PARTISIPASI PEMBANGUNAN MASYARAKAT

Community Based Training (CBT)
Hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun kurikulum pelatihan pedesaan:
1. kurikulum harus dapat mengidentifikasi dan memberikan syarat2 ketrampilan yang dibutuhkan u/ memperoleh penghasilan secara musiman /paruh waktu.
2. kurikulum pelatihan harus dapat mencerminkan prioritas dan kepentingan kelompok sasaran yang amat heterogen karena perbedaan karakteristik ekonomi, sos bud.
3. pelatihan teknis dirancang berdasarkan teknologi pedesaan yang banyak dipakai sehingga ketrampilan yang diajarkan dapat alngsung diterapkan.
4. memperoleh dukungan banyak pihak.
Pelatihan berbasis masyarakat efektif mengentaskan kemiskinan karena :
1. memberikan ketrmpilan yang praktis yang bermanfaat u/ melakukan identifikasi peluang kerja sedini mungkin.
2. metode ini berperan dalam meningkatkan pekerja sektor informal
3. metode ini secara tidak langsung akan membantu dalam memperbaiki pengelolaan lingkungan.
Langkah2 mengimplementasikan metode CBT :
1. perencanaan kelembagaan
– menilai kebutuhan dan ruang lingkup pelatihan
– pengaturan administrasi dan koordinasi
– pembentukan dan pelatihan unit nasional dan regional
– pembentukan dan pelatihan unit lokal
– kajian ulang terhadap kebijakan
2. identifikasi peluang2 ekonomi dan syarat2 pelatihan
– seleksi lokasi pelatihan
– pemberian prioritas pada jenis dan bidang pelatihan
– pendirian unit pelatihan lokal
3. persiapan pelatihan dan pengorganisasian
– seleksi peserta pelatihan
– perekrutan dan pelatihan instruktur
– penyusunan kurikulum dan materi pelatihan
– kurikulum dan materi disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat
4. pemberian pelatihan
– persiapan perlengkapan dan tempat pelatihan
– rancangan pelatihan harus disesuaikan dengan kebutuhan peserta dan mencerminkan karakteristik calon pekerja
– pemberian pelatihan
– evaluasi kemajuan yang dicapai peserta
5. bantuan pasca pelatihan
– dukungan kegiatan dalam pembentukan kelompok
– fasilitas layanan kredit
– konsultasi bisnis
– fasilitasi pengadaan perlengkapan produksi
6. pemantauan dan evaluasi
– pemantauan dilakukan u/ mengidentifikasi dan memecahkan masalah implementasi pelatihan
– evaluasi yang dilakukan untukk memberikan penilaian terhadap dampak akgior intervensi melalui pelatihan.
Faktor2 yang mempengaruhi implementasi CBT :
1. kondisi ekonomi lokal
2. kondisi sosial budaya dan kondisi kelembagaan yang ada
3. partisipasi masyarakat mulai dari perencanaan, pengorganisasian sampai pelatihan
4. lembaga ckeuangan maupun sektor swasta
5. pembangunan dan pembinaan hubungan2 lembaga (institutional linkage)
Penilaian keadaan partisipatif
5 sumber utama :
1. Riset Parsipatory Aktivis
Paulo Freire. Pendekatan ini memanfaatkan dialog dan riset beberapa untuk memperkaya kesadaran masyarakat dan kepercayaan dirinya dan memberdayakan mereka u/ mengambil aksi. Kunci utama adalah pengakuan bahwa rakyat miskin kreatif dan berkemampuan dan layak untuk diberdayakan, sementara pihak luar memiliki peran sebagai katalis dan fasilitator.
2. Analisis Agroekosistem
Gordon Vonway. Menekankan pada sistem dan pemikiran ekologik, menggabungkan analisis sistem (produktivitas, stabilitas, keseimbangan, keberlanjutan) dengan analisis pola ruang waktu, aliran dan hubungan, nilai2 relatif dan keputusan. Sumbangan utama adalah pd penggunaan transeet (berjalan2 melakukan pengamatan secara sistematis), pemetaan informal (membuat sketsa peta langsung di lokasi) pembuatan kalender (musim, arus, dan diagram kasual, batang,venn/chapati) dan penelitian inovasi (pemberian nilai dan skala ukuran kegiatan2 yang berbeda).
3. Antropologi Terapan
beberapa pemikiran mendalam dan sumbangan dari antropologi sosial :
– gagasan bahwa belajar dilapangan merupakan seni yang luwes dan bukan ilmu pengetahuan yang kaku.
– Nilai dari hidup menetap di desa, pengamatan pelaku yang tidak tergesa2 dan percakapan.
– Arti penting sikap, tingkah laku dan hubungan.
– Perbedaan antara emic dan ethic.
– Kesahihan pengetahuan teknis asli setempat.
4. …Lapangan Tentang Sistem Pertanian
Sumbangan utamanya adalah :
– kompleksitas, keragaman dan kerentanan terhadap resiko berbagai sistem usahatani
– pengetahuan, profesionalisme dan rasionalisme para petani kecil dan miskin
– pola pikir dan perilaku eksperimental petani
– kemampuan petani untuk melakukan analisis sendiri
5. Rapid Rural Apraissal
Muncul akhir ’70an sebagai reaksi terhadap ketidak puasan umum dengan penyimpangan inheren dalam pendekatan pembangunan turustik yang cenderung menyembunyikan kemiskinan dan perampasan.
PRA merupakan kumpulan dari berbagai teknik untuk memahami kondisi secara partisipatif. Atau sekumpulan pendekatan dan metode yang mendorong masyarakat pedesaan untuk turut serta meningkatkan dan menganalisis pengetahuan mereka mengenai hidup dan kondisi mereka sendiri, agar mereka dapat membuat rencana dan tindakan.
Perbedaan RRA dengan PRA
RRA PRA
Kurun waktu dan perkembangan 1980 1990
Pembaharu berdasar pada Universitas Organisasi non pemerintah
Pengguna utama Lembaga donor,universitas Org non pem, org lapang pem
Sumber info yg dilihat lebih dulu Pengetahuan masyarakat setempat Kemampuan masyarakat setempat
Pembaharuan utama Metode Perilaku
Paling banyak digunakan Penggalian belajar melalui orang luar Fasilitasi, partisipasi pemberdayaan masy set4
Tujuan ideal Belajar melalui orang luar Pemberdayaan masyarakat setempat
Hasil jangka panjang Perencanaan, proyek, publikasi Kelembagaan dan tindakan masyarakat lokal yang berkelanjutan
Prinsip-prinsip PRA :
1. Prinsip mengutamakan yang terabaikan (keberpihakan)
2. Prinsip pemberdayaan masyarakat
3. Prinsip masyarakat sebagai perilaku orang luar sebagai fasilitator
4. Prinsip saling belajar dan menghargai perbedaan
5. Prinsip santai dan informal
6. Prinsip triangulasi
7. Prinsip mengutamakan hasil
8. Prinsip orientasi praktis
9. Prinsip keberlanjutan dan selang waktu
10. Prinsip belajar dari kesalahan
11. Prinsip terbuka
Mengapa PRA :
1. Adanya kritik terhadap pendekatan pembangunan yang top down
2. Munculnya pemikiran tentang pendekatan partisipatif
3. PRA sebagai pendekatan partisipan
Teknik2 PRA :
1. pemetaan : teknik bersama masyarakat mengkaji dan membuat peta wilayah meraka.
2. transek : penelusuran lokasi, pengkajian melalui pengamatan langsung menelisik wilayah desa dengan lintasan tertentu sesuai kepentingan dan kesepakatan bersama.
3. sketsa kebun : penggalian informasi melalui diskusi antar petani dan menganalisis keadaan kebun.
4. alur sejarah : pemaparan kejadian2 penting dimasa lampau untuk dijadikan pertimbangan menyusun program.
5. bagan kecenderungan dan perubahan : menggambarkan kecenderungan dan perubahan berbagai keadaan, kejadian serta kegiatan masyarakat dari waktu ke waktu untuk menggambarkan perubahan yang mungkin akan berlanjut.
6. kalender musim
7. jadwal sehari : diskusi diantara masyarakat tentang gambaran pemanfaatan waktu dalam sehari dalam berbagai kelompok masyarakat.
8. analisa mata pencaharian ; diskusi untuk mengenali dan menganalisis kehidupan masyarakat dari aspek mata pencaharian guna memperoleh gambaran masalah dan kebutuhan masyarakat serta potensi dan peluang.
9. diagram venn : mengkaji hubungan antar kelembagaan dalam kehidupan masyarakat sehingga diketahui besarnya pengaruh dan kedekatan hubungan suatu lembaga dengan masyarakat serta keberadaan, manfaat dan peranannya.
10. matrik rangking : teknik menganalisis sejumlah teori yang telah teridentifikasi untuk menentukan prioritas masalah dan memilih alternatif pemecahan masalah yang paling layak dipertimbangkan sesuai kondisi masyarakat.
11. pengorganisasian masalah dan potensi : mengorganisasikan masalah yang tergali sebelumnya.
12. wawancara semi terstruktur : penggalian informasi tentang keadaan sosek, jenis masalah serta kebutuhan masyarakat berupa tanya jawab yang sistematis, bersifat semi terbuka tetapi pembicaraan dibatasi topik.
13. penyusunan rencana kegiatan : perumusan tindakan nyata dalam jangka waktu tertentu.
14. lokakarya desa : suatu forum rembug yang dihadiri oleh para perencana pembangunan untuk memusyawarahkan rencana pembangunan.
Manfaat penilaian keadaan :
A. manfaat untuk perencana kegiatan
bagi orang dalam :
. menimbulkan proses belajar dan penyadaran tentang keadaan kehidupan dan lingkungan yang mereka hadapi
. mencari jalan keluar dari keadaan yang dianggap mengganggu
bagi orang luar :
. proses belajar dan penyadaran tentang keadaan masyarakat serta cara pandang dan nilai2 yang mempengaruhi mereka sendiri
. proses menimbulkan dukungan masyarakat terhadap program yang didampinginya.
B. manfaat untuk evaluasi kegiatan
bagi orang dalam :
. menimbulkan penyadaran tentang keadaan berbagai hal yang mempengaruhi upaya mereka meningkatkan tarah hidupnya.
bagi orang luar :
. bahan laporan pertanggungjawaban program kepada lembaga penyandang dana.
Analisis Data
1. Skala nominal
adalah skala yang disusn menurut jenis atau fungsi bilangan hanya sebagai simbol untuk membedakan sebuah karakteristik dengan karakteristik lain. Menunjukkan perbedaan tanpa jarak yang jelas.
Data nomional adalah data yang hanya dapat digolongkan secara terpisah secara diskrit atau kategori.
Ciri-ciri :
– hasil perhitungan tidak dijumpai bilangan pecahan
– angka yang tertera label saja
– tidak mempunyai urutan
– tidak mempunyai ukuran baru
– tidak mempunyai nol mutlak
Analisis yang cocok : uji binomium, chi kuadrat satu sampel, perubahan tanda Mc. Nemar, chi kuadrat dua sampel, peluang fisher, chochran, koefisien kontingensi.
2. Skala ordinal
Adalah skala yang didasarkan pada rangking, diurutkan dari jenjang yang lebih tinggi sampai terendah atau sebaliknya.
Analisis statistik yang cocok : uji deret satu sampel, tanda, pasangan tanda wilcoxon, median, reaksi ekstrim Moses.
3. Skala interval
Adalah skala yang menunjukkan jarak antara satu data dengan data lain dan mempunyai bobot yang sama.
Data interval adalah data jarak yang sama tapi tidak memiliki nol mutlak. Ex : termometer C
Analisis yang cocok ; uji t, t dua sampel, anova satu jalur, anova dua jalur, korelasi parsial, korelasi ganda, regresi, regresi ganda.
4. Skala ratio
Adalah skala pengukuran yang mempunyai nilai nol mutlak dan mempunyai jarak yang sama. Ex : umur manusia
Analisis yang cocok : hampir sama dengan interval-dapat dijumlah dan dikalikan.
Mengukur Partisipasi
Arti penting partisipasi :
– sebagai pengawasan yang demokratis dalam organisasi
– berkaitan dengan loyalitas
– memupuk sense of belonging
– sangat berperan dalam pengembangan organisasi
– mempunyai fungsi integrasi
Pengukuran partisipasi
1. Chapin : kehadiran, keanggotaan dalam pengurus, dukungan finansial
2. Black : keanggotaan, kehadiran sekitar ¼ dari pertemuan, kehadiran ½ pertemuan, kehadiran ¾ pertemuan, keanggotaan dalam pengurus, menduduki jabatan.
3. Kaufman : kenggotaan, jabatan yang dipegang
4. Goldhamer : jumlah asosiasi yang dimasuki, frekuensi hadir, jumlah asosiasi dimana dia memangku jabatan, lamanya menjadi anggota, tipe asosiasi yang dimasuki.
Syarat tumbuhnya partisipasi
Margono :
1. kemauan (kunci utama)
– sikap untuk meninggalkan nilai2 yang menghambat pembangunan
– sikap untuk selalu ingin memperbaiki hidup dan tidak cepat puas
– sikap kebersamaan untuk memecahkan masalah
– sikap kemandirian/percaya diri atas kemapuannya untuk memperbaiki mutu hidupnya
2. kesempatan
– kemauan politik dari pemerintah
– kesempatan untuk memperoleh informasi pembangunan
– kesempatan memanfaatkan dan mmemobilisasi SD u/ pembangunan
– kesempatan untuk memperoleh dan mmenggunakan teknologi yang tepat
– kesempatan berorganisasi
– kesempatan mengembangkan kepemimpinan
3. kemampuan
– kemampuan menemukan dan memahami kesempatan membangun
– kemampuan melaksanakan pembangunan
– kemampuan memecahkan masalah
4 kebijakan world bank
1. Indirect social benefit and direct social cost
Adalah suatu kebijakan/kegiatan yang memberikan manfaat tidak langsung kepada masyarakat tetapi menimbulkan biaya social. Ex : pembangunan infrastruktur
2. significant uncertainty or risk
suatu kebijakan untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang bentuk penyelesaiannya belum jelas dan tidak cukup tersedia informasi dan komitmen dari kelompok sasaran. Ex : intervensi wilayah pasca konflik
3. large number of beneficiaries on few social cost
suatu kegiatan/kebijakan yang jumlah penerima manfaat atau dampaknya sangat besar tapi hanya sedikit menimbulkan biaya social. Ex : pembangunan kesehatan
4. targeted assistance
suatu kegiatan/kebijakan yang kelompok dan jumlah penerima manfaat telah didefinisikan dengan jelas. Ex : penanganan pengungsi
kondisi kondusif partisipasi :
1. warga masyarakat akan berpartisipasi jika mereka memandang penting issu2 atau aktivitas tertentu.
2. bila mereka merasa bahwa tindakannya akan membawa perubahan.
3. perbedaan bentuk partisipasi harus diakui dan dihargai.
4. orang2 harus dimungkinkan untuk berpartisipasi dan didukung dalam partisipasinya.
5. struktur dan proses partisipasi hendaknya tidak bersifat menjauhkan.

Loekman Soetrisno menidentifikasikan beberapa masalah dengan partisipasi :
1. belum dipahami makna sebenarnya tentang partisipasi oleh perencana dan pelaksana
2. pembangunan sebagai teknologi, pemerintah otoriter menombulkan sikap budaya diam
3. banyaknya peraturan yang meredam keinginan masyarakat untuk berpartisipasi
pentingnya partisipasi :
1. membuka cakrawala pemikiran dan mempertimbangkan kepentinga politik
2. meningkatkan proses belajar
3. mengeliminir perasaan bersaing
4. menimbulkan dukungan dari perencana pemerintah
5. meningkatkan kesadaran politik
6. mencerminkan kebutuhan masyarakat
7. masyarakat adalah sumber informasi
8. komitmen sistem demokrasi
fakta pembangunan tanpa partisipasi :
1. pemerintah kekurangan petunjuk mengenai kebutuhan dan keinginan rakyat
2. investasi yang ditanamkan di daerah tidak menguingkapka prioritas kebutuhan warganya
3. sumber2 daya publik yang langka tidak digunakan secara optimal
4. SDM yang potensial untuk memperbaiki kualitas hidup tidak terangkat
5. standar2 dalam merancang pelayanan dan prasarana yang tidak tepat
6. fasilitas yang ada digunakan dibawah kemampuan dan ditempatkan pada tempat yang salah.
Langkah2 Good Governance dapat tumbuh :
1. memperkuat legal basis
2. penguatan kapasitas institusi komunitas
3. menyediakan dan menyebarluaskan berbagai informasi public dalam bentuk dan media yang comunity friendly
4. melakukan proses desentralisasi fiskal ke tingkat bawah
5. mengembangkan berbagai metode partnership dan partisipasi
langkah2 untuk meningkatkan antusiasisme (mengatasi paternalisme) :
1. pemimpin kelembagaan masy harus memberikan kebebasan pada anggotanya (7an & jenis)
2. pemimpin harus memberikan kebebasan anggota u/ bekerja kreatif mencapai tujuan
3. harus mampu menciptakan lingkungan kerja yang dialogis
4. mau menghargai anggota yang mampu menciptakan ide terbaik mengatasi masalah
5. pemimpin harus mempertanggungjawabkan segala kebijakan.
Perencanaan : mengetahui dan menganalisis kondisi saat ini, meramalkan perkembangan berbagai faktor non controllable yang relevan, memperkirakan faktor2 pembatas, menetapkan tujuan dan sasaran yang diperkirakan dapat dicapai serta mencari langkah2 untuk mencapai tujuan tsb.
Tingkat pertama : menetapkan suatu tujuan dan memilih langkah2 yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
Tingkat kedua : menetapkan suatu tujuan yang dapat dicapai setelah memperhatikan faktor2 pembatas dalam mencapai tujuan, memilih serta menetapkan langkah2 u/ mencapai tujuan tsb.
Tingkatan ketiga : menetapkan tujuan setelah memperhatikan pembatas internal dan pengaruh eksternal (pembatas internal dan pengaruh eksternal dapat diantisipasi sejak awal)
4 elemen dasar perencanaan :
1. merencanakan berarti memilih
2. perencanaan merupakan alat pengalokasian sumber daya
3. perencanaan merupakan alat mencapai tujuan
4. perencanan berorientasi ke masa depan
langkah2 dalam perencanaan wilayah :
1. gambarkan kondisi saat ini dan identifikasi persoalan
2. tetapkan visi, misi dan tujuan umum
3. identifikasi pembatas dan kendala yang sudah ada saat ini maupun masa depan
4. proyeksikan berbagai variable yang terkait
5. tetapkan sasaran yang yang diperkirakan dapat dicapai dalam jangka waktu tertentu
6. mencari dan mengevaluasi berbagai alternatif untuk mencapai sasaran tersebut.
7. memilih alternatif yang terbaik
8. menetapkan lokasi dari berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan
9. menyusun kebijakan dan strategi agar kegiatan pada tiap lokasi berjalan sesuai rencana.
Perencanaan wilayah diperlukan karena :
1. banyak diantara potensi daerah selain terbatas juga tidak mungkin diperbarui
2. kemampuan teknologi dan cepatnya perubahan dalam kehidupan manusia
3. kesalahan perencanaan yang sudah dieksekusi sering tidak dapat diubah/diperbaiki
4. lahan dibutuhkan oleh setiap manusia
5. tatanan wilayah sekaligus menggambarkan kepribadian dari masyarakat yang tinggal
6. potensi wilayah merupakan aset yang harus dimanfaatkan untuk kemakmuran rakyat.
Bidang2 perencanaan wilayah : sub bidang perencanaan sosial wilayah, perncanaan tata ruang atau tataguna lahan, perencanaan khusus, perencanaan proyek.
Jenis2 perencanaan :
1. perencanaan fisik : perenc untuk mengubah atau memanfaatkan struktur fisik wilayah
2. perencanaan ekonomi : perub struktur eko wilayah dan langkah memperbaiki kemakmuran
3. perncanaan alokatif : berkenaan dg menyukseskan rencana umum yang telah disepakati
4. inovatif : perencana lebih bebas baik dalam menetapka target maupun cara yang ditempuh
5. bertujuan jamak : memiliki beberapa tujuan sekaligus
6. bertujuan tunggal : sasaran yg hendak dicapai adl sesuatu yang tegas dan bersifat tunggal
7. bertujuan jelas : dengan jelas menyebutkan tujuan dan sasaran perencanaan
8. bertujuan laten : tidak menyebutkan bahkan tujuannyapun kurang jelas
9. indikatif : dimana tujuan yg hendak dicapai hanya dinyatakan dalam bentuk indikasi
10. imperatif : yang mengatur baik saasaran, prosedur, pelaksana, waktu, bahan/alat
11. top down planing : kewenangan utama dlm perenc berada pada instansi yang lebih tinggi dimana institusi perencana pada level rendah harus menerima rencana dr institusi tinggi
12. bottom up planing
13. vertikal planing : lebih mengutamakan koordinasi antar berbagai jenjang pada sektor sama
14. horisontal planing : m’utamakan keterkaitan antarberbagai sektor shg berkembang sinergi
15. perencanaan yang melibatkan masyarakat secara langsung
16. perencanaan yang tidak melibatkan masyarakat secara langsung
monitoring evaluasi
adalah aktivitas untuk melihat perkembangan suatu proyek.
Monitoring : pemantauan secara terus menerus perencanaan dan pelaksanaan kegiatan (mengikuti langsung kegiatan dan membaca laporan pelaksanaan)
Tujuan :
1. mengetahui bagaiman masukan sumber2 dalam perencanaan
2. bagaima kegiatan dalam implementasi dilaksanakan
3. apakah rentang waktu implementasi terpenuhi secara tepat
4. apakah setiap aspek dalam perencanaan dan implementasi berjalan sesuai
evaluasi : proses pengumpulan informasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi selama implementasi kegiatan atau pengidentifikasian keberhasilan atau kegagalan suatu rencana kegiatan
tujuan :
1. mengidentifikasikan tingkat pencapaian tujuan
2. mengukur dampak langsung yang terjadi pada kelompok sasaran
3. mengetahui danmenganalisis konsekuensi2 lain yang mungkin terjadi
prinsip2 monev :
1. penetapan kriteria : standar terbaik yg dijadikan patokan dalam penilaian/ukuran menilai
2. pengumpulan bukti : indikasi/tanda penunjuk
– tindakan2 : kata2, angka2/benda yang memberikan petunjuk
– sesuatu yang dapat dijadikan saksi mengenai tingkat kualitas program
– sesuatu yang dibuat sebuah pola yang kemudian dapat memberikan gambaran u/ menilai tingkatan kriteria yang akan dicapai
3. penilaian : bagian dari proses monev dengan mana kesimpulan alterrnatif dapat diajukan dan dinilai dapat ditunjukkan sesuai kriteria
Langkah-langkah Monev :
1. menentukan jenis dan ruang lingkup kegiatan yang akan dinilai
2. menjelaskan secara ringkas latar belakang dan sejarah kegiatan yang akan dievaluasi
3. mengidentifikasikan sumber info mengenai kegiatan yang telah berlangsung
4. menentukan tujuan monev
5. merumuskan pertanyaan monev
6. menentukan metode dan teknik monev
7. menetukan komposis dan partisipasi tim pelaksana
8. menentukan prosedur, jadwal dan logistik
9. menyusun anggaran
10. melakukan pengumpulan data dan menyiapkan sistem pelaporannya.

Mengapa perlu Monev :
1. kerumitan pelaksanaan monev konvensional melalui perlibatan pihak luar yang tidak sepenuhnya realitas proyek
2. penilaian berdasarkan perspektif pihak luar bukan pada penerima suatu proyek dan kegiatan
3. terminologi dan metodologi digunakan pihak luar dalam monev sulit dipahami oleh stakeholder lokal
indikator kenerja : apakah hasil suatu proyek mencapai tujuan
– terkait langsung dengan tujuan proyek
– fokus pada hasil bukan keluaran
– menyediakan suatu alat untuk mengukur hasil proyek
– lebih mudah,cepat dan murah
– menunjukkan kecenderungan semasa waktu berjalan
indikator menurut fungsi :
1. indikator informatif : indikator yg digunakan u/ memberikan gambaran kondisi kesejahteraan masyarakat
2. indikator prediktif : untuk merancang program yang dapat dilaksanakan u/ mencapai tujuan
3. indikator yang berorientasi masalah : menggambarkan seberapa besar masalah yang dihadapi masyarakat
4. indikator evaluasi kebijakan ; untuk mengevaluasi suatu kebijakan tertentu.
Kriteria indikator :
1. valid, menggambarkan secara tepat kondisi yang diukur
2. reliabel, bersifat konsisten atau ajeg
3. sedikit dan sensitif, tidak perlu banya dan sebaiknya hanya indikator kunci
4. kuantitaif dan komparatif, dapat diukur dengan angka dan dapat dibandingkan
integrated Rural Accesibility Planning
– pendekatan multisektoral yang dalam aplikasinya menggunakan alat2 sederhana dan ditujukan untuk memntapkan kapasitas perencanaan partisipasi masyarakat serta pengembangan prosedur, perencanaan untuk membantu alokasi investasi infrastruktur secara optimal
– merupakan bagian integral dari proses perencanaan pembangunan daerah khususnya infrastruktur pedesaan dimana prosedurnya dirancang untuk memastikan bahwa infrastruktur pedesaan yang menjadi prioritas melalui identifikasi kebutuhan aktual masy.
Konsep dasar:
1. accesibilitas adalah tingkat kesulitan dan kemudahan penduduk mendapat barang dan jasa
2. perbaikan jalan dapat memperbaiki layanan transport tapi tidak dengan sendirinyau/ akses
3. perbaikan akses dilakukan dengan perbaikan mobilitas atau penyediaan jasa yan lbh dekat
4. IRAP merupakan instrumen perencanaan untuk digunakan ditingkat lokal
Esensi aplikasi IRAP
1. secara simultan memperbaiki sist. transportasi pedesaan & distribusi fasilitas & pelayanan
2. tujuan umum memperbaiki akses terhadap barang dan jasa
3. memaksimalkan penggunaan SD yang tersedia
4. digunakan dalam menetapkan prioritas berbagai sektor dan wilayah
5. menilai dengan cepat aktivitas yg harus dilakukan dlm memperbaiki accesibilitas pedesaan
SWOT analysis : teknik partisipasi yang sangat sederhana dan sistematis yang dapat digunakan di berbagai situasi untuk mengidentifikasikan kekuatan dan peluang serta bagaimana mengoptimalkannya, selain mengidentifikasi kelemahan dan ancaman untuk mempermudah merumuskan langkah2 untuk mengatasinya.
Kelebihan : dapat untuk memaksimalkan kekuatan dan peluang
Dapat untuk mengurangi kelemahan dan ancaman
Kekurangan : tidak adanya skala prioritas dalam implementasinya sehingga keberhsilan strategi sangat ditentukanoleh pengalaman.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: