TEORI-TEORI PERKEMBANGAN ANAK HIPERAKTIF

Penyebab hiperaktifitas tidak dapat disebutkan dengan jelas. Pada beberapa referensi penyebab terjadinya hiperaktifitas bersifat multifaktorial dimulai dari faktor genetik, perkembangan otak saat kehamilan dan perinatal, tingkat kecerdasan (IQ), terjadinya disfungsi metabolisme, ketidakteraturan hormonal, lingkungan fisik, sosial dan pola pengasuhan oleh orang tua, guru dan orang yang berpengaruh di sekitarnya.

Berdasarkan hasil observasi terhadap subjek dan hasil interview dengan orang tua, subjek dan neneknya dapat diketahui bahwa subjek mengalami gangguan hiperaktif. Hal itu juga dapat ditunjang dengan adanya kecocokan antara ciri-ciri gangguan yang dialami subjek dengan ciri-ciri gangguan yang ada di dalam teori, yaitu gejala yang sangat mencolok adalah karena kelainan letak bayi  ini merujuk pada teori yang memyebutkan bahwa kemungkinan terjadinya disfungsi Susunan saraf pusat (SSP) sebagai penyebab terjadinya hiperaktifitas, sesuai dengan  perkembangannya pada masa perinatal, disebabkan oleh salah satunya adalah, kelainan letak (presentasi bayi). Hal ini dapat diketahui dari hasil interview .

Untuk Lebih Jelasnya Silahkan Download LINK di bawah ini :

http://www.ziddu.com/download/9584685/DEDI.doc.html

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: