RAGAM DESAIN PENELITIAN MENURUT TUJUANNYA

DESAIN PENELITIAN

Salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan riset adalah penerapan metoda ilmiah, yang antara lain perlunya menggunakan metoda penelitian yang telah baku.

Pengertian tentang metoda dalam penelitian, sebenarnya lebih terpusat pada cara yang akan dipilih untuk mengumpulkan data yang diperlukan serta analisis yang akan dilakukan. Tentang hal ini, hal pertama yang perlu dicermati adalah penetapan desain atau rancangan penelitian.

RAGAM DESAIN PENELITIAN MENURUT TUJUANNYA

Ditinjau dari tujuan penelitian, desain penelitian biasa dibedakan dalam tiga macam riset, yaitu riset eksploratif, deskriptif dan inferensial. Tetapi dalam perkembangannya kemudian muncul dua macam riset yang lain yaitu riset evaluatif dan verivikatif.

Riset Eksploratif

Sesuai dengan arti katanya, merupakan suatu kegiatan pemelitian yang bertujuan untuk menggali informasi atau data sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan gejala atau obyek yang diteliti.

Data yang dikumpulkan atau diperlukan dalam penelitian ini umumnya bersifat longitudinal. Tetapi tidak jarang penelitian eksploratif juga sebagai riset sekali tembak atau cross section.

Sesuai dengan tujuannya, riset eksploratif memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Lebih banyak menggunakan data sekunder, dibanding data primer. Bahkan seringkali terkesan sebagai studi pustaka.
  2. Karena lebih banyak menggunakan data sekunder seringkali keterandalannya diragukan.
  3. Draft laporan penelitian perlu dipublikasikan terlebih dahulu untuk memperoleah kritik baik interrnal maupun eksternal.

Riset Deskriptif

Riset deskriptif merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menjelaskan, merinci atau membuat deskripsi terhadap suatu gejala atau obyek yang diteliti dengan menggunakan data yang diperoleh dengan seklali tembak atau cross sectional.

Dalam arti sempit, deskriptif dapat diartikan sebagai penelitian yang hanya menunjukkan gambaran, uraian, atau rincian tentang gejala yang diteliti. Tetapi dalam arti luas lebih jauh menceritakan hubungan atau keterlibatan antar gejala, serta seberapa jauh terdapat kesepakatan atas hasil yang disampaikan. Dengan demikian, dapat dirumuskan tentang kecenderungan-kecenderungan, atau implikasi kegiatan yang perlu dilakukan.

Riset Inferensial

Jika riset deskriptif hanya berusaha membuat rincian atau deskripsi untuk menjelaskan suatu gejala yang diteliti, riset inferensial lebih bersifat untuk pengambilan keputusan atau menguji hipotesis terutama yang dilakukan melaui riset eksperimental.

Riset Komparatif, Riset Korelasional, Dan Riset Kausal

Riset komparatif adalah penelitian yang bertujuan untuk membandingkan gejala atau keadaan yang dapat ditemui pada objek penelitian yang berbeda, untuk kemudian dilakukan analisis tentang seberapa jauh terdapat perbedaan yang signifikan antara gejala atau variabel penelitian yang diteliti.

Riset korelasional merupakan kegiatan yang bertujuan untuk merinci dan menjelaskan seberapa jauh timbal balik antar variabel yang diteliti, sedangkan riset kausal dilakukan bertujuan untuk menjelaskan gejala sebab akibat yang bersifat searah.

Meskipun bertujuan membandingkan, melihat hubungan timbal balik maupun mengkaji terjadinya sebab akibat, ketiga penelitian tersebut dapat didesain sekadar sebagai penelitian deskriptif ataupun penelitian inferensial.


Riset Evaluatif

Merupakan riset yang dilakukan untuk melakukan evaluasi terhadap suatu kegiatan yang belum, sedang maupun telah dilaksanakan. Dalam pelaksanaanya riset evaluatif dapat bersifat deskriptif maupun inferensial. Meskipun demikian sebaiknya didesain sebagai riset inferensial yang dilengkapi hipotesis.

