II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teori
1.Difusi inovasi
Difusi dapat diartikan sebagai suatu proses di mana suatu ide-ide baru (yang biasanya disebut sebagai inovasi) disebarkan pada individu atau kelompok dalam suatu sistem sosial tertentu. Dengan demikian sebelum seseorang melakukan suatu adopsi, maka proses difusi berjalan lebih dahulu; dengan kata lain cepat tidaknya adopsi inovasi banyak dipengaruhi oleh cepat tidaknya proses yang terjadi dalam difusi inovasi (Soekartawi,1988).
Roger (1958) dalam Soekartawi (1988) mengemukakan bahwa dalam proses difusi inovasi ada empat elemen penting yang satu sama lain berkaitan, yaitu: (a) adanya inovasi, (b) adanya komunikasi, baik antar individu, antar kelompok maupun antar individu dan kelompok, (c) adanya suatu sistem sosial tertentu dan (d) adanya kesenjangan waktu (Soekartawi, 1988).
Proses difusi inovasi adalah, perembesan adopsi inovasi dari satu individu yang telah mengadopsi ke individu yang lain dalam sistem sosial masyarakat sasaran yang sama. Berlangsungnya proses difusi inovasi sebenarnya tidak berbeda dengan proses adopsi inovasi. Bedanya adalah, jika dalam proses adopsi pembawa inovasinya berasal dari “ luar “ sistem sosial masyarakat sasaran, sedang dalam proses difusi, sumber informasi berasal dari dalam sistem sosial masyarakat sosial itu sendiri. Seperti diatas sudah dikemukakan, kecepatan adopsi (dan difusi) juga tergantung kepada aktivitas yang dilakukan oleh penyuluh sendiri (Mardikanto, 1996).
Menurut Roger dan Shoemaker dalam Abdillah H. (1986) difusi adalah tipe khusus komunikasi. Difusi merupakan proses dimana inovasi tersebar kepada anggota suatu sistem sosial. Pengkajian difusi adalah telaah tentang pesan-pesan yang berupa gagasan baru, sedangkan pengkajian komunikasi meliputi telaah tentang pesan-pesan yang berupa gagasan baru, sedangkan pengkajian komunikasi meliputi telaah terhadap semua bentuk pesan. Unsur-unsur difusi (penyebaran) ide-ide baru adalah : (1) inovasi yang (2) dikomunikasikan melalui saluran tertentu (3) dalam jangka waktu tertentu, kepada (4) anggota sistem sosial. Unsur waktu merupakan unsur yang membedakan difusi dengan tipe riset komunikasi lainnya.
a). Inovasi
Inovasi adalah gagasan, tindakan atau barang yang dianggap baru oleh seseorang. Tidak menjadi soal, sejauh dihubungkan dengan tingkah laku manusia, apakah ide itu betul-betul baru atau tidak jika diukur dengan selang waktu sejak digunakannya atau ditemukannya pertama kali. Kebaruan inovasi itu diukur secara subyektif, menurut pandangan individu yang menangkapnya. Jika sesuatu ide dianggap baru oleh seseorng maka ia adalah inovasi (bagi orang itu). “Baru “ dalam ide yang inovatif tidak berarti harus baru sama sekali. Suatu inovasi mungkin telah lama diketahui oleh seseorang beberapa waktu yang lalu (yaitu ketika ia ‘kenal’ dengan ide itu) tetapi ia belum mengembangkan sikap atau tidak suka terhadapnya, apakah ia menerima atau menolaknya (Hanafi, 1987).
Ada 5 macam sifat inovasi. Setiap sifat secara empiris mungkin saling berhubungan satu sama lain tetapi secara konseptual mereka itu berbeda. Kelima sifat itu ialah : (1) keuntungan relatif, (2) kompatibilitas, (3) kompleksitas, (4) trialabilitas, dan (5) observabilitas. Keuntungan relatif adalah tingkatan dimana suatu ide baru dianggap suatu yang lebih baik daripada ide-ide yang ada sebelumnya. Tingkat keuntungan relatif seringkali dinyatakan dengan atau dalam keuntungan ekonomis. Kompatibilitas adalah sejauh mana suatu inovasi dianggap konsisten dengan nilai-nilai yang ada, pengalaman masa lalu dan kebutuhan penerima. Kompleksitas adalah tingkat dimana suatu inovasi dianggap relatif sulit untuk dimengerti dan digunakan. Triabilitas adalah suatu tingkat dimana suatu inovasi dapat dicoba dengan skala kecil. Observabilitas adalah tingkat dimana hasil-hasil suatu inovasi dapat dilihat oleh orang lain (Hanafi, 1987) Baca entri selengkapnya »