INOVATIF DAN KATEGORI ADOPTER KOMUNIKASI PERTANIAN

Individu di dalam sistem sosial tidak mengadopsi suatu inovasi pada waktu yang sama. Melainkan, mereka mengadopsi di dalam suatu urutan lembur, sedemikian sehingga individu dapat digolongkan ke dalam kategori adopter atas dasar ketika mereka pertama mulai menggunakan suatu gagasan baru. Kita bisa menguraikan masing-masing orang yang mengadopsi individu di dalam suatu sistem dalam kaitan dengan waktu adopsi, tetapi ini akan sangat membosankan. Itu jauh lebih efisien untuk menggunakan kategori orang yang mengadopsi terdiri dari individu dengan suatu derajat tingkat inovatif serupa.

Kita mengetahui lebih banyak tentang inovasi yaitu derajat tingkat kepada perorangan atau unit lain dari adopsi secara relatif lebih awal mengadopsi gagasan baru dibanding anggota suatu syatem yang lain, dibanding sekitar konsep lain di dalam riset difusi. Sebab inovatif ditingkatkan adalah sasaran para agen perubahan yang utama, itu menjadi variabel dependent yang utama di dalam riset difusi. Inovatif menandai adanya perubahan tingkah laku terang, tujuan yang terakhir yaitu kebanyakan program difusi, dibanding/bukannya teori yang baru atau tindakan yang seringkali berubah. Maka inovatif adalah suatu garis alas tentang jenis perilaku di dalam proses pembauran.

Bab ini menyarankan suatu metoda yang dapat menggolongkan adopter dan mempertunjukkan kegunaan dari teknik ini dengan temuan riset tentang karakteristik kategori adopter.

Menggolongkan Kategori Adopter atas dasar Inovatif

Sebutan/Judul kategori adopter sama ketika seperti  riset difusi tentang diri mereka. Ketidak-Mampuan riset pada awal tentang riset difusi untuk bermufakat merupakan suatu landasan di dalam menugaskan istilah menuju/mendorong jumlah yang banyak tentang uraian adopter ini.

  • Kurva Kewajaran Dan Adopsi

Waktunya unsur proses pembauran ini mengijinkan kami untuk menggolongkan kategori adopter dan untuk menggambar difusi dalam kurva yang membengkok. Adopsi dari suatu inovasi  pada umumnya mengikuti suatu garis normal, Kurva S- shaped membengkok ketika direncanakan dari waktu ke waktu atas suatu basis frekwensi. Jika  kumulatif jumlah adopter direncanakan, hasil adalah suatu kurva shaped yang  membengkok.

  • Metoda Penggolongan Adopter

Pencarian Seseorang untuk menstandardisasi  kategori adopter harus memutuskan: ( 1)atas banyaknya kategori adopter, ( 2) atas pembagian  anggota suatu sistem kepada  setiap kategori dan ( 3) atas penggunaan  metoda, bulatan statistik jika tidak melukiskan kategori adopter..

Ukuran untuk penggolongan adopter adalah secara inovatif dimana derajat tingkat bagi yang mana  perorangan atau unit lain tentang adopsi secara relatif lebih awal mengadopsi gagasan baru dibanding anggota suatu sistem sosial yang lain. Inovatif adalah suatu dimensi sanak keluarga, di dalam perorangan mempunyai lebih atau lebih sedikit tentangnya dibanding orang lain di dalam suatu sistem. Inovatif adalah suatu variabel berlanjut, dan penyekatan itu, ke dalam kategori adalah suatu alat konseptual, banyak seperti membagi rangkaian suatu status sosial ke dalam bagian atas, pertengahan, dan kelas lebih rendah. . seperti itu penggolongan adalah suatu penyederhanaan yang membantu pemahaman tingkah laku manusia, walaupun itu ada beberapa informasi sebagai hasil untuk dapat menggolongkan individu.

Kategori Adopter sebagai suatu  Jenis yang Ideal

Kelima kategori adopter memasang peranan di dalam bab ini adalah jenis ideal. Jenis ideal adalah konseptual yang didasarkan pada pengamatan atas kenyataan yang dirancang untuk membuat perbandingan mungkin. Jenis ideal bukan sekedar suatu rata-rata dari semua pengamatan tentang suatu kategori adopter. Kita sekarang menyajikan suatu ikhtisar nilai-nilai dan karakteristik yang dominan dari tiap kategori adopter akan jadi dapat diikuti oleh  penyamarataan yang lebih terperinci.

  • Pembaharu: Berani, suka bertualang

Berani, suka bertualang hampir suatu obsesi dari agen pembaharu. Hal Ini menarik akan adanya gagasan baru mereka ke luar dari suatu lingkaran jaringan panutan yang lokal dan ke dalam hubungan sosial yang lebih dari orang yang kosmopolit. Pola komunikasi Dan Persahabatan antar suatu persekongkolan pembaharu adalah umum, walaupun begitu jarak geografis antara pembaharu mungkin pantas untuk dipertimbangkan. Menjadi innovator mempunyai beberapa prasyarat. Kendali ttg sumber daya keuangan substansiil adalah sangat menolong untuk dapat menyerap kerugian yang mungkin dari suatu inovasi tak menguntungkan. Kemampuan untuk memahami dan menerapkan  berlaku dalam  pengetahuan teknis yang kompleks adalah juga diperlukan. Pembaharu harus mampu mengatasi derajat tinggi ketidakpastian tentang suatu inovasi ketika mengadopsi.

  • Awal Adopter: Menghormati

Awal orang yang mengangkat menjadi lebih terintegrasi di dalam bagian dari sistem sosial yang lokal dibanding dengan innovators.Dimana pembaharu adalah orang yang kosmopolit awal adopter adalah tempat. Awal adopter dapat menjadi orang yang terhormat oleh panutannya, dan adalah perwujudan dari  penggunaan dari suatu ide yang sukses. Baru. Adopter baru mengetahui bahwa untuk melanjutkan agar mendapat penghargaan para rekan kerja ini dan untuk memelihara suatu posisi pusat di dalam  jaringan komunikasi sistem, ia atau dia harus membuat keputusan inovasi yang bijaksana.

  • Awal Mayoritas: Sengaja

Awal mayoritas mengadopsi gagasan baru tepat sebelum rata-rata anggota suatu system. Awal mayoritas saling berhubungan sering dijadikan sebagai panutan mereka. Tetapi jarang memegang/menjaga posisi kepemimpinan pendapat di dalam suatu sistem. Awal mayoritas posisi unik antara yang sangat awal dan secara relatif terlambat untuk mengadopsi buatan merekanya yang merupakan suatu mata rantai penting di dalam proses pembauran.

  • Mayoritas Akhir-Akhirnya: Skeptis

Mayoritas mengadopsi gagasan baru hanya atau baru saja setelah rata-rata anggota suatu sistem. Seperti awal  mayoritas menyusun sepertiga anggota suatu sistem. Adopsi mungkin adalah kedua-duanya suatu tuntutan ekonomi untuk mayoritas, dan hasil untuk meningkatkan jaringan memaksa dari panutan. Inovasi didekati dengan suatu skeptis dan menjadi perhatian dan mayoritas tidak mengadopsi sampai hampir semua sistem mereka.

  • Orang terlambat; Tradisional

Orang terlambat adalah yang terakhir di dalam suatu sistem sosial untuk mengadopsi suatu inovasi. Mereka menguasai hampir tidak ada pendapat kepemimpinan. Orang terlambat adalah kebanyakan pandangan lokal mereka dari semua kategori adopter: banyak yang mengisolasikan di dalam jaringan sosial dari sistem mereka.

Karakteristik Kategori Adopter

Suatu riset yang sangat besar tentang literatur telah mengumpulkan beberapa variabel berhubungan dengan inovatif. Di sini kita meringkas riset difusi ini dalam deretan penyamarataan di bawah ini ada tiga judul: ( 1) status ekonomi-sosial ( 2) kepribadian menilai dan ( 3) perilaku komunikasi.

  • Karakteristik Ekonomi-Sosial
  1. Orang yang mengangkat lebih awal tidaklah berbeda dari orang yang mengangkat kemudiannya di dalam umur atau jaman
  2. Orang yang mengangkat lebih awal mempunyai pendidikan formal yang lebih tinggi dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  3. Orang yang mengangkat lebih awal lebih mungkin terpelajar dibanding dengan orang yang mengangkat kemudiannya
  4. Orang yang mengangkat lebih awal mempunyai status sosial lebih tinggi dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  5. Orang yang mengangkat lebih awal mempunyai suatu derajat tingkat dari mobilitas sosial menaik dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  6. Orang yang mengangkat lebih awal mempunyai unit lebih besar ( bertanilah, sekolah, perusahaan dan seterusnya)

Apakah pembaharu menginovasi sebab mereka adalah lebih kaya atau adalah lebih kaya sebab mereka menginovasi? Jawaban bagi penyebab ini dan pertanyaan efek tidak bisa dijawab semata-mata atas dasar ketersediaan data bersekat-sekat. Tetapi ada pertimbangan dapat dimengerti mengapa inovatif dan status sosial bertukar-tukar bersama-sama.

  • Variabel Kepribadian

Variabel Kepribadian berhubungan dengan inovatif belum menerima perhatian riset penuh, sebagian karena berbagai kesulitan di (dalam) mengukur dimensi kepribadian di dalam wawancara bidang.

  1. Orang yang mengangkat lebih awal mempunyai empati lebih

dibanding orang yang mengangkat kemudiannya

  1. Orang yang mengangkat lebih awal mungkin adalah lebih sedikit dogmatis dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  2. Orang yang mengangkat lebih awal mempunyai suatu kemampuan lebih besar untuk berhubungan dengan abstrak dibanding lakukan kemudian
  3. Orang yang mengangkat lebih awal mempunyai rasionalitas alat parutan dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  4. Orang yang mengangkat lebih awal mempunyai kecerdasan/inteligen lebih besar dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  5. Orang yang mengangkat lebih awal mempunyai suatu perilaku yang lebih baik ke arah perubahan dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  6. Orang yang mengangkat lebih awal menjadi lebih baik mampu mengatasi dengan tidak tertentu dan mengambil resiko dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  7. Orang yang mengangkat lebih awal mempunyai suatu sikap yang lebih baik ke arah ilmu pengetahuan dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  8. Orang yang mengangkat lebih awal adalah lebih sedikit fatalistis dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  9. Orang yang mengangkat lebih awal mempunyai cita-cita lebih tinggi untuk pendidikan formal, jabatan;pendudukan dan seterusnya) dibanding orang yang mengangkat kemudiannya.
  • Perilaku Komunikasi

Kita dapat menyatakan penyamarataan yang berikut:

  1. Orang yang mengangkat lebih awal mempunyai lebih keikutsertaan sosial dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  2. Orang yang mengangkat lebih awal jadilah lebih yang sangat saling behubungan melalui  jaringan hubungan antar pribadi dalam  sistem sosial mereka dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  3. Orang yang mengangkat lebih awal jadilah lebih orang yang kosmopolit dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  4. Orang yang mengangkat lebih awal mempunyai lebih agen perubahan menghubungi dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  5. Orang yang mengangkat lebih awal mempunyai ekspose lebih besar ke komunikasi antar pribadi menggali dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  6. Orang yang mengangkat lebih awal mencari informasi tentang inovasi dengan aktip dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  7. Orang yang mengangkat lebih awal mempunyai pengetahuan [yang] lebih besar innovatiuons dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  8. Orang yang mengangkat lebih awal mempunyai derajat tingkat kepemimpinan pendapat yang lebih tinggi dibanding orang yang mengangkat kemudiannya
  • Segmentasi Pendengar Dan Kategori Orang yang mengangkat

Aset ttg karakteristik umum dari tiap orang yang mengangkat kategori mempunyai emeraged dari riset difusi. Perbedaan yang penting dari antara kategori orang yang mengangkat menyatakan bahwa perubahan agen perlu menggunakan sedikit banyaknya pendekatan berbeda dengan kategori orang yang mengangkat masing-masing dengan begitu mengikuti suatu strategi segmentasi pendengar. Segmentasi Pendengar adalah suatu strategi di mana saluran komunikasi perbedaan atau pesan digunakan di masing-masing sub pendengar. Strategi ini pecah/ roboh suatu heterophilous pendengar ke dalam satu rangkaian secara relatif lebih homophilus sub pendengar

  • Paradox Kebutuhan Inovatif

Individu lain atau unit di dalam suatu sistem siapa yang paling memerlukan keuntungan-keuntungan gagasan baru itu, lebih sedikit dididik, sedikit lebih miskin, dan semacamnya) biasanya yang ter]akhir untuk mengadopsi suatu inovasi. Unit di dalam suatu sistem siapa yang mengadopsi pertama biasanya paling sedikit memerlukan itu keuntungan-keuntungan inovasi itu. Hubungan Asa yang berlawanan ini antara inovatif dan kebutuhan akan keuntungan-keuntungan suatu inovasi cenderung untuk mengakibatkan suatu gap antara ekonomi-sosial yang lebih luas antara yang lebih tinggi dan individu ekonomi-sosial yang lebih rendah di dalam suatu sistem sosial

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: