Ekstrak daun Jintan mengandung sejumlah bahan-bahan kimiawi yang mempunyai aktivitas sebagai antialergi, antiasma, antiinflamasi, antiprostaglandin dan anti histamin. Sehingga dapat digunakan sebagai obat untuk mencegah dan mengobati penyakit-penyakit alergi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh ekstrak daun Jintan terhadap jumlah sel limfosit CD4+ dan eosinofil bronkhus pada mencit model asma kronik.
Mencit Balb/C disensitisasi i.p pada hari ke-4 dengan 0,15 cc OVA dalam Al(OH)3/mencit dari 2,5 mg OVA yang dilarutkan pada 7,75 ml Alumunium hidroksida. Pada hari ke-20 dipapar lagi dengan 0,15 cc OVA dalam PBS/mencit secara i.p dari 2,5 mg yang dilarutkan pada 10 ml PBS. Pemaparan OVA aerosol (50 mg OVA dalam 50 ml PBS) diberikan pada hari ke-26, 30, 33, 39 and 46. Mencit dikorbankan 24 jam setelah akhir pemaparan OVA, kemudian bronkhus dibuat slide dengan pewarnaan imunohistokimia untuk menghitung jumlah sel limfosit CD4+ dan pengecatan HE untuk sel eosinofil.
Analisis data dengan one way Anova dilanjutkan post Hoc analysis untuk menentukan perbedaan secara signifikan dengan p < 0.05. Jumlah sel limfosit CD4+ masing-masing adalah kelompok kontrol negatip 1.33 ± 0.58 sel, kelompok daun Jintan 8.67 ± 0.58 sel, kelompok OVA 17.00 ± 1.00 sel dan kelompok kontrol positip 7.33 ± 1.16 sel. Sedangkan, jumlah sel eosinofil masing-masing adalah kelompok kontrol negatip 1.67 ± 0.58 sel, kelompok daun Jintan 5.67 ± 0.58 sel, kelompok OVA 10.67 ± 1.53 sel dan kelompok kontrol positip 4.33 ± 0.58 sel.
Ekstrak daun Jintan mampu menurunkan jumlah sel limfosit CD4+ dan eosinofil (p< 0.05). Kemampuannya dalam menurunkan jumlah sel limfosit CD4+ dan eosinofil sebanding dengan kelompok kontrol positip (p> 0,05). Ekstrak daun Jintan mampu menurunkan jumlah sel limfosit CD4+ dan eosinofil pada mencit model asma kronik.