Archive for BUDIDAYA TANAMAN

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI DALAM BUDIDAYA WIJEN (Sesamum indicum L.) DI KECAMATAN BAKI KABUPATEN SUKOHARJO

LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka

  1. Pembangunan Pertanian

Pembangunan pertanian merupakan proses yang bertujuan untuk selalu menambah produksi pertanian bagi tiap-tiap konsumen yang sekaligus mempertinggi pendapatan dan produktivitas usaha tiap petani dengan jalan menambah modal dan skill untuk memperbesar turut campur tangan manusia di dalam perkembangan tumbuh-tumbuhan dan hewan. Upaya peningkatan produksi dan pendapatan tersebut harus selalu memperhatikan pelestarian sumber daya alam melalui kegiatan konservasi lahan dan memperhatikan sifat-sifat perkembangan tumbuhan dan hewan yang diusahakan (Mardikanto, 1994).
Menurut Wibowo (2000), pembangunan pertanian menempati prioritas utama pembangunan dalam pembangunan ekonomi nasional. Karena itu, sektor pertanian merupakan sektor utama dalam pembangunan ekonomi nasional. Kedudukan sektor pertanian dalam pembangunan ekonomi adalah cukup nyata, dilihat dari proporsinya terhadap pendapatan nasional. Berdasarkan data BPS Jakarta tahun 1998, pada tahun 1993 sumbangan sektor pertanian terhadap GDP adalah 18 %, kemudian turun menjadi 15 % pada tahun 1997. Namun dengan adanya krisis ekonomi, kembali sektor pertanian menunjukkan peranannya yang lebih besar, yaitu sumbhjangannya sebesar 17 % terhadap GDP pada tahun 1998. Selain kontribusinya melalui GDP, peran sektor pertanian dalam pembangunan nasional juga sangat luas mencakup beberapa indikator, antara lain : pertama, pertanian sebagai penyerap tenaga kerja yang terbesar; kedua, pertanian merupakan penghasil makanan pokok penduduk; ketiga, komoditas pertanian sebagai penentu stabilitas harga; keempat, akselerasi pembangunan pertanian sangat penting untuk mendorong ekspor dan mengurangi impor; kelima, komoditas pertanian merupakan bahan industri manufaktur pertanian; dan keenam, pertanian memiliki keterkaitan sektoral yang tinggi. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PETANI DALAM BUDIDAYA WIJEN (Sesamum indicum L.) DI KECAMATAN BAKI KABUPATEN SUKOHARJO

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pembangunan merupakan suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik. Pembangunan dapat dilaksanakan di berbagai bidang. Diantara pembangunan yang dilaksanakan pemerintah adalah pembangunan di bidang pertanian.
Pembangunan pertanian memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja di sektor pertanian. Pada hakekatnya pembangunan pertanian bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat yang bekerja di sektor pertanian, yang meliputi pangan dan hortikultura, perkebunan, peternakan serta perikanan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, usaha pokok pembangunan pertanian dapat ditingkatkan melalui diversifikasi pertanian. Menurut Departemen Pertanian (1981), diversifikasi pertanian adalah keanekaragaman dalam usahatani baik secara vertikal mulai dari produksi sampai pemasaran, maupun secara horizontal yang merupakan imbangan pengembangan antar berbagai komoditi dan wilayah.
Salah satu wujud dalam diversifikasi pertanian adalah dengan membudidayakan wijen (Sesamum indicum L.). Tanaman wijen dapat dibudidayakan dengan mudah di Indonesia dan merupakan komoditas pertanian yang mempunyai prospek ekonomi yang bagus. Sebagai sumber gizi, biji wijen mengandung asam lemak dan asam amino essensial yang penting. Biji wijen sangat bervariasi penggunaannya, yaitu dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku ataupun bahan pendukung dalam industri. Misalnya, dalam industri farmasi, sabun, margarine, minyak rambut, kosmetik, pestisida, percetakan, peralatan listrik, makanan, dan bahkan industri kerajinan (Sunanto, 2002).
Tanaman wijen dapat dibudidayakan di tanah pekarangan, lahan tegal maupun lahan sawah. Bentuk budidaya wijen dalam penelitian ini adalah pemanfaatan lahan sawah pada musim kemarau yang ketersediaan air amat terbatas. Kabupaten Sukoharjo merupakan daerah yang mempunyai potensi besar dalam pengembangan budidaya tanaman wijen, terlebih pada musim kemarau pada lahan sawah. Dalam perkembangannya, budidaya wijen di Kabupaten Sukoharjo telah dibudidayakan baik secara monokultur maupun polikultur (tumpang sari). Kecamatan Baki sebagai salah satu daerah pengembangan budidaya wijen secara monokultur (Sub Dinas Perkebunan Kabupaten Sukoharjo, 2004). Daerah ini mempunyai tanah yang cukup subur dan beriklim  tropis, sehingga cocok untuk budidaya wijen.
Dalam usaha diversifikasi pertanian, petani sebagai pengelola usahatani dapat memilih dan mengambil keputusan tentang usahatani yang akan dikelolanya. Dimana dalam pengambilan keputusan apakah petani akan membudidayakan wijen atau tidak, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Baik faktor internal yang berasal dari petani itu sendiri maupun faktor eksternal yang berasal dari lingkungan sekitar petani serta karakter dari inovasi (wijen). Hal itulah yang mendorong peneliti untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengambilan keputusan petani dalam budidaya wijen. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Budi Daya dan Pengolahan Hasil Kacang-Kacangan sebagai Usaha Produktif Wanita di Lahan Kering Daerah Tangkapan Hujan Waduk Kedung Ombo

Masyarakat di lahan kering waduk Kedung Ombo pada umumnya miskin dan berpendidikan rendah. Tanaman kacang-kacangan belum dikembangkan kecuali kacang tanah, walaupun sebenarnya cukup berpotensi. Oleh karena itu perlu diteliti pengembangan budi daya dan pengolahan hasil kacang-kacangan dengan sampel 50 orang wanita anggota P2WKSS dan kelompok tani, yang berkembang menjadi 124 orang pada tahun terakhir. Tujuan penelitian ini ialah mengevaluasi potensi kacang-kacangan yang dikembangkan dengan wawasan lingkungan serta mutu produk olahannya (kecap, tempe, dan produknya), yang selanjutnya diharapkan dapat menaikkan pendapatan. Baca entri selengkapnya »

Comments (1) »

Desain Prototipe Kontainer sebagai Alat Simpan Angkut Komoditas Hortikultura Segar dengan Sistem Atmosfer Terkendali

Kemerosotan mutu selama transportasi menjadi kendala dalam meningkat-kan daya saing ekspor komoditas hortikultura kita. Kontainer sebagai alat simpan sekaligus alat angkut komoditas hortikultura segar harus disesuaikan dengan sifat fisiologi komoditas yang sangat mudah rusak. Kontainer yang ada sampai saat ini hanya mempertahankan suhu saja dan masih kurang memadai dalam preservasi mutu komoditas yang diangkut. Teknologi atmosfer terkendali (CAS, controlled atmosphere storage) perlu dimanfaatkan dengan penyesuaian untuk dapat menjawab masalah di atas sekaligus berfungsi sebagai pengganti perlakuan fumigasi hama selama transportasi jarak jauh tanpa memberi pengaruh yang berarti pada konsumen. Tujuan penelitian ini ialah menerapkan teknologi CAS dan teknik kontrol otomatik (elektronika) dalam rancang bangun prototipe kontainer sebagai alat simpan angkut buah-buahan segar unggulan nasional. Penelitian ini dapat juga dikembangkan untuk komoditas hortikultura segar yang lain seperti sayur dan bunga, yang pada prinsipnya mampu memperpanjang umur simpan komoditas karena dapat mengatur lingkungan udara di dalamnya sehingga mampu mengatasi kendala jarak transportasi yang memerlukan waktu lama. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

PENGGUNAAN PUPUK UNTUK PADI DATARAN RENDAH

Padi merupakan komoditas pertanian yang banyak di usahakan oleh petani di Indonesia, karena padi merupakan komoditas penghasil bahan makanan pokok penduduk Indonesia. Padi (Oryza Sativa) adalah tanaman yang paling luas ditanam di bawah kondisi tergenang. Penggenangan tanah mempunyai pengaruh yang tegas terhadap kelakuan hara tanaman, pertumbuhan dan hasil padi. Setelah penggenangan, ketersediaan sejumlah hara untuk tanaman maningkat, sementara yang lain mengalami pengaruh yang lebih besar dari penyematan dan pengeringan tanah yang silih berganti terutama berpengaruh jelek terhadap ketersediaan sumber-sumber N dan fosfat (PO43-) pupuk maupun asli tanah. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

PUPUK DAN PEMUPUKAN TANAMAN TEMBAKAU

I.       Pendahuluan

Tanaman tembakau untuk tumbuh dengan baik sangat diperlukan oleh kondisi tanah dan iklim yang sesuai. Tanah sebagai media tumbuh dan tempat tegaknya tanaman bila terus-menerus dipergunakan akan terjadi keletihan tanah serta akan mengurangi zat makanan tanaman. Dimana unsur hara atau zat hara merupakan bahan makanan yang dibutuhkan oleh tanaman tembakau dalam jumlah yang sesuai. Kelebihan unsur hara akan menyebabkan tanaman keracunan, sebaliknya bila tanaman kekurangan unsur hara, akan menghambat proses fisiologi tanaman, akibatnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman terganggu, tanaman menjadi kerdil, layu, lemah dan mudah terserang penyakit, akhirnya akan berakibat menurunkan pros\duksi dan mutu daun tanaman tembakau yang dihasilkan. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

cara membudidayakan tanaman stevia

I. PENDAHULUAN

  1. A. Latar belakang

Tetap kontroversialnya pemakaian pemanis sintetis terjadi karena berbagai hasil penelitian mengungkapkan bahwa penggunaannya mempunyai efek yang kurang baik terhadap kesehatan dan dicurigai menjadi salah satu penyebab timbulnya penyakit kanker. Karenanya, beberapa negara telah membatasi bahkan melarang penggunaan pemanis sintetis tertentu pada aneka produk makanan maupun minuman untuk kepentingan orang banyak.

Kehadiran gula stevia dapat dijadikan alternatif yang tepat untuk menggantikan kedudukan pemanis buatan atau pemanis sintetis. Gula stevia sebagai pemanis alami, tingkat kemanisannya mampu menandingi kemanisan gula sintetis. Baca entri selengkapnya »

Comments (5) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 33 pengikut lainnya.