Riset Verifikatif

Adalah suatu kegiatan penelitian ulangan yang ditujukan untuk mengkaji ulang atau mengkaji kembali hasil penelitian serupa yang pernah dilakukan pada lokasi yang sama atau pada lokasi yang berbeda. Karena itu, kaji ulang yang dimaksud di sini dapat berdimensi waktu dan atau berdimensi ruang.

Dalam banyak kasus, kegiatan pengulangan terhadap penelitian yang pernah dilakukan dianggap sebagai penjiplakan atau plagiat, untuk itu pada penelitian ini diperlukan kejujuran peneliti tewntang upaya peneloitian yang akan dilakukan.

RAGAM DESAIN PENELITIAN MENURUT DATA YANG AKAN DIKUMPULKAN

Desain penelitian dapat  dibedakan dalam : riset sekali tembak (one Shoot), riset longitudinal (time series), dan cross sectional research yang merupakan gabungan dari keduanya.

Riset Longitudinal

Biasanya diterapkan pada riset historis yaitu suatu kegiatan penelitian melalui pengamatan atau pengumpulan data selama rentang waktu tertentu terhadap obyek yang sama dengan tujuan untuk mengetahui perubahan yang terjadi atau yang ditunjukkan oleh obyek penelitian dari waktu ke waktu.

Biasanya dilakukan terhadap studi tentang perubahan perilaku, karena akan diperoleh gambarab yang jelas tentang karakteristik perilaku individu ataui kelompok masyarakat serta faktor-faktor yang memiliki pengaruh terhadap terjadinya perubahan-perubahan tersebut.


Riset Sekali Tembak (One Shoot)

Merupakan penelitian yang memanfaatkan data yang dikumpulkan pada waktu tertentu saja, dengan tujuan untuk mengetahui atau menjelaskan keadaan suatu obyek yang terjadi pada saat dilakukan penelitian.

Sedang riset Cross Section sebenarnya samadengan penelitian sekali tembak, bedanya adalah pengumpulan datanya dilakukan beberapa tahap terhadap obyek atau sub populasi yang berbeda.

RAGAM PENELITIAN MENURUT SIFAT DATANYA

Bersasarkan sifatnya dibedakan dalam penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif. Secara sederhana dibedakan menurut jenis data dan analisis data yang akan dilakukan, yaitu :

  1. Penelitian kuantitatif memusatkan pada pengumpulan data kuantitatif yang berupa angka-angka untuk kemudian dianalisis dengan menggunakan alat-alat analisis kuantitatif yang berupa analisis statistika maupun dengan perhitungan matematika.
  2. Penelitian kualitatif, memusatkan perhatian pada pengumpulan data kualitatif yang berupa informasi kualitatif yang disampaikan melalui lisan maupun tertulis. Karena data yang dikumpulkan bersifat kualitatif, maka analisis datanya juga dengan teknik kualitatif. Meskipun demikian dapat pula dilakukan analisis kuantitaif dengan terlebih dahulu melakukan kuantifikasi terhadap data kualitatif melalui pemberian nilai skor baik dengan skala nominal maupun ordinal.

Dalam praktek seringkali terdapat kesalahkaprahan dalam penilaian terhadap kedua jenis penelitian tersebut yaitu :

  1. Penelitian kuantitatif seringkali dinilai lebih baik karena harus memanfaatkan analisis kuantitatif yang sesuai dengan perkembangan teknologi komputasi, cenderung semakin rumit dan harus menggunakan bantuan komputer untuk mengabalisisnya.
  2. Penelitian kualitatif seringkali dinyatakan sebagai pengganti penelitian kuantitatif khususnya bagi peneliti sosial yang ketakutan atau tidak dapat menggunakan analisis kuantitatif.

Pendapat seperti itu tentu saja tidak dibenarkan sebab masing-masing memiliki kelemahan dan keunggulan tersendiri. Bahkan seringkali yang terbaik adalah jika seseorang mampu menggabungkan kedua jenis penelitian tersebut secara simultan.

Riset kuantitatif seringkali dipilih karena keunggulanya dalam arti mampu memberikan penilaian yang lebih obyektif dan dapat digunakan untuk melakukan prediksi yang lebih baik dengan menggunakan statistika atau metematika. Sebaliknya, penelitian kualitatif lebih banyak dipilih karena memiliki keunggulan dalam menjelaskan atau memberikan deskripsi tentang banyak hal seperti sifat-sifat hubungan antar manusia, perubahan perilaku manusia terhadap suatu obyek dan lingkungannya dan lain-lain.

Tentang hal ini Sutopo (1988) mencatat adanya beberapa karakteristik penelitian kualitatif yang merupakan keunggulannya dibanding penelitian kuantitatif yang perlu dipahami oleh para pengguna yaitu :

  1. Riset kualitatif lebih dapat diandalkan dalam arti datanya dapat dipercaya karena memilki natural setting dan hanya menggunakan data primer dari pihak-pihak yang bersangkutan langsung atau setidaknya mengetahui. Riset kualitatif lebih mengutamakan apa yang benar-benar terjadi dari sekedar laporan. Riset kualitatif lebih mengutamakan keyakinan dalam arti peristiwa yang diteliti adalah subyek masa kini dan bukan masa lampau.
  2. Riset kualitatif  terutama diarahkan untuk memberikan deskripsi melalui informasi yang dikumpulkan dalam bentuk kata-kata.
  3. Lebih mementingkan proses dari pada hasil, lebih mementingkan mengapa, bagaimana, dan kapan daripada sekadar apa atau berapa yang terjadi.
  4. Cenderung menggunakan analisis induktif sehingga teori yang dikembangkan berangkat dari lapangan.
  5. Lebih mengutamakan participant perspective sehingga semua instrumen dan ukuran yang digunakan, dikembangkan dari lapangan.

Penelitian kuantitatif dilakukan jika kita telah memiliki informasi/asumsi-asumsi tertentu dan data yang diperlukan dapat diperoleh dalam bentuk kuantitatif atau kualitatif yang dapat dikuantifisir. Penelitian kuantitatif lebih tepat digunakan untuk penelitian inferensial dengan menggunakan perameter yang bersifat emik (dirumuskan berdasarkan teori/konsep/pengalaman empirik).

Penelitian kualitatif sebenarnya dilakukan untuk mengeksplorasi informasi yang diperlukan, yang sulit dituangkan dalam bentuk data kuantitatif.dalam penelitian kualitatif perlu dihindari perumusan atau penggunaan asumsi-asumsi sebelum penelitian dilakukan karena asumsi yang dirumuskan berdasarkan teori atau pengalaman empiris tidak selalu benar untuk penelitian yang akan dilakukan. Karena itu, penelitian kualitatif lebih tepat digunakan untuk penelitian deskriptif dengan meanggunakan parameater etik (berdasar fakta setempat).

Lebih jauh tentang penelitian kualitatif, dapat dikemukakan beberapa catatan sebagai berikut :

  1. Pengumpulan data

Pengumpulan data lebih banyak dilakukan melalui wawancara secara kelompok, karena itu peran pengumpul data lebih bersifat sebagai pemandu wawancara dalam suatu pertemuan yang bersifat partisipatif.

Sehubungan dengan hal itu, sebelum melakukan kegiatan pengumpulan data, calon pengumpul data harus menyiapkan diri untuk benar-benar memiliki kemampuan sebagai pewawancara. Serta harus mengetahui karakteristik sosial budaya masyarakat diwilayah penelitian agar benar-benar dapat diterima oleh kelompok.

