SISTEM USAHATANI INTEGRASI TANAMAN-TERNAK

Berdasarkan potensi dan kondisi yang ada, maka teknologi yang akan diintroduksikan diarahkan  pada  penerapan  pola  Usahatani  Integrasi  Tanaman-Ternak   pada  lahan sawah. Usaha itu antara lain :

Minapadi  legowo

Nilai  tambah  dari  tanam  padi  cara  tanam  legowo  selain  keuntungan  dari  peningkatan produksi padi, juga dengan adanya lolongkrang  (ruang kosong) yang mencapai  50% dari seluruh lahan, dapat ditanam ikan yang pada gilirannya akan meningkatkan  pendapatan petani. Rerata kenaikan optimal berat ikan per hari yaitu 0,99-1,97 g/ekor/hari

Penggemukan Sapi potong

Penggemukan sapi potong dengan pakan utama jerami fermentasi kering mempunyai  angka  pertumbuhan  berat  mencapai rata-rata 0,7 kg/ekor/hari.

Hal yang menarik dari pengkajian ini adalah bahwa sumber bahan pakan yang digunakan adalah  serba  limbah,  yaitu  mulai  dari   jerami  (padi  &  jagung)  sebagai   pakan  dasar  dan  pakan penguatnya terdiri dari dedak padi, tongkol jagung, dan ampas kelapa yang selama ini belum dimanfaatkan.

Produksi Kompos

Sapi dewasa dapat menghasilkan kotoran basah 4-5 ton/tahun. Kotoran diolah menjadi kompos,  akan  dihasilkan  2-2,5  ton  kompos/ekor  sapi/tahun.  Kompos  yang  dihasilkan  dapat digunakan (dikembalikan) ke sawah atau di jual. Satu hektar sawah membutuhkan kompos 1,5-2 ton.  Apabila  kompos  digunakan  sebagai  pupuk,  maka  akan  memperbaiki  sifat  fisik  tanah  dan sekaligus akan mengurangi penggunaan pupuk kimia yang harganya relatif mahal.

Perhitungan  secara  parsial  menunjukkan  bahwa  biaya  untuk  menghasilkan  kompos adalah Rp 125,00/kg. Harga jual kompos di tingkat petani adalah Rp 250,00–Rp 300,00/kg. Harga dasar kompos pada saat ini bisa mencapai Rp 400,00 s.d. Rp 500,00/kg. Satu hektar sawah dapat menghidupi 2 ekor sapi dewasa. Kompos yang dihasilkan dari 2 ekor sapi adalah 4-5 ton/tahun. Harga jual kompos di tingkat petani dari 2 ekor sapi adalah Rp 1.500.000,00 sd. Rp 2.000.000,00. Kalau ini dapat dilaksanakan dengan baik oleh petani di pedesaan, maka akan terjadi penyerapan tenaga   kerja,   peningkatan   kesuburan   tanah,   peningkatan   produktivitas   lahan,   penurunan penggunaan  pupuk  anorganik  (buatan)  yang  pada  gilirannya  akan  meningkatkan  pendapatan petani.

Pola Pengembangan Usahatani Integrasi Tanaman-Ternak

Keberhasilan   usahatani   integrasi   tanaman-ternak   sifatnya   sangat   kondisional,   pendekatan usahatani  integrasi  tanaman-ternak  di  suatu  wilayah  akan  berbeda  dengan  wilayah  lainnya.

Sebagai implementasi dalam pengembangan usahatani integrasi tanaman-ternak berbasis padi pada lahan sawah irigasi dapat ditempuh melalui dua pendekatan yaitu pendekatan “ in-situ” dan  pendekatan ”ex-situ”.

Pola pengembangan dengan pendekatan “in-situ”

Yang  dimaksud  dengan  pendekatan “ in-situ”  yaitu  ternak  yang  diusahakan  secara  fisik berada dalam hamparan usahatani padi. Hal ini dimaksudkan agar limbah jerami padi yang akan dijadikan  pakan  ternak  tidak  memerlukan  biaya  yang  tinggi  dan  tenaga  yang  banyak  dalam pengangkutannya.  Begitu  juga  kompos  hasil  fermentasi  dapat  dengan  mudah  didistribusikan  ke lahan sawah. Dengan demikian akan diperoleh efisiensi yang tinggi.

Pola pengembangan dengan pendekatan “ex-situ”

Dalam  usahatani integrasi tanaman-ternak secara ex-situ, ternak (sapi) dipandang sebagai “pabrik” pengolah limbah pertanian,   lahan   sawah   dipandang   sebagai   penyedia   utama   pakan   ternak   (jerami).   Wujud keterkaitan  antara  tanaman  dengan  ternak  terletak  pada  kompos  yang  dihasilkan  oleh  ternak, kompos  ini  dikembalikan  ke  tanah  untuk  perbaikan  kesuburan  tanah  baik  secara  fisik  maupun kimia.

Sasaran   pengembangan   usahatani   integrasi   tanaman-ternak   secara   ex-situ adalah pemodal besar. Keuntungan yang akan diperoleh bagi pengusaha ini adalah selain dari ternaknya sendiri  juga  keuntungan  yang  lebih  besar  adalah  dari  pengusahaan  kompos.  Apabila  usahatani integrasi tanaman-ternak “ ex-situ” dapat dilaksanakan maka daya dukung  jerami adalah untuk 150.000-200.000 ekor sapi/tahun. Sementara kompos yang dihasilkan dari 1 ekor sapi pertahun adalah 2 ton. Jadi kompos  yang dihasilkan seluruhnya adalah 300.000 – 400.000 ton dengan penggunaan 2 ton kompos per tahun maka sekitar 150.000-200.000 ha lahan sawah dapat diperbaiki kesuburannya.

Dukungan Kelembagaan

Jika usahatani integrasi tanaman-ternak di lahan sawah irigasi, akan dilaksanakan, maka dukungan Kelembagaan mutlak diperlukan kelembagaan yang perlu diperkuat adalah :

a.   Organisasi peternak

Organisasi  ini  harus  berfungsi  sebagai  pengusaha  ternak  penyedia  anak  sapi  (sapihan atau bakalan). Fungsi lain organisasi peternak ini harus mampu menampung sapi betina produktif sehingga sapi betina ini tidak masuk rumah potong, tapi dipelihara untuk berproduksi.

b.  Lembaga yang mengatur aturan main bagi hasil

Tidak semua petani kecil lahan sempit mampu untuk membeli sapi sendiri, kebanyakan petani  dapat  memelihara  sapi  dengan  cara  bagi  hasil,  untuk  melindungi  petani  penggarap diperlukan adanya kelembagaan yang mengatur pembagian hasil.

c.   Lembaga penyediaan starter untuk fermentasi

Starter untuk fermentasi jerami dan konsentrat perlu dibuat khusus dengan pengolahan yang khusus pula agar peternak kecil dapat memperoleh starter dengan mudah dan murah maka perlu penyediaan laboratorium yang dapat memproduksi starter.

d.  Lembaga pengatur lalulintas ternak

Lembaga ini berfungsi untuk mengawasi lalulintas ternak antar desa atau antar wilayah. Dengan  adanya  lembaga  pengawas  ini,  maka  sapi  betina  yang  produktif  dapat  dicegah  untuk dipotong. Disamping itu sapi yang keluar dapat dikenai retribusi untuk kas desa.

e.   Lembaga penguat modal

Umumnya petani di pedesaan adalah tergolong petani kecil dengan penghasilan rendah. Dengan adanya lembaga penguat modal, petani peternak akan terpenuhi kebutuhannya

About these ads

1 Response so far »

  1. 1

    agribisnis said,

    Prasyarat apa saja yang harus terpenuhi agar sistem usahatani integrasi tanaman-ternak dapat berjalan dengan baik dan ekonomis ?


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: