Penelitian Pertanian dan Strategi Pembangunan untuk Pertanian Berkelanjutan

Peran pertanian sebagai tulang punggung perekonomian nasional terbukti tidak hanya pada saat situasi normal, terlebih lagi menonjol pada periode kritis. Hal ini teruji dengan baik, paling tidak pada dua periode kondisi kritis, yaitu tahun 1986-1987 pada saat harga minyak bumi turun sangat tajam dalam waktu yang sangat pendek pada tahun 1997-1998 pada saat terjadi krisis moneter. Pada kedua periode tersebut, pertanian diharapkan berperan sebagai katub pengaman ekonomi nasional dalam bentuk penyediaan pangan dan penciptaan kesempatan kerja bagi mereka yang terkena pemutusan hubungan kerja.

Sektor pertanian dalam mendukung perekonomian nasional berperan dalam bentuk:

  1. Penyediaan pengan yang cukup bagi penduduk
  2. Penyedia bahan bahan baku untuk sektor industri dan ekspor
  3. Penyedia kesempatan atau lapangan kerja
  4. Memberi sumbangan pada pengembangan ekonomi wilayah

Dalam kerangka pembangunan pertanian dengan wawasan agribisnis, wujud pertanian yang dikehendaki adalah pertanian yang modern, tangguh dan efisien yang dapat diwujudkan melelui:

  1. Pemanfaatan suber daya domestik secara optimal
  2. Pembangunan pertanian dengan spektrum yang makin luas melalui diversivikasi di bidang teknologi, sumberdaya, produksi dan konsumsi
  3. Peningkatan intensitas penggunaan iptek mencapai efisiensi yang lebih tinggi
  4. Adopsi teknologi pertanian spesifik lokasi

Bila kebijakan dan praktek pertanian yang dilaksanakan oleh pemerintah dan petani yang masih bertumpu pada kebijakan dan praktek konvensional, akan membahayakan masa depan petani, lingkungan pertanian, masyarakat, bangsa negara serta dunia. Kebijakan dan praktek pertanian konvensional harus diubah menjadi kebijakan dan praktek pertanian berkelanjutan yang bertujuan memenuhi kebutuhan produk pertanian dan pangan masa kini tanpa mengorbankan hak pemenuhan kebutuhan produk pertanian dan pangan generasi masa mendatang.

Dampak Pertanian Konvensional
Beberapa dampak samping pendekatan dan penerapan pertanian konvensional antara lain:
o Peningkatan erosi permukaan, banjir dan tanah longsor,
o Penurunan kesuburan tanah
o Kehilangan bahan organik tanah,
o Salinasi air tanah dan irigasi serta sedimentasi tanah ,
o Peningkatan pencemaran air dan tanah akibat pupuk kimia, pestisida,    limbah domestik,
o Eutrifikasi badan air,
o Residu pestisida dan bahan-bahan berbahaya lain di lingkungan dan makanan yang mengancam kesehatan masyarakat dan penolakan pasar,
o Pemerosotan keanekaragaman hayati pertanian, hilangnya kearifan tradisional dan budaya tanaman lokal,
o Kontribusi dalam proses pemanasan global,
o Peningkatan pengangguran,
o Penurunan lapangan kerja, peningkatan kesenjangan sosial dan jumlah petani gurem di pedesaan,
o Peningkatan kemiskinan dan malnutrisi di pedesaan,
o Ketergantungan petani pada pemerintah dan perusahaan/industri agrokimia

Pertanian Berkelanjutan mengutamakan pengelolaan ekosistem pertanian yang mempunyai diversitas atau keanekaragaman hayati tinggi. Menurut FAO Agricultural Biodiversity meliputi variasi dan variabilitas tanaman, binatang dan jasad renik yang diperlukan untuk mendukung fungsi-fungsi kunci ekosistem pertanian, struktur dan prosesnya untuk memperkuat/ dan memberikan sokongan pada produksi pangan dan keamanan pangan. (Ukabc, 2007) Ekosistem dengan kenekaragaman tinggi lebih stabil dan tahan gocangan, risiko terjadinya kerugian finansial lebih kecil, dapat mengurangi dampak bencana kekeringan dan banjir, melindungi tanaman dari serangan hama dan penyakit dan kendala alam lainnya. Diversifikasi juga dapat mengurangi cekaman ekonomi akibat peningkatan harga pupuk, pestisida dan input-input produksi lainnya. Ketahanan Pangan merupakan salah satu tujuan utama Pertanian Berkelanjutan.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: