IDENTIFIKASI IMPACT POINT

  1. Impact Point Teknis
    1. Penyusunan instrumen
Kegiatan Keterangan Aktual rekomendasi
  • benih
  • bercocok tanam
  • pemupukan
  • penyiangan
  • pengairan
Varietas unggul (30)

Varietas lokal (25)

Larikan(28)

Tidak larikan(22)

Sesuai dosis(45)

Tidak sesuai dosis(25)

Tepat waktu(26)

Tidak tepat waktu(20)

Sampai ke petakan(15)

Tidak sampai ke petakan(17)

60

40

50

50

25

75

55

45

48

52

Tdk tjd impack point

Tdk tjd impack point

Tjd impact point

Tdk tjd impack point

Tdk tjd impack point

Impact point teknis terjadi pada

  1. Penerapan sampel

Lokasi pengambilan sampel adalah Desa Kebonromo. Kelompok tani yang diambil sampel adalah Kelompok Tani Tunas Harapan dan Kelompok Tani Sri Rejeki. Sampel yang diambil sebanyak 50 orang/responden.

  1. Pengolahan data

Hal-hal yang berkaitan dengan produksi antara lain; pemilihan benih, cara bercocok tanam, pemupukan, penyiangan, dan pengairan. Masing-masing proses akan diberi skor untuk membedakan masing-masing metode yang digunakan dalam setiap prosesnya.

Dalam pemilihan benih, 40 orang menggunakan varietas unggul dan 10 orang menggunakan varietas lokal. Bagi responden ynag menggunakan varietas unggul mendapat skor 15 dan varietas lokal mendapat skor 7. berarti sebagian besar  responden sudah menggunakan varietas unggul yang dianjurkan.

Bercocok tanam yang dilakukan adalah dengan larikan dan tidak larikan. Cara bercocok tanam dengan larikan dinilai lebih baik dengan skor 20 dibanding tidak larikan tidak larikan dengan skor 10. seluruh responden bercocok tanam dengan larikan. Dengan demikian sistem larikan sudah diterapkan oleh semua responden.

Selanjutnya, responden yang melakukan pemupukan sesuai dosis sebanyak 35 orang dengan skor 20 dan responden yang melakukan tidak sesuai dosis sebanyak 15 orang dengan skor 10. sebagian besar responden sudah dengan dosis anjuran/rekomendasi.

Begitu pula dengan penyiangan, sebanyak 33 responden melakukan penyiangan tepat waktu dan 17 orang melakuakan penyiangan tidak tepat waktu. Walaupun pemilihan benih, cara bercocok tanam, penyiangan, dan pemupukan yang dilakukan responden sebagian besar sudah sesuai akan tetapi pengairan yang tidak seluruhnya sampai ke petakan sawah masing-masing menjadi kendala. Karena air sebagai sarat kelangsungan pertumbuhan tanaman, berarti kelangsungan tanaman kurang terjamin yang menyebabkan produksi juga kurang bisa terjamin. Hal ini ditunjukkan dengan hanya 10 orang yang pengairannya sampai ke petakan.

  1. Penarukan kesimpulan

Dalam kegiatan produksi, selain pemilihan benih; cara bercocok tanam; pemupukan; dan penyiangan yang sesuai, hal yang sangat perlu diperhatikan adalah masalh pengairan sebagai penunjang pertumbuhan tanaman agar produksi sesuai dengan harapan.

  1. Impact Point Ekonomi
    1. Penyusunan instrumen
Kegiatan Keterangan Jawaban
Ya Tidak
Jumlah Jumlah
  • Perencanaan usaha tani
  • Pengelolaan usaha tani
  • Analisis usaha tani
–    identifikasi kebutuhan pasar

–    identifikasi jaringan ketersediaan agroinput

–    menyusun kalender usaha tani

–    membuat perencanaan dan rencana kerja

–    membuat pembukuan usaha tani

–    menghitung margin pemasaran

–    membuat catatan mengenai harga komoditas

–    menghitung efisiensi pemasaran

–    menghitung biaya usaha tanaman pangan

–    menghitung hasil usaha

–    menghitung pendapatan keluarga

–    menghitung keuntungan usaha

–    membuat analisis B/C rasio

11

50

50

42

2

38

2

41

50

50

11

0

9

39

0

8

48

12

48

19

0

0

39

50

41

Skor tertinggi : 356

Skor terendah : 294

→ impact point ekonomi : tidak menghitung keuntungan usaha (50 orang)

  1. Penerapan sampel

Lokasi pengambilan sampel adalah Desa Kebonromo. Kelompok tani yang diambil sampel adalah Kelompok Tani Tunas Harapan dan Kelompok Tani Sri Rejeki. Sampel yang diambil sebanyak 50 orang/responden.

  1. Pengolahan data

Identifikasi impact point ekonomi meliputi : perencanaan usaha tani, pengelolaan usaha tani, dan analisis usaha tani. Penyusunan instrumen disini menggunakan jawaban “ya” dan “tidak”.

Dalam perencanaan usaha tani, sebagian besar sudah dilakukan. Yaitu: identifikasi kebutuhan pasar, identifikasi jaringan ketersediaan agroinput, menyusun kalender usaha tani, membuat perencanaan dan rencana kerja. Akan tetapi ada 39 orang yang tidak melakukan identifikasi kebutuhan pasar sehingga pasar bukan menjadi tujuan budidaya. Biasanya mereka adalah petani subsisten yang produksinya tidak untuk dijual melainkan dikonsumsi sendiri. Ada 8 orang yang tidak membuat perencanaan program dan rencana kerja.

Pengelolaan usaha tani meliputi: membuat pembukuan usaha tani, hanya 2 orang yang melakukannya dan sisanya tidak mebuat pembukuan. Sebanyak 38 orang menghitung margin pemasaran. Pencatatan harga komoditas sebagian besar tidak dilakukan oleh responden, hanya 2 orang yang melakukan pencatatan harga komoditas. Akan tetapi sebanyak 41 orang menghitung efisiensi pemasaran. Dalam pengelolaan usaha tani sebagian responden menjawab “tidak”.

Demikian halnya denga analisis usaha tani, sebagian besar responden menjawab “tidak”. Jawaban “ya”, diberikan seluruh responden dalam menghitung biaya usaha tanaman pangan dan dalam penghitungan hasil usaha sebaliknya. Jawaban “tidak” dari seluruh responden dalam menghitung keuntungan usaha. Sedangkan sebagian besar responden tidak menghitung pendapatan maupun keuntungan keluarga. Dengan demikian, hal inilah yang menyebabkan produksi pertaniaannya hanya sekedar mencukupi kebutuhan atau bahkan kurang mencukupi. Akan tetapi belum bisa sebagai kebanggan yang mensejahterakan keluarga/masyarakat tani dan bisa menjadi andalan di pasar.

  1. Penarikan kesimpulan

Dalam usaha tani, selain pengelolaan usaha tani yang maksimal dan perencanaan yang matang perlu juga dilakukan analisis usaha tani karena dari analisis dapat menentukan langkang-langkah perbaikan yang harus dilakukan di musim tanam berikutnya dari musim tanam saaat ini jika terdapat kekurangan.

  1. Impact Point Sosial
    1. Penyusunan instrumen
Kegiatan Keterangan Jawaban
Ya/baik Tidak/buruk
Jumlah Jumlah
  • Dinamika kelompok
  • Dinamika organisasi sosial
  • Kepemimpinan
–    Penghayatan tujuan kelompok

–    Mengembangkan dan membina kelompok

–    Menumbuhkan iklim kelompok

–    Koordinasi

–    Pengawasan

–    Supervisi

–    Mengatasi konflik

–    Hubungan pimpinan dan anggota

–    Struktur tugas

–    Kedudukan

25

19

48

30

24

21

25

26

42

40

25

31

2

20

26

29

25

24

8

10

Skor tertinggi : 300

Skor terendah : 200

→ impact point sosial : tidak/buruknya partisipasi kelompok dalam mengembangkan dan membina kelompok (31 orang)

  1. Penerapan sampel

Lokasi pengambilan sampel adalah Desa Kebonromo. Kelompok tani yang diambil sampel adalah Kelompok Tani Tunas Harapan dan Kelompok Tani Sri Rejeki. Sampel yang diambil sebanyak 50 orang/responden.

  1. Pengolahan data

Impact point sosial meliputi : dinamika kelompok, dinamika organisasi  sosial dan kepemimpinan. Disini responden diminta untuk memberikan jawaban dalam bentuk “ya/baik” atau “tidak/buruk”.

Dinamika kelompok meliputi kegiatan : penghayatan tujuan kelompok, mengembangkan dan menbina kelompok, dan menumbuhkan iklim kelompok. Sebanyak 25 orang menjawab penghayatan tujuan kelompok “ya/baik” dan sisanya menjawab “tidak/buruk”. Tetapi dalam pengembangan dan pembinaan kelompok, 31 orang menjawab “tidak/buruk”. Hal inilah yang menimbulkan permasalahan. Sedangkan 48 orang menjawab “ya/baik” dalam mengembangkan iklim kelompok.

Dalam dinamika organisasi sosial, koordinasi yang ada dirasa “ya/baik” oleh 30 orang. Pengawasan dan supervisi dikatakan “ya/baik” oleh masing-masing 21 dan 24 orang sedang 29 dan 26 orang menyatakan “tidak/buruk”. Dalm mengatasi konflik 25 orang menyatakan “ya/baik” dan sisanya menyatakan “tidak/buruk”.

Kepemimpinan terdiri atas hubungan pimpinan dan anggota, struktur tugas, dan kedudukan pemimpin. Sebagian besar responden menyatakan ketiganya “ya/baik”.

  1. Penarikan kesimpulan

Dari impact point sosial yang terdiri atas dinamika kelompok, dinamika organisasi  sosial dan kepemimpinan, permasalahn terletak pada buruknya pengembangan dan pembinaan kelompok dengan rendahnya pertisipasi kelompok.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: