Pembagian lahan seluas 2 ha untuk tiap kepala keluarga di daerah trans-migrasi eks Projek Lahan Gambut Kalimantan Tengah tidak mungkin dapat diolah secara manual dengan tenaga petani itu sendiri. Sistem mekanisasi pada pengolahan tanah akan mengusik tanah yang juga akan memperlancar difusi oksigen ke dalam tanah. Difusi oksigen akan memperbaiki aerasi tanah yang berdampak pada perubahan suasana tanah. Tata air yang berfungsi sebagai saluran pengatur tanpa sistem pengatur muka air tanah dapat menyebabkan tanah rawa menjadi over drain sehingga status tanah yang semula reduktif berubah menjadi oksidatif. Proses perubahan suasana ini selalu menyebabkan pemasaman pada tanah, terlebih lagi bila dalam tanah tersebut terkandung bahan sulfidik. Untuk itu perlu dipelajari hubungan antara potensi kemasaman dengan laju pengeluaran asam pada berbagai ayunan kondisi air. Guna megurangi kontak antara asam yang timbul dan tanah, maka pembilasan perlu segera dilaksanakan. Pembilasan dapat dikerjakan dengan air biasa ataupun air yang mengandung ion. Baca entri selengkapnya »
Arsip untuk ILMU TANAH
Peningkatan Efisiensi Fosforus dan Kalium dalam Sistem Budi Daya Tanaman Pangan Lahan Kering
Teknik pemupukan yang selama ini diterapkan di Indonesia merupakan paket pemupukan nasional. Paket pemupukan tersebut tidak spesifik sehingga tingkat efisiensi penggunaan pupuk masih rendah. Saat ini belum diperoleh teknik pemupukan yang tepat dan spesifik sesuai dengan kondisi lahan yang akan digunakan. Lahan kering merupakan potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sehingga penelitian ini bertujuan mendapatkan paket teknologi baru yang tepat guna dalam sistem budi daya tanaman pangan lahan kering yang sederhana dan mudah. Tanaman uji yang digunakan ialah kedelai dan padi gogo. Baca entri selengkapnya »
Peningkatan Produktivitas Tanah Terdegradasi Melalui Teknologi Biomassa
Walaupun telah banyak metode yang direkomendasikan untuk mengolah lahan berkelanjutan, pertambahan lahan terdegradasi maupun kritis tetap terjadi. Pertambahan luas lahan menjadi lahan tidak produktif diperkirakan 0.4 juta hektar setiap tahunnya. Lahan terdegradasi (38-43 juta ha) dapat menjadi lahan kritis (13.5 juta ha) jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan perbaikan dan pencegahan terhadap lahan terdegrasi, khususnya di lahan kering di daerah Jawa Barat, diikuti analisis tanah dan penanaman kedelai pada pot. Hasilnya menunjukkan ada 6 contoh tanah yang terdegradasi dengan tingkat rendah, 5 contoh terdegradasi sedang, dan 11 contoh terdegradasi berat. Baca entri selengkapnya »
Pembudidayaan Beberapa Jenis Bambu
Pemanenan bambu terus-menerus di alam perlu diimbangi dengan penanaman dengan bibit. Penelitian mengenai budi daya bambu belum banyak dilakukan di Indonesia. Tujuan penelitian ini ialah membuat paket budi daya bambu untuk dapat melestarikan dan memproduksi rebung dan buluh dalam jumlah tinggi.
Percobaan pembibitan dilakukan di lapangan dan di laboratorium kultur in vitro. Pemupukan bibit dilakukan pada saat transplanting ke lapangan dan pada rumpun sampai dengan umur 3 tahun pada bambu ampel hijau dan 4 tahun pada bambu betung dan andong yang dikombinasikan dengan pemanenan rebung dan percobaan irigasi. Baca entri selengkapnya »
Penapisan Kultivar Padi Gogo Toleran terhadap Keracunan Al dan Hibridisasi Antarkultivar dalam Peningkatan Daya Hasil dan Toleransinya terhadap Tanah Masam
Keracunan aluminium mengakibatkan hasil padi gogo pada tanah masam menjadi rendah. Penanaman varietas padi gogo unggul toleran Al merupakan cara yang paling murah dan mudah dilaksanakan petani. Pemuliaan untuk mendapatkan varietas unggul toleran Al dan informasi ilmiah yang mendukung kegiatan pemuliaan merupakan masalah yang harus dipecahkan. Tujuan penelitian ini ialah mendapatkan galur murni padi gogo unggul yang toleran Al dan berdaya hasil tinggi pada tanah masam, studi fisiologi dan genetika tanaman padi gogo pada kondisi cekaman Al. Baca entri selengkapnya »