  1. Pemilihan responden

Penetapan sampel lebih sering dilakukan secara purposive sehingga responden yang terpilih adalah kelompok atau individu yang diyakini dapat memberikan informasi yang diperlukan. Untuk memperoleh data yang handal perlu diusahakan kelompok-kelompok responden yang relatif homogen terutama menyangkut status sosialnya.

Jika hal tersebut sulit diupayakan, maka dalam pengumpulan data perlu diperhatikan keragaman atau perbedaan karakteristik individu dalam setiap kelompok.

  1. Teknik wawancara

Dalam wawancara harus dihindari pertanyaan-pertanyaan yang cenderung mengarahkan jawaban responden serta yang cenderung memperoleh jawaban klise. Untuk memperoleh data yang efektif, kegiatan wawancara sebaiknya dibatasi waktunya yaitu maksimal 2 jam.

  1. Instrumen penelitian

Dalam penelitian kualitatif disarankan untuk tidak menggunakan daftar pertanyaan tetapi cukup dengan panduan wawancara. Lebih lanjut, perlu dihindari pertanyaan-pertanyaan tertutup dan usahakan pertanyaan terbuka agar responden lebih bebas dalam mengemukakan informasinya bahkan informasi penting yang sebelumnya belum terpikirkan oleh pengumpul data. Perhatikan kata-kata kunci yang sesuai dengan tujuan penelitian dan hindari untuk cukup puas dengan jawaban klise.

  1. Data yang dikumpulkan

Selain memusatkan perhatian pada pengumpulan data kualitatif, data yang dikumpulkan tidak cukup dari jawaban verbal tetapi juga data yang disampaikan secara tidak langsung melalui bahasa tubuh.

Pengumpulan data jangan terlalu cepat percaya pada jawaban tetapi perlu melakukan recheck atas semua informasiyang ditangkap terutama untuk menguji konsistensi jawaban responden.

  1. Analisis hasil penelitian

Analisis data dalam penelitian kualitatif sudah dapat dilakukan sejak perumusan panduan diskusi/wawancara. Selain itu, draft hasil laporan perlu dikonfirmasikan kembali dengan individu yang terlibat dalam penelitian.

RAGAM RANCANGAN PENELITIAN MENURUT METODANYA

Dalam banyak kepustakaan dijumpai adanya tiga macam metode dasar  yaitu historis, deskriptif dan eksperimental.

Riset Historis

Adalah suatu kegiatan penelitian yang bertujuan untuk membuat suatu gambaran tentang masa lalu dan perkembangannya secara obyektif dan sistematis. Hampir menyerupai studi pustaka karena lebih banyak mengandalkan data sekunder yang lebih bersifat longitudinal sedangkan pengumpulan data primer lebih banyak diarahkan untuk melakukan verifikasi dan evaluasi data sebelumnya. Karena itu keterhandalan riset historis sangat tergantung pada kemampuan peneliti untuk mensintesis bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan yang kuat.

Riset Deskriptif

Berbeda dengan riset historis, penelitian deskriptif pada umumnya menggunakan data sekali tembak atau cross section. Ditinjau dari tujuannya, penelitian deskriptif dibedakan dalam :

  1. Deskriptif  korelasional, untuk melihat signifikansi hubungan antar variabel.
  2. Deskriptif Kausal, untuk melihat signifikansi sebab akibat antar variabel.
  3. Deskriptif komparatif, untuk melihat signifikansi perbedaan antar obyek atau variabel yang dicermati.

Dalam prakteknya, penelitian deskriptif dapat dilakukan menggunakan dua teknik yaitu :

  1. Teknik Survei, yang melibatkan obyek penelitian dengan populasi yang relatif besar dengan memanfaatkan data sekali tembak.
  2. Teknik Kasus, yang bertujuan melakukan kajian yang mendalam terhadap obyek yang terbatas.

Riset Eksperimental

Merupakan kegiatan penelitian yang bertujuan untuk menguji kesignifikansian perlakuan-perlakuan tertentu dibanding kontrolnya. Dalam hubungan ini rancangan penelitian dapat dibuat untuk membandingkan antara with and without treatment atau before and after treatment.

Dalam kenyataannya, penelitian eksperimental dibedakan dalam dua hal, yaitu :

  1. Eksperimen murni, yang semua perlakuannya dapat benar-bener dikontrol dalam arti antar treatmen dapat benar-benar diisolir.
  2. Eksperimen semu, yaitu penelitian eksperimen yang tidak mampu mengontrol atau mengisolasi hubungan yang terjadi antar treatmen sehingga terjadi perembesan. Penelitian ini terjadi manakala obyek penelitian melibatkan manusia yang dalam banyak kasus sangat sulit dikontrol.

Berkaitan dengan riset eksperimental ini dikenal adanya beragam desain penelitian, seperti :

  1. Rancangan Blok Acak sederhana
  2. Rancangan Blok Acak Lengkap
  3. 3. Latin Square
  4. Sarang Lebah
  5. dll

Grounded Research

Merupakan penelitian dimana landasan teorinya dirumuskan berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada obyek yang akan diteliti.

Operation Research

Adalah suatu kegiatan penelitian yang bertujuan untuk memperoleh rekomendasi bagi upaya optimalisasi sumber daya yang terbatas. Dalam riset operasi dikenal beberapa metode, yaitu :

  1. Metoda progamasi linear, yang bertujuan untuk mencari alternatif optimalisasi penggunaan sumberdaya yang terbatas.
  2. Metode transportasi, yang digunakan untuk mengoptimalkan distribusi dari sumber input ke lokasi pengguna.
  3. dll


Action Research

Riset aksi atau kaji tindak merupakan suatu kegiatan penelitian yang diawali dengan melakukan studi dasar, untuk kemudian merumuskan perlakuan yang langsung diikuti dengan tindakan nyata dan setelah dievaluasi dan dikaji ulang dikembangkan perlakuan-perlakuan baru.

Karena itu, riset aksi merupakan kegiatan yang berkesinambungan, yang ditandai dengan dilakukannya perlakuan dan evaluasi yang terus menerus.

Participatory Research

Riset partisipatif sering disalah srtikan sebagai kegiatan penelitian yang mengumpulkan datanya dilakukan oleh peneliti, dengan terlebih dahulu hidup dan tinggal bersama dengan masyarakat yang dijadikan obyek penelitian. Riset psrtisipatif sebenarnya adalah kegiatan penelitian yang melibatkan obyek penelitian sejak perencanaan penelitian, pengumpulan data, analisis, dan perumusan kesimpulan maupun rekomendasinya. Penelitian ini merupakan koreksi terhadap penelitian yang hanya dilakukan oleh pihak luar dan menempatkan masyarakat hanya sebagai obyek penelitian.

Participatory Action Research

Riset aksi yang partisipatif atau PAR, merupakan gabungan antara riset aksi dan riset partisipatif, dengan proses sebagai berikut :

  1. Studi dasar, dilaksanakan secara partisipatif dalam bentuk penilaian masyarakat secara partisipatif.
  2. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dalam arti dikelola dan dikerjakan oleh masyarakat dengan difasilitasi oleh peneliti.
  3. Pelaksanaan pemantauan dan evaluasi kegiatan juga dilaksanakan secara patisipatif dengan menerapkan teknik penilaian, monitoring, dan evaluasi yang partisipatif.

Oleh sebab itu, salah satu ciri pokok yang menjadi keunggulan PAR dibanding penelitian lain adalah karena PAR tersebut dilaksanakan sebagai proses pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan belajar yang berkelanjutan.

About these ads

4 Tanggapan so far »

  1. 1

    delfis said,

    good…good…good

  2. 2

    Kinaryo said,

    Terimakasih, atas artikel dasar yang bermanfaat ini, ijin mengunduhnya. tks

  3. 3

    Arief said,

    Bagus….

  4. 4

    My relatives always say that I am killing my time here
    at net, but I know I am getting know-how every day by reading thes pleasant posts.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: