  vertikal dari atas ke bawah (downward)  maupun komunikasi dari bawah ke atas (upward) dan komunikasi horisontal diantara orang-orang yang sama tingkatan otoritasnya dalam suatu organisasi. Selain itu, organisasi juga melakukan   komunikasi   eksternal   dengan publik-publik   eksternal   yang berkaitan  dengannya (Goldhaber, 993:12).  Komunikasi  tersebut  terjadi setiap hari dengan menggunakan berbagai media dan memiliki tujuan

Komunikasi bisa dilakukan diantara dua atau lebih tempat yang berdekatan atau pun berjauhan, komunikasi merupakan saling menyampaikan informasi untuk mencapai kepada tujuan yang diinginkan.

Karena kekompleksan dari sebuah komunikasi, maka Little John mengatakan, komunikasi adalah sesuatu yang sulit untuk didefinisikan. Sementara itu, menurut ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia, komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain, agar terjadi saling mempengaruhi di antara keduanya.

Gangguan (noise) dalam sebuah komunikasi dapat diartikan sebagai faktor-faktor eksternal maupun internal (psikologis) yang dapat mengganggu atau menghambat kelancaran proses komunikasi.

Ada dua macam gangguan: gangguan eksternal dan gangguan internal dan. Gangguan eksternal adalah berbagai gangguan yang berasal dari luar komunikator dan komunikan.  Gangguan ini dapat berupa suara gaduh, suhu udara yang panas, ada hal lain yang lebih menarik perhatian audiens, bau yang tidak sedap, udara yang terlalu dingin dan lain-lain.  Gangguan dari luar biasanya tidak banyak mengganggu media atau saluran komunikasi, sepanjang tingkat gangguan itu masih bisa ditoleransi. Akan tetapi gangguan yang lebih sulit untuk dikendalikan adalah gangguan internal. Gangguan ini berasal dari faktor-faktor psikologis. Misalnya rasa takut, kecewa, cemas, grogi atau gejolak emosi lainnya.  Sebagai contoh, anak yang baru saja pindah ke kelompok Sekolah Minggu Anda, biasanya dia akan menemui kesulitan di dalam menerima pesan yang Anda sampaikan.  Penyebabnya, karena dia merasa cemas sebagai anak baru. Dia merasa berada di dalam lingkungan yang masih asing. Dia tidak merasa aman, karena belum memiliki kenalam. Akibatnya, dia tidak bisa berkonsentrasi di dalam menyimak cerita Guru Sekolah Minggu.

Hambatan-hambatan komunikasi antara lain dapat terjadi karena Perbedaan Persepsi , Permasalahan Bahasa, Kurang mendengarkan, Perbedaan Emosional, Perbedaan Latarbelakang

Hambatan-hambatan yang terjadi dalam sebuah komunikasi dapat berupa antara lain:

  1. Hambatan dari Proses Komunikasi
  • Hambatan dari pengirim pesan, misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan, hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional sehingga mempengaruhi motivasi, yaitu mendorong seseorang untuk bertindak sesuai dengan keinginan, kebutuham atau kepentingan.
  • Hambatan dalam penyandian/symbol. Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu, simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit.
  • Hambatan media, adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi, misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan. Pada situasi pasca gempa tersebut jaringan listrik dan telekomunikasi terputus sehingga untuk menyampaikan dan menyalurkan pesan baik dari para korban kepada pemerintah/tim rekonstruksi maupun sebaliknya
  • Hambatan dalam bahasa sandi. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima
  • Hambatan dari penerima pesan, misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima / mendengarkan pesan, sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut.
  • Hambatan dalam memberikan balikan. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa adanya akan tetapi memberikan interpretatif, tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya.
  1. Hambatan Fisik

Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif, cuaca gangguan alat komunikasi, dan lain lain, misalnya: a) gangguan kesehatan karena banyak masyarakat menjadi korban baik luka berat maupun ringan akibat tertimpa reruntuhan serta kondisi mereka yang masih berada di tenda-tenda darurat sehingga keadaan fisik mereka tidak terjamin, b) sehubungan dengan teputusnya jaringan listrik dan telekomunikasi pasca gempa di beberapa wilayah di DIY-Jateng menyebabkan komunikasi terganggu

  1. Hambatan Semantik

Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadangkadang mempunyai arti mendua yang berbeda, tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan mdan penerima, dengan kata lain bahasa yang digunakan berbeda.

  1. Hambatan Psikologis

Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi. Dalam musibah misalnya, maka komunikan akan masih trauma dengan musibah yang menimpa mereka.

Untuk menetralkan gangguan dalam sebuah komunikasi, Shannon mengemukakan empat cara untuk menetralkankannya seperti berikut :

  1. Menambah kekuatan ( power ) dari signal. Misalnya kalau kita berbicara dengan seseorang di jalan yang suasananya hiruk pikuk, kita perlu memperkeras suara kita dalam berbicara supaya tidak diteln suara hiruk pikuk dan agar dapat didengar oleh lawan kita berbicara.
  2. Mengarahkan signal dengan persis. Seperti halnya dalam pembicaraan diatas, taktik lain yang bisa dipakai untuk mengatasi gangguan adalah berbicara dekat sekali dengan lawan berbicara sehingga suara kita itu dapat menetralkan gangguan suara lain.
  3. Menggunakan signal lain. Sebagai tambahan terhadap dasar pertama, dapat digunakan taktik lain untuk menetralisir gangguan yaitu dengan memperkuat pesan dengan signal lain misalnya, dengan gerakan kepala, gerakan badan, sentuhan, dan sebagainya.
  4. Redudansi. Redudansi dalam situasi yang normal kurang baik digunakan., tetapi dalam suasana yang hiruk pikuk pengulangan kata-kata kunci dalam pembicaraan perlu dilakukan untuk membantu memperjelas pesn yang disampaikan.
  1. PENUTUP

Komunikasi yang efektif sangat menentukan kelangsungan hidup dan kesehatan   suatu  organisasi.  Untuk  dapat   mengetahui  apakah  kegiatan komunikasi  yang sudah dijalankan  efektif atau  berhasil mencapai tujuan dan sasaran organisasi adalah dengan melakukan audit komunikasi.

Gangguan (noise) dalam sebuah komunikasi dapat diartikan sebagai faktor-faktor eksternal maupun internal (psikologis) yang dapat mengganggu atau menghambat kelancaran proses komunikasi.

Ada dua macam gangguan: gangguan eksternal dan gangguan internal dan. Gangguan eksternal adalah berbagai gangguan yang berasal dari luar komunikator dan komunikan dan gangguan internal. Gangguan ini berasal dari faktor-faktor psikologis

Hambatan-hambatan yang terjadi  dalam sebuah komunikasi :

  1. Hambatan dari Proses Komunikasi
  2. Hambatan Fisik
  3. Hambatan Semantik
  4. Hambatan Psikologis

Cara-cara untuk menetralkan komunikasi menurut Shannon :

  1. Menambah kekuatan ( power ) dari signal
  2. Mengarahkan signal dengan persis
  3. Menggunakan signal lain

Redudansi

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: