KAJIAN SOSIAL EKONOMI PENATAAN DESA KOTA DAN UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI TEKNOLOGI PANGAN TEPAT GUNA BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL

  1. Latar Belakang

Wilayah pedesaan merupakan wilayah yang perlu dipertahankan keberadaannya sebagai satu kesatuan pengembangan wilayah, selain untuk menjaga swasembada pangan, investasi yang telah ditanamkan cukup besar, dan dalam rangka meningkatkan produk-produk pertanian yang dapat bersaing dalam pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri sehingga diperoleh nilai tambah yang sebesar-besarnya bagi masyarakat perdesaan.

Perkembangan dinamika masyarakat dan sektor ekonomi yang banyak dipengaruhi oleh perubahan-perubahan global, memberikan dampak terhadap pertumbuhan wilayah perkotaan dan kawasan industri yang menyebabkan terjadinya alih fungsi atau konversi ruang pada skala besar di wilayah perdesaan. Untuk itu pengembangan pola intensifikasi pertanian perlu diakomodasikan dalam penataan ruang wilayah perdesaan.

Meskipun demikian, banyak permasalahan wilayah perdesaan yang terkait dengan aspek penataan ruang wilayah, antara lain :

  1. Belum optimalnya keterkaitan antara wilayah perdesaan dengan wilayah perkotaan baik dalam wujud struktural maupun pola pemanfaatan ruangnya.
  2. Belum serasinya perkembangan dan keterkaitan kegiatan pertanian  di wilayah perdesaan dengan sektor-sektor lainnya dalam menunjang pengembangan wilayahs ebagai satu kesatuan
  3. Belum optimalnya pemanfaatan sumberdaya alam dan sumberdaya buatan secara terkait dengan sumberdaya manusianya.
  4. Kurang layaknya kondisi lingkungan perumahan dan permukiman beserta sarana dan prasarana pendukungnya.

Salah satu pendekatan pembangunan wilayah yang dapat diterapkan adalah pendekatan pusat-pusat pertumbuhan yang dilakukan dengan memprioritaskan pembangunan pada kota-kota atau tempat-tempat strategis yang diharapkan akan menarik daerah-daerah “pinggiran’ di sekitarnya. Pusat-pusat pertumbuhan semacam itu diupayakan agar dikembangkan sedemikian rupa  sehingga secara sosial tetap dekat dengan desa, tetapi secara ekonomi mempunyai fungsi dan sifat-sifat kota. Dan akan melahirkan komunitas desa kota (rurban) yang ditandai dengan kemauan untuk menerima prinsip-prinsip ekonomi uang, namun tetap tidak kehilangan nilai-nilai kekeluargaan, sehingga akan menumbuhkan lembaga ekonomi yang sesuai dengan iklim masyarakat desa.

Apabila dikaitkan dengan upaya pengembangan wilayah sebagi salah satu upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, maka terbentuknya desa kota sebagai salah satu dampak terbentuknya pusat-pusat pertumbuhan untuk meningkatkan kehidupan ekonomi wilayah,perlu dilakukan upaya penataannya. Penataan ini wilayah desa kota ini bermanfaat untuk :

  1. Menciptakan satu kesatuan sistem dan keterkaitan fungsional antara wilayah perdesaan dengan wilayah perkotaan. Keterkaitan fungsional antara wilayah perdesaan dengan wilayah perkotaan (rural-urban linkage) dimaksudkan mewujudkan wilayah perdesaan sebagai pusat produksi pertanian dan pengolahan sumberdaya alam sekaligus sebagai pusat pemasaran (marketing point) produksinya.
  2. Menciptakan keserasian perkembangan kegiatan pertanian di wilayah perdesaan dalam menunjang pengembangan wilayah sekitarnya dan keterkaitannya dengan wilayah perkotaan.

Penataan ruang wilayah perdesaan, termauk di dalamnya desa kota merupakan salah satu yang diamantkan oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 1992 tentang penataan ruang, dimana dalam penetapnnya perlu memperhatikan beberapa peraturan perundang-undangan yang terkait, antara lain tentang otonomi daerah, pertanian, pengairan, pertambangan, ketransmigrasian, perumahan dan pemukiman, kepariwisataan, perhubungan dan pembangunan daerah.

Meskipun demikian, sebagai salah satu bentuk pembangunan perdesaan, salah satu kesulitan yang dihadapi dalam pembangunan ini adalah adanya keterkaitan yang sangat erat antara pembangunan perdesaan dengan keharusan pemberdayaan masyarakat pendukungnya. Pemberdayaan masyarakat desa  yang terdiri atas usaha-usaha ekonomi rakyat yang kecil-kecil, lemah dan miskin membutuhkan kebijakan dan strategi pemihakan yang sungguh-sungguh terarah mencakup 3 bidang yaitu : (1) menciptakan suasana/iklim yang memungkinkan masyarakat untuk berkembang; (2) memperkuat potensi ekonomi yang dimiliki masyarakat tersebut; (3) melindungi kelompok ekonomi rakyat yang masih lemah untuk mencegah terjadinya persaingan yang tidak seimbang dan mencegah terjadinya ekslpoatasi yang kuat atas yang lemah.

Pembangunan perdesaan yang memberdayakan masyarakat desa juga menjamin pembangunan yang berkelanjutan (sustainable) karena keberdayaan masyarakat inilah yang pada gilirannya meningkatkan kemandirian yaitu rasa percaya diri yang besar dengan tidak perlu menggantungkan diri pada pihak-pihak luar baik dalam pasokan sarana produksi maupun dalam pemasaran hasil produksinya atau dengan kata lain kemandirian yang memanfaatkan bahan baku lokal.

Terkait dengan upaya penataan desa kota, maka pemberdayaan masyarakat lokal penting dilakukan sebagai upaya mempersiapkan masyarakat yang berorientasi pada prinsip-prinsip ekonomi uang namun tidak kehilangan nilai-nilai kekeluargaan. Pemberdayaan ini juga perlu dilakukan, karena pada kenyataannya, terbentuknya desa kota banyak melahirkan persoalan, menyangkut sosial, ekonomi maupun lingkungan. Terutama pada golongan masyarakat yang hanya mampu sebagai penonton dan tidak mampu mengakses kemajuan yang tercapai dari keberadaan desa kota.

Upaya pemberdayaan perlu ditekankan pada teknologi yang berbasis lokal. Apabila dilihat dari potensi utama dari wilayah desa kota yakni antara lain bahan baku pangan, maka salah satu teknologi yang dapat diperkenalkan adalah teknologi pangan tepat guna yang memanfaatkan sumberdaya lokal. Teknologi yang dipilih diarahkan pada peningkatan kemampuan masyarakat desa kota dalam memanfaatkan serta mengelola potensi-potensi yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan masyarakat itu sendiri, serta menggunakan alat dan cara yang menyatu dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat dan tidak menimbulkan ketergantungan. Sehingga pada akhirnya penguasaan teknologi yang sesuai akan dapat meningkatkan produksi secara nyata dan menunjang diversifikasi pertanian yang diharapkan dapat menciptakan kemandirian masyarakat dan memperbaiki kualitas hidup mereka.

  1. Tujuan Penelitian
    1. Mengidentifikasi berbagai peluang dan tantangan dalam rangka penataan desa kota, yang meliputi potensi ekonomi,  sosial budaya dan daya dukung lingkungan.
    2. Mengkaji berbagai peluang dan tantangan dalam rangka penataan desa kota, yang meliputi potensi ekonomi, sosial dan budaya serta daya dukung lingkungan.
    3. Menentukan rencana strategik penataan desa kota dengan mempertimbangkan potensi ekonomi, kondisi sosial budaya dan daya dukung lingkungan
    4. Merumuskan rencana penataan desa kota, mencakup penataan ruang dan infrastruktur wilayah desa kota
    5. Merumuskan rencana pengembangan kelembagaan yang disesuaikan dengan tingkat perkembangannya.
    6. Merumuskan indikasi program penataan desa kota sesuai dengan prioritas pengembangannya.
    7. Merumuskan strategi pemberdayaan masyarakat desa kota melalui teknologi pangan berbasis sumberdaya lokal.
    8. Implementasi kegiatan pemberdayaan masyarakat desa kota melalui teknologi pangan tepat guna berbasis sumberdaya lokal
  1. Sasaran Penelitian
    1. Teridentifikasikannya berbagai peluang dan tantangan dalam rangka penataan desa kota, yang meliputi potensi ekonomi, sosial budaya dan daya dukung lingkungan.
    2. Tersusunnya rencana strategik penataan desa kota dengan mempertimbangkan potensi ekonomi, kondisi sosial budaya dan daya dukung lingkungan.
    3. Tersusunnya rencana pengembangan kelembagaan yang disesuaikan dengan tingkat perkembangannya.
    4. Tersusunnya indikasi program penataan desa kota sesuai dengan prioritas pengembangannya.
    5. Tersusunnya strategi pemberdayaan masyarakat desa kota melalui teknologi pangan berbasis sumberdaya lokal.
    6. Terlaksananya kegiatan pemberdayaan masyarakat desa kota melalui teknologi pangan tepat guna berbasis sumberdaya lokal
  1. Ruang Lingkup dan Metodologi

Ruang lingkup kajian meliputi :

  1. Kajian awal untuk melihat berbagai peluang dan tantangan dalam rangka penataan desa kota, yang meliputi potensi ekonomi, sosial budaya dan daya dukung lingkungan.
  2. Penetapan rencana strategik penataan desa kota dengan mempertimbangkan potensi ekonomi, kondisi sosial budaya dan daya dukung lingkungan
  3. Penetapan strategi pemberdayaan masyarakat desa kota melalui teknologi pangan berbasis sumberdaya lokal.
  4. Pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa kota melalui teknologi pangan tepat guna berbasis sumberdaya lokal

Metodologi pengumpulan data dilakukan dengan data sekunder dan primer serta analisis data secara deskriptif kualitatif.

  1. Jadual Pelaksanaan Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan direncanakan dua tahun (multi years), dimana tahun pertama dengan agenda kajian dan penetapan strategi penataan desa kota serta upaya pemberdayaannya, sedangkan tahun kedua dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa kota melalui strategi yang terpilih.

  1. Pelaksana dan Keahlian

Ketua : Ahli Perencanaan Pembangunan Wilayah

Anggota :  Ahli Sosial Ekonomi

Ahli Manajemen

Ahli Teknologi Pangan

Ahli Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan

Ahli Sosiologi Pedesaan

  1. Pembiayaan

Pembiayaan dibebankan pada anggaran Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah dengan dana Rp. 250.000.000/tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: