Arsip untuk PENDIDIKAN

ANALISIS GLOBAL DARI SISTEM PEMANGSA-MANGSA DENGAN RESPON FUNGSIONAL MICHAELIS-MENTEN

Model mangsa-pemangsa dengan respon fungsional Michaelis-Menten menjelaskan suatu ekosistem yang terdiri dari tiga komponen yaitu tanaman, mamalia kecil dan karnivora pemakan mamalia kecil. Keseimbangan ekosistem ini dapat dikontrol jika persediaan tanaman memadai. Kestabilan global di dalam sistem mangsa-pemangsa menjadi masalah sistematis yang menarik. Jika dalam sistem tersebut tercapai kestabilan, kelangsungan hidup mangsa dan pemangsa dapat dipertahankan.

Pada penelitian ini akan ditentukan syarat cukup kestabilan global dari sistem mangsa-pemangsa dengan respon fungsional Michaelis-Menten beserta interpretasi biologinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah teoritis-simulasi, dengan cara mempelajari karya-karya ilmiah yang telah dihimpun, yang merupakan materi penelitian. Selanjutnya, hasil penelitian dituangkan dalam bentuk teorema dan lemma serta simulasi numerik.

Sebagai kegiatan analisis hasil penelitian dilakukan diskusi atau seminar dengan para pakar terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kestabilan global : (a) di titik kesetim-bangan tercapai pada interval ; (b) di titik kesetimbangan dengan dan tercapai pada interval untuk suatu . Kestabilan global memberikan interpretasi bahwa kehidupan ekosistem dalam keadaan terkendali secara luas dalam waktu yang tak terbatas.

Komentar bertahan »

Pembelajaran Numerik Berbasis Web Interaktif Menggunakan MATLAB Webserver

Aplikasi berbasis web memberikan kemudahan akses informasi karena memungkinkan setiap orang di dunia dapat mengakses informasi yang diinginkan kapan saja dan dimana saja tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Salah satu pemanfaatan aplikasi berbasis web yaitu digunakan sebagai media pembelajaran. Manfaat utama yang diperoleh hal ini yaitu kemudahan siswa dalam mengakses informasi setiap saat dan dimana saja, sehingga tidak hanya mengandalkan tatap muka di kelas.

Pembelajaran numerik menggunakan MATLAB sebagai alat bantu komputasi tentunya tidak menjadi masalah dan akan efektif apabila dilaksanakan dalam ruang laboratorium komputer yang setiap komputernya sudah terinstal MATLAB. Selain itu waktu, ruang, dan jumlah komputer yang disediakan juga cukup memadai. Namun dalam kenyataannya tentu saja waktu, ruang, sarana dan prasarana dalam kelas atau laboratorium komputer adalah terbatas.

Hal ini dapat menjadikan ketidakefektifan proses pembelajaran. Pada penelitian ini telah dikembangkan aplikasi berbasis web yang menggunakan MATLAB webserver untuk pembelajaran numerik sebagai alat bantu untuk komputasi. Dengan adanya aplikasi ini, akan dapat mengefisiensikan biaya dan juga waktu dalam operasional pembelajaran. Selain itu, manfaat dari aplikasi ini adalah memungkinkan siswa mampu menggali lebih banyak tentang konsep numerik karena eksperimen numerik dapat dengan mudah dilakukan serta didukung dengan representasi grafik.

Komentar bertahan »

PEMROSESAN INFORMASI PADA PROSES BERPIKIR DALAM BELAJAR GEOMETRI

Geometri merupakan salah satu bidang kajian matematika yang penting, namun pada prakteknya ternyata masih banyak ditemukan kesulitan belajar geometri dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Untuk dapat melihat sejauh mana keterlibatan individu secara aktif dalam belajar tidaklah cukup hanya dilihat dari performannya saja, namun perlu diamati proses belajarnya, karena belajar berkaitan dengan ide-ide maka berkaitan dengan kegiatan berpikir.

Dimana dalam proses berpikir terdapat pula pemrosesan informasi yang melibatkan aktivitas kognitif. Berkaitan dengan proses belajar dalam Geometri maka pada setiap fase tentunya akan terjadi pemrosesan informasi pula yang berimplikasi pada representasi hasil pemikiran tersebut. Secara tidak langsung dapat dikatakan bahwa pemrosesan informasi yang terjadi pada proses berpikir akan berpengaruh pula pada keberhasilan dan atau kegagalan dalam belajar Geometri. Berkaitan dengan keberhasilan dan kegagalan dalam belajar geometri dalam penelitian ini akan dilihat bagaimana proses informasi berlangsung dalam belajar geometri.

Sejalan dengan tujuan penelitian ini maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pelitian penelitian kualitatif. Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini, maka bentuk penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini tidak ada hipotesis dan data yang akan dihasilkan adalah data deskriptif yang berupa kata tertulis atau lisan. Subyek dalam penelitian ini terdiri dari 30 mahasiswa jurusan Pendidikan Matematika FKIP UNS. Sesuai dengan kaerakteristik data yang bersifat kualitatif maka strategi penelitian ini menggunakan metode deskriptif kulitatif.

Pengambilan datanya akan menggunakan metode obeservasi, wawancara, tes dan angket terbuka. Observasi dilakukan untuk mengetahui proses belajar siswa di dalam kelas kemudian wawancara dan angket dilakukan untuk menggali informasi tentang pemrosesan informasi yang dialami oleh siswa saat belajar. Sedangkan untuk tahap yang kedua, observasi, wawancara intensif, tes dan angket terbuka dilakukan untuk menggali data tentang pemrosesan informasi dalam berpikir di saat siswa menyelesaikan masalah geometri. Data yang diperoleh akan dideskripsikan atau diurakan yang kemudikan dianalisis dan divalidasi lebih lanjut untuk menarik kesimpulan.

Hasil penelitian yang adalah, pemrosesan informasi saat proses berpikir dalam belajar geometri terdiri dari tiga fase yaitu, fase pengumpulan informasi, fase pengelolaan informasi, dan fase pemberian makna. Masing-masing fase di pengaruhi oleh keberhasilan proses penyimpanan informasi dalam model-model ingatan baik ingatan jangka pendek, ingatan jangka panjang dan ingatan semantik dalam proses belajar geometri, selain itu kemampuan berpikir geometri juga memberikan pengaruh pada proses pengelolaan informasi, yaitu kegagalan dalam memproses informasi dapat menyebabkan kegagalan pada proses berpikir geometri yang berimplikasi pada ketidak berhasilan belajar geometri

Komentar bertahan »

Penerapan Metode Pembelajaran Peta Konsep Dalam Upaya Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan Soal Trigonometri Siswa Kelas XI SMA

Inti permasalahan pada kompetensi materi pokok trigonometri kelas XI SMA adalah bagaimana siswa menyelesaikan soal-soal trigonometri dengan menerapkan rumus-rumus yang ada. Namun di pihak lain, kenyataan menunjukkan bahwa masih banyak siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal trigonometri.

Metode pembelajaran peta konsep merupakan salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika sehingga lebih memudahkan siswa dalam memahami dan menyelesaikan soal-soal trigonometri. Pada pembelajaran peta konsep, siswa akan menemukan hubungan antar konsep dengan cara memvisualisasikan secara terstruktur kaitan antar konsep sehingga lebih bermakna bagi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa kelas XI SMA dalam menyelesaikan soal trigonometri.

Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Weru Sukoharjo tahun pelajaran 2008/2009. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan tindakan kelas yang terbagi dalam 3 siklus.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan metode pembelajaran peta konsep, kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal trigonometri meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan perolehan nilai siswa di atas 70 dari siklus ke siklus berikutnya selalu mengalami peningkatan.

Komentar bertahan »

Analisis Miskonsepsi Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran Matematika

Tujuan ini adalah membuat deskripsi tentang karakter miskonsepsi siswa Sekolah Dasar di kecamatan Wonosari kabupaten Klaten, pada materi geometri. Sedemikian hingga diharapkan dalam pelaksanaannya dari karakter miskonsepsi yang diperoleh dapat digunakan sebagai acuan baik untuk siswa maupun guru dalam mengatasi adanya miskonsepsi tersebut.

Sejalan dengan tujuan tersebut, alternatif pendekatan yang digunakan adalah studi deskriptif, yaitu untuk menjelaskan atau menganalisis miskonsepsi yang terjadi pada siswa dalam mengerjakan soal berdasarkan data yang diperoleh. Subyek dalam penelitian adalah seluruh siswa Kelas V dari 5 Sekolah Dasar yang dipilih secara random dari 41 Sekolah Dasar di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Kelima Sekolah Dasar yang terpilih sebagai subyek penelitian adalah SDN Bener I, SDN Gunting I, SDN Sidowarno II, SDN Jelobo III dan SDN Kingkang II.

Sedangkan untuk analisis data menggunakan teknik triangulasi dengan membandingkan data hasil observasi, hasil wawancara dan hasil tes. Hasil penelitian ini adalah terjadinya miskonsepsi untuk materi geometri pada pokok bahasan bangun datar yang mencapai 39.33% dari total responden, dengan perincian : konsep teoritikal (47.57 %), konsep klasifikasional (27.67%) dan konsep korelasional (24.76%).

Penyebab terjadinya miskonsepsi siswa untuk materi geometri pada pokok bahasan bangun datar antara lain : 1) Dalam penyampaian materi, guru kurang menekankan pada penguasaan konsep. 2)Guru kurang variatif dalam memberikan contoh soal atau latihan dan jarang sekali mengkaitkan pada masalah kontekstual. 3) Siswa cenderung menghafal rumus dalam mempelajari geometri.. 4) Kurang aktifnya siswa dalam berlatih mengerjakan soal-soal latihan yang variatif.

Komentar (4) »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.