KEBENARAN EXSTERNAL DAN PROSES PENELITIAN

Satu dari lima rangkaian artikel tentang kebenaran eksternal dan kemampuan generalisasi telah terlihat di dalam Jurnal Penelitian Konsumen di tahun terakhir, meninjau suatu percakapan antara Calder, Philips, dan Tybout 1981,1982,1983) pada satu sisi, dan Lynch ( 1982,1983) pada sisi lain. Percakapan telah menarik banyak perhatian di (dalam) bidang penelitian konsumen. Dua pengarang sudah mengangkat banyak isu penting. Mereka kelihatannya tidak sependapat dengan beberapa percakapan di antara mereka. Mereka berharap untuk dihargai, kita merasa, kedua-duanya adalah untuk meningkat kesadaran dari berbagai hal penting dan untuk menjaga percakapan mereka dari hal yang menyimpang.

Sementara Calder dan Lynch kelihatannya tidak sependapat pada sejumlah isu penting mengenai kebenaran eksternal dan proses penelitian, mereka juga kelihatannya setuju dengan banyak pernyataan tersebut. Kita dihadapkan oleh sejumlah isu dasar yang di mana mereka setuju, dan dimana kita setuju dengan isu tersebut. Pada waktu yang sama, kita dihadapkan pada beberapa  perselisihan paham yang nyata antara mereka yang dapat diperdebatkan atau menjadi persetujuan ketika dilihat melalui diri kita sendiri, suatu bagan yang luas untuk analisis exsternal kebenaran dan proses penelitian( lihat Brinberg Dan Mcgrath 1982).

Tanggapan kita teradap tugas yang ditangani adalah suatu catatan dalam tiga bagian utama. Pertama, kita mendiskusikan dengan cepat dari satuan isu dan tema menurut Calder dkk. Dan Lynch setuju, dalam pelaksanaannya kita memandang diri kita sendiri atas beberapa bagian di antara mereka. Kedua, kita mengambarkan bagan diri kita sendiri untuk menganalisa kebenaran didalam proses penelitian, dengan perhatian khusus kepada bagian-bagian itu akan membawa aspek yang dikatakan Calder/Lynch. Ketiga, kita mencoba melihat seberapa banyak aspek percakapan Calder/Lynch yang cocok, dan bagaimana perselisihan paham yang nyata akan mereka pecahkan, dan ditempatkan di dalam bagan yang lebih luas.

Poin-Poin Persetujuan Utama

Sering terjadi didalam suatu percakapan, terutama ketika percakapan membelok ke arah suatu argumentasi yang kita anggap gagal untuk dicatat, sangat sedikit memberikan penekanan, yang amat luas untuk mendasari persetujuan yang harus ada antara kedua pembicara untuk melanjutkan percakapan itu keseluruhan. Maka daripada itu, kita percaya, dengan percakapanCalder/Lynch mengenai kebenaran eksternal. Kita ingin membuat beberapa batasan menyangkut  area persetujuan  tersebut, kedua-duanya untuk menempatkan perselisihan paham diantara mereka ke dalam perspektif yang sesuai dan dalam konteks untuk bagian selanjutnya dari perjanjian. Seseorang dapat dengan mudah mengidentifikasi beberapa poin-poin tentang sifat alami kebenaran dan proses penelitian yang dikatakan  Calder dan Lynch dalam persetujuan yang pasti. Kita mencatat sejumlah poin di sini, mengorganisir sebagian tema utama. Kita menafsirkan beberapa di antara mereka untuk  mengantisipasi pemaknaan kita sendiri tentang berbagai hal ini.

Tema 1 Pelaksanaan kebenaran eksternal berperan kompleks dan penting di (dalam) proses penelitian.

Calder dan Lych setuju bahwa kemampuan generalisasi dan kebenaran exterernal adalah berbagai hal yang penting, dan bahwa mereka telah diberi jauh lebih sedikit perhatian dibanding kompleksitas dan kepentingan yang lebih pantas diterima. Kita setuju, bahwa kebenaran eksternal perlu untuk digambarkan secara hati-hati ke dalam format yang berbeda atau berpihak pada satu kumpulan terminologi dengan lebih sedikit konotasi. Kita setuju dengan Calder dan Lynch bahwa suatu kekeliruan yang serius untuk menyamakan antara kebenaran eksternal dengan realisme. Lebih dari itu ketiga bagian tersebut setuju bahwa kita harus membedakan antara konsep pada sisi lain dan hubungan beberapa konsep pada sisi lain. Sebagai contoh, kita semua setuju bahwa kita harus membuat perbedaan antara (1) membangun kebenaran suatu konsep, seperti dicerminkan di dalam pemusatan dan diskriminasi tentang beberapa kumpulan satuan pengoperasian dan (2) membangun kebenaran suatu hubungan antara dua konsep, seperti dicerminkan di dalam “kecocokan” menyangkut  hubungan di dalam itu  dengan beberapa jaringan. Kita juga setuju bahwa aspek/pengaruh yang membangun kebenaran dengan kompleks dihubungkan dengan kebenaran eksternal.

Tema 2  Paradigma ilmiah mempunyai keterbatasan yang tidak bisa dipisahkan.

Calder dan Lynch setuju, dan kita juga setuju bahwa induksi adalah suatu alat dengan batasan yang serius; khusus, semua bagian setuju bahwa induksi tidak bisa mendorong kearah kepastian. Kita peduli fakta hidup untuk selamanya dan dengan suka membatasi ” kesempurnaan” tentang pengetahuan ilmiah.

Calder dan Lynch juga setuju bahwa semua explorasi ketahanan adalah satu kumpulan penemuan paradigma yang mungkin memerlukan batasan-batasan atau membatasi di luar penemuan itu tidak sama. Kita setuju, tetapi kita memandang batasan-batasan dan ketahanan  sebanyak perbuatan yang lebih pokok, kita hormati sebagai cerminan alami dari prinsip pemalsuan itu sendiri. Kita mengetahui bahwa di dalam pengejaran tentang kebenaran eksternal, masyarakat penelitian berkewajiban mencari tidak hanya lingkup tetapi juga batasan tentang  penemuannya .

Tema 3 : Semua metoda yang spesifik mempunyai batasan yang tidak bisa dipisahkan

Ketiga bagian tersebut setuju bahwa tidak hanya mengerjakan keseluruhan paradigma ilmiah yang berisi batasan serius, tetapi juga semua instrumen spesifik, metoda, prosedur, disain, dan strategi di dalam paradigma  tersebut. Tidak ada satu satuan metodologis yang terbaik. Bahkan ketika pelajaran penelitian tertentu  diarahkan lebih spesifik dan membatasi tujuan, tidak ada “satu cara terbaik” untuk digunakan. Kita harus menggunakan berbagai metoda dalam semua aspek/pengaruh harga ( strategi, disain, dan ukuran) yang tidak hanya untuk menyediakan dasar ketiga bagian itu untuk membedakan berbagai metode pendekatan Chambell yang klasik Dan Fiske 1959), tetapi dibiarkan penggunaan metoda dengan cara yang berbeda.

Tema 4 : Pemahaman peneliti untuk kedua teory dan sistem yang kompleks ke penelitian maju.

Ketiga bagian tersebut setuju terhadap teori dan menyertakan semua faktor yang relevan di dalam teori itu. Sebagian dari faktor relevan tidaklah menunjukkan bagian dari teori yang dirumuskan, tetapi sesungguhnya saling berhubungan ” di alam” dengan menyesuaikan variabel hubungan teoritis. Usaha untuk mengidentifikasi banyak faktor yang berhubungan dan menyertakan kedalam teori adalah dibutuhkan bimbingan teoritis.

Tema 5: Penelitian tidak dilakukan untuk banyak tujuan dan dengan berbagai macam cara.

Kita semua setuju bahwa bentuk penelitian berbeda ini bersumber dari penilaian yang berbeda. Peneliti menerapkan suatu penelitian yang berbasis dasar kepada kedua “alur” yang didiskusikan oleh Calder dan Lynch (aplikasi efek dan teori penelitian), prioritas dan nilai-nilai  yang  menjadi arti penting di dalam penelitian. Kita akan merinci gagasan ini, menolak adanya ketiga ‘”tipe” ( suatu metheodologis atau teknisi) dan bahwa ada sepasang alur yang memungkinkan tidak hanya satu , yang masing-masing mengejar tujuan berbeda. Sesungguhnya, gagasan untuk berbagai alur penelitian adalah pusat skema jaringan yang benar, walaupun kita peduli dengan hal itu, terutama penting dalam hubungan dengan internal bukannya menuju kebenaran eksternal.

Tema 6: Penentuan sampel adalah suatu peran yang kompleks di dalam kebenaran eksternal

Ketiga bagian setuju bahwa contoh isu itu merupakan suatu hal yang penting dalam hubungannya dengan kebenaran ekternal, seperti halnya dalam hubungan dengan lain aspek di dalam proses penelitian.. Lagipula,  kita semua setuju bahwa fokus contoh rencana yang sesuai dengan  seharusnya (walaupun dalam praktek itu jarang) adalah pada peristiwa, bukannya pada responden. Di sini, peristiwa dihormati seperti tingkah laku seseorang di dalam waktu/tempat/konteks situasi. Kita akan membawa persoalan tersebut lebih lanjut dan membantah kebenaran eksternal dan harus diperkirakan tidak hanya mengenai segi peristiwa, tetapi juga mengenai segi metoda dan juga konsep.

Lagipula, ketiga bagian akan setuju bahwa dengan sedikitnya empat contoh strategi sampling utama yang mungkin diadopsi terrhadap tiap aspek/pengarah atau segi peristiwa dalam pelajaran.

  1. Contoh sejenis di atas keseluruhan studi
  2. Beberapa contoh Pokok, yang sama pada berbagai segi tetapi berbeda antara bagian segi tersebut, sehingga semua bagian bersama-sama memutar keseluruhan cakupan segi.
  3. Contoh yang tidak sejenis, tetapi cara itu menghasilkan suatu keseluruhan distribusi fakta di antara kasus di dalam studi yang mencerminkan  distribusi segi antar kasus secara alami
  4. contoh berbeda dari suatu segi  tanpa menghormati perwakilan.

Empat perencanaan ini  menawarkan peluang berbeda dan berbeda sikap kepada penjelajahan kebenaran eksternal tentang segala  yang  berkenaan dengan segi yang dimasalahkan.

Ringkasan

Berbagai poin-poin persetujuan di bawah enam tema utama tersebut tidak mendasari semua poin-poin persetujuan antara Calder dan Lynch, mereka menjumlahkan suatu kredo yang mengesankan tentang pokok metodologi. Kita mengambil suatu satuan pokok sebagai salah satu dari dua titik awal untuk menguji percakapan Calder/Lynch.

VALIDITAS SKEMA JARINGAN

Gambar 1

Bentuk validitas dalam proses penelitian

Tahap satu: validitas sebelumnya: validitas sebagai nilai

Pengembangan, klarifikasi, dan seleksi unsure-unsur dan hubungan dalam bidang konseptual, substantif dan metodelogi

Tahap dua: validitas internal: validitas sebagai korespondensi

Path                                                                                                                langkah 2

A

(Eksperimental)

B

(Teori)

C

(Empirik)

Langkah 1: Desain

Elemen: validitas instrumen

Relasi: validitas perbandingan

Langkah 2: Hypotesis

Elemen: validitas konstruk

Relasi: validitas nomologika

Langkah 3: Observasi

Elemen: validitas state

Relasi: validitas pola

Langkah 2: pelaksanaan

Elemen: instrumen yang menggunakan validitas

Langkah 2: tes

Elemen: validitas operasional

Relasi: validitas prediktif

Langkah 3: penjelasan

Elemen: validitas attribut

Relasi: proses validitas

Hasil

Sejumlah       penemuan       secara empirik

Tahap tiga: validitas eksternal: validitas sebagai kekerasan

  1. Tiruan: akankah penemuan (dalam tahap 2) dihasilkan jika semua bidang tetap sama?
  2. Analisis kasar:

Apakah penelitian tersebut berjalan?

Dan                                                     dalam                Bidang konseptual

semua bidang       Bidang metodelogi

Bidang substantif

  1. Penelitian terikat:

Dimana pelaksanaannya?

Dalam artikel terbaru (Brinberg dan McGrath 1982) serta makalah (Brinberg dan McGrath 1983), kami telah ditawarkan sebuah kerangka kerja untuk menganalisis validitas dan proses penelitian. Skema kami membentuk beberapa poin yang telah disebutkan dalam bagian sebelumnya (diantaranya) untuk menawarkan sebuah deskripsi sistematik dalam proses penelitian dan bentuk validitas yang beragam yang perlu dicari didalamnya. Kerangka kerja ini menawarkan sebuah perspektif dari yang kita percayai baik itu persetujuan dan ketidak setujuan yang tampak antara Calder dan Lynch yang dapat dilihat sebagai bagian kontek yang diperluas.

Gambaran Singkat

Validitas skema jaringan diawali dengan tiga asumsi:

  1. Bahwa penelitian melibatkan tiga hubungan timbal balik namun secara analitis berbeda, konseptual, metodelogi dan substantif.
  2. Bahwa penelitian melibatkan unsur-unsur dan hubungan antara unsur-unsur tersebut dari masing-masing  tiga unsur diatas.
  3. Bahwa proses penelitian utuh melibatkan tiga tahapan utama, beberapa diantaranya dengan beberapa langkah dan jalan alternatif untuk memenuhi langkah-langkah tersebut, dan bahwa ada sebuah perbedaan ide yang mendasar dalam validitas didalam kumpulaniap tiga langkah tersebut.

Validitas skema jaringan kami (1982, 1983) menggambarkan proses penelitian sebagai identifikasi, seleksi, kombinasi dan penggunaan unsur-unsur dan hubungan dari bidang konseptual, metodelogi, dan substantif.

  1. Bidang konseptual mengandung unsur-unsur yaitu konsep-konsep dan hubungan antara unsur-unsur yang secara esensial model konseptual mengenai pola-pola konsep.
  2. Bidang metodelogi mengandung unsur-unsur yaitu metode—atau instrumen atau teknik-teknik—untuk membuat observasi atau manipulasi variabel, dan hubungan yaitu struktur dan model perbandingan untuk membandingkan (sebagai contoh., untuk mengeksplorasi kovariasi dan perbedaan didalamnya) serangkaian observasi.
  3. Bidang substantif mengandung unsur-unsur yaitu even-even (perilaku dalam konteks situasi/spasial/temporal) serta hubungan yakni penomena (pola-pola hubungan antara kumpulaniap kejadian).

Perbedaan permasalahan area dan subarea berhubungan dengan porsi substantif yang berbeda. Perbedaan bidang penelitian dan subbidang membuat penggunaan serangkaian unsur dan hubungan dari porsi yang berbeda dalam bidang metodelogi dan konseptual. Bahkan studi penelitian apapun yang diberikan membuat penggunaan beberapa unsur-unsur dan hubungan dari kumpulaniap tiga bidang diatas.

Kami telah membagi proses penelitian utuh dalam tiga langkah utama, masing-masing langkah dengan beberapa tahapan. Tahap pertama melibatkan pengembangan, klarifikasi, dan seleksi pada unsur-unsur dan hubungan dalam kumpulaniap tiga bidang. Yaitu, persiapan, kebutuhan pekerjaan dasar yang harus dilakukan namun hal itu seringkali tidak diperhatikan dan tidak dianggap sebagai “penelitian yang tepat”.

Tahap kedua melibatkan kombinasi dan penggunaan unsur-unsur dan hubungan dari kumpulaniap tiga bidang tersebut. Ini adalah langkah yang biasanya kita ingat ketika kita mengarah pada ‘sebuah penelitian’. Hal itu melibatkan dua langkah utama dan tiga jalan yang berbeda dengan dua langkah tersebut yang dapat dilakukan (lihat gambar 1). Semua jalan tersebut mengarah pada produk akhir yang sama—sejumlah penemuan secara empirik.

Tahap ketiga melibatkan perkembangan dari penemuan tahap dua dengan meniru dan dengan sebuah penelitian sistematik untuk jarak dan batasan penemuan-penemuan tersebut. Aktivitas tahap ketiga bertujuan untuk menjelaskan, memperluas, dan membatasi jumlah penelitian yang diperoleh dari tahap dua.

Ketiga tahap itu berhubungan satu dengan yang lainnya dari beragam jenis kesatu jenis tahap dan keberbagai jenis lainnya. Tahap dua mempunyai referensi untuk penelitian dalam beberapa jumlah permasalahan yang spesifik yang akan kita bahas sebagai permasalahan fokal. Permasalahan fokal ditentukan dengan peristiwa substantif, konsep, dan metode yang dipilih untuk aktivitas tahap dua. Tahap pertama yaitu prepatory untuk penelitian beragam permasalahan dimana permasalahan focal yaitu satu. Tahap tiga mengeksplor jarak dan batasan penemuan permasalahan fokal dalam tahap dua, baik ketika dalam konsep, metode, dan peristiwa yang sama yang dipelajari dan ketika segi-segi tertentu dalam konsep, metode atau peristiwa yang secara sistematik beragam.

Validitas mempunyai makna dasar yang berbeda dalam tiga tahapan ini. Dalam tahap 1, validitas berarti nilai. Unsur-unsur dan hubungan yang dikembangkan, dikelompokkan, dan dipilih dalam kumpulan tiap tiga bidang dan hanya jika langkah satu para peneliti mempertimbangkan mereka untuk dinilai—sebagai contoh., penting, menarik, atau berguna. Para peneliti diikat dalam aktivitas tahap dua—seringkali bukan orang yang sama yang melakukan kerja tahap satu—sering menerima tanpa banyak berpikir apakah tahap satu para peneliti telah mengembangkan dalam satu bidang atau lebih. Yaitu mereka meminjam seringkali dibandingkan secara kasual dari para ahli system substantif, para ahli system konseptual, atau ahli metodelogi untuk menggunakannya dalam berhubungan dengan permasalahan fokal yang mereka miliki dalam tahap dua. Dengan demikian, nilai-nilai yang diungkapkan dalam tahap dua penelitian sering tidak menampakkan kejadian untuk peneliti tahap dua dengan menghargai unsur-unsur dan hubungan satu bidang atau lebih.

Dalam tahap dua, validitas mempunyai arti korespondensi atau fit; yaitu, validitas diuraikan sebagai perluasan unsur-unsur dan hubungan dari bidang yang berbeda ketika digabungkan bersamaan. Langkah pertama dalam tahap dua melibatkan penyesuaian dalam bentuk struktur  dengan mengkombinasikan unsur-unsur dan hubungan dalam dua bidang diatas. Langlah kedua melibatkan penyesuaian antara struktur dan unsur-unsur serta hubungan dari ketiga bidang. Karena ada tiga cara untuk mengkombinasikan dua benda, terdapat tiga cara yang berbeda untuk mengambil langkah pertama dan dengan demikian tiga jalan yang berbeda melalui langkah dua dalam proses penelitian (lihat gambar satu). Pertimbangkan unsur-unsur dengan tingkat hubungan, dan dua langkah dalam kumpulaniap jalan tersebut. Langkah dua mengelompokkan dua belas perbedaan konsep validitas—semuanya meliputi nosi korespondensi yang ada atau penyesuaian.

Dalam tahap ketiga, validitas mempunyai makna kemampuan generalisas, kekuatan atau dikenal dengan validitas eksternal. Tahap tiga meliputi aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan dengan meningkatkan kepercayaan kita dengan memperhatikan penemuan tahap dua. Secara spesifik, hal itu harus melakukan dengan mengurangi ketidakyakinan kita mengenai range variasi—peristiwa dan konsep serta metode—melebihi penemuan tahap dua yang dilakukan dan tidak.

Jumlah hubungan yang kompleks antara tiga bidang, dua level (unsur dan hubungan) dalam masing-masing bidang, tiga tahap dalam proses penelitian, tiga dari dua langkah jalan alternatif dalam tahap dua dan dua jalan langkah dalam tahap tiga yang semuanya dicerminkan dalam gambar dua, yang menunjukkan  hubungan bidang-bidang dalam dua langkah pada tahap dua dan dalam gambar satu yang mendaftar bentuk-bentuk validitas yang timbul pada kumpulaniap level pada masing-masing langkah dan kumpulaniap tahapan.

Gambar 2

Jalan alternatif untuk melaksanakan dua proses penelitian

A1                                   A1

A2

C2

B2

C2

B1                  B2                                                        C1

B1                  A2

C1

Path A: (A1)    membuat desain, dan (A2) mengimplikasikannya dengan     menggunakannya dalam even substantif

Path B: (B1)     membuat Hipotesis, dan (B2) mengujinya dengan menilai mereka dengan sebuah metode yang tepat

Path C: (C )     membuat observasi dan (C ) menjelaskan mereka dalam konsep       penuh makna.

Langkah 1. kebenaran sebagai nilai dalam langkah persiapan

Rikumpulan di langkah 1. melibatkan identifikasi, pengembangan, klarifikasi dan seleksi unsur-unsur dan hubungan dari konseptual, metodologis  dan daerah yang sebenarnya. Gagasan utama dari kebenaran dalam langkah ini adalah nilai/harga. Para peneliti menunjuk harga-harga  (1)  aspek apa dari dunia nyata yang dihormati sebagai nilai saat belajar. (2) pelajaran seperti apa yang dipertimbangkan dengan penuh arti, seperti penafsiran dari suatu pengamatan. (3) metode apa yang digunakan untuk koleksi dan analisis data yang disepakati bisa diterima untuk digunakan di suatu karya ilmiah. Catatan, bagaimanapun, orang lain dapat bertanggung jawab untuk menjadi seorang “peneliti” dengan memperhatikan langkah 1. pengembangan pada kumpulan tiap tiga daerah. Langkah 1. ahli di daerah metodologi , boleh dikatakan pembuat alat ilmiah sering melakukan model pengembangan kerja dan model perbandingan yang banyak digunakan untuk melakukan langkah 2. pekerjaan pada banyak permasalahan, sebagai contoh alat seperti timbangan likert, perbedaan arti kata, metode korelasi dan regresi dan semua faktor analisis yang menyediakan kumpulan dari unsur-unsur metodologis dan penarikan hubungan diatas oleh bagian yang diperluas dari ilmu pengetahuan masyarakat. Dengan cara yang sama langkah ahli di daerah konseptual (satu kekuatan disebut ahli teori dalam beberapa istilah, walaupun kita menggunakan kata “teori” agak berbeda. Langkah 1. ahli didaerah sesungguhnya, maksudnya adalah siapa yang bertindak sebagai “dunia nyata”. Sistem dimana langkah 2 para peneliti boleh tertark. Minat utama dari sistem ahli yang sesungguhnya adalah kebiasaan di dalam unsur-unsur da hubungan dari satu sistem yang spesifik.

Orang yang tidak menyelesaikan langkah 2 penelitian cukup sering menyelesaikan aktivitas di langkah 1.  Sistem ahli dilangkah 1. cenderung untuk orang-orang yang berbeda pekerjaan d tiga daerah. Dengan langkah 2 peneliti sangat mungkin untuk memilih/menyeleksi dengan “dipersiapkannya program” kumpulan dari unsur-unsur dan hubungan dalam satu, dua atau bahkan mungkin semua tiap tiga daerah dengan melanjutkan aktivias mereka. Dimana  kumpulan langkah 2 peneliti akan ragu-ragu dan dimana mereka akan mengadopsi  yang lebh dari biasanya sehingga mencerminkan nilai-nilai dari langkah 2 peneliti. Namun, unsur-unsur dan hubungan yang mereka adopsi di dalam satu daerah atau lebih akan mencerminkan nilai-nilai dari langkah 1. Siapa ahli yang dapat melakukan pengembangan kerja didalam suatu daerah- pekerjaan mungkin lebih atau kurang transparan kepada langkah 2 peneliti. Sebagai contoh,kapan saja digunakan multiple regresi, faktor analisis atau teknik analisa data yang lain, hasil dibatasi oleh asumsi yang dibangun didalam teknik tersebut. Disepakati atau tidaknya pengguna menyadarinya atau bahkan sadar akan teknik yang diperlukannya.

Dengan cara yang sama, ketika suatu langkah 2. peneliti memilih kejadian atau peristiwa yang seharusnya untuk belajar dilakukan dengan cara mengadopsi sistem penggambaran tenaga ahli tertentu. Hasil penelitian akan dipengaruhi oleh asumsi yang mendasari spesifikasi tersebut. Ya atau tidaknya langkah 2 peneliti hasilnya adalah disengaja. Yang mempunyai kesamaan adalah benar ketika menggunakan suatu konsep dan hubungan. Dalam semua kasus ini, nilai-nilai langkah 1. peneliti di satu atau lebih daerah ditempatkan didalam langkah 2 aktivitas penelitian.

Langkah 2. kebenaran sebagai persetujuan dalam langkah “Rikumpulan Sesuai”.

Langlah 2. adalah bagian dari proses penelitian yang berarti bahwa kita sering peduli seperti “belajar”. Hal ini melibatkan kombinasi dari unsur-unsur dan hubungan dari tiga daerah. Decara logika, ini dilakukan dua langkah utama (Brinberg dan McGrath, 1982). Didalam langkah  yang pertama, unsur dan hubungan dari dua daerah dikombinasikan sebagai perantara atau pembantu ”Struktur” . Dilangkah yang kedua, unsur dan hubungan dari tiga daerah dikombinasikan dengan pengembangan di langkah pertama, apabila ada tiga kemungkinan dua tahap ‘alur” untuk menyelesaikan langkah 2, dan antara tiga struktur sebagai hasil dari satu alur itu semua. Untuk alur A (alur yang bersifat percobaan). Langkah 1. mengkombinasikan unsur dan hubungan dari daerah konseptual dan metodologi. Hasil kumpulaniap langkah 1. struktur kita sebut sebagai suatu “desain/rancangan”. Langkah 2 melibatkan implementasi rancangan dengan kombinasi unsur-unsur dan hubungan dari daerah yang sebenarnya dengan struktur rancangan. Untuk alur B (biasa disebut alur teoritis). Langkah pertama melibatkan kombinasi unsur-unsur dan hubungan dari daerah koseptual dan daerah sesungguhnya. Hasil langkah 1. struktur disebut dengan sebagai “satuan hipotesis”. Langkah 2 dari aslur ini melibatkan pengujian teori atau satuan hipotesis dengan kombinasi unsur-unsur dan hubungan dari daerah metodologis yang sebelumnya. Pada alur C (dimana kita sebut sebagai “alur empiris”. Langkah 1 melibatkan kombinasi dan hubungan dari daerah metodologi dan daerah sesungguhnya. Hasil langkah 1. struktur disebut sebagai “satuan pengamatan” (disebut sebagai “satuan data” menurut Brinberg dan McGrath, 1982). Alur dari langkah 2.  menjelaskan satuan pengamatan dengan kombinasi unsur-unsur dan hubungan dari daerah konseptual dengan satuan pengamatan.

Untuk langkah 2, kebenaran gagasan dilakukan dengan dengan surat menyurat dengan baik. Di langkah 1, kesesuaian terletak diantara elemen-elemen dan hubungan dari dua daerah. Pada langkah 2, kesesuaian terletak diantara elemen-elemen dan hubungan dari tiga daerah.dan jarak strukutur yang dibangun pada langkah satu. bentuk dari pertanyaan tentang suatu kebenaran perbedaan unsur dan tingkat hubungan (sama seperti yang menjadi catatan pada nomor satu pada ukuran ketepatan rencana da hubungan-hubunganya). Bentuk pertanyaan tentang suatu kebenaran adalah sangat berbeda untuk tahap 1 dan 2 dari kumpulaniap alur. Terdapat 12 perbedaan untuk pertanyaan tentang kebenaran, dan itu terdiri dari 2 tingkatan x 3  alur x 2 langkah perumusan pada langkah ke-2. 12 konsep kebenaran ditunjukkan pada angka 1. Mereka tidak memeluk banyak kondisi yang mendukung dan literatur dari konsep kebenaran, seperti halnya tambahan keadaan pada kebenaran yang tidak diperlukan yang sekarang disetujui umum.

Hasil Akhir langkah 2, dengan mengabaikan alur yang digunakan untuk mengejar itu, adalah apa yang kami masukkan “satu kumpulan penemuan empiris”. Kumpulan empiris yang dicontohkan akan berbeda, dimana itu akan sudah mengalami dan menghadapi keadaan-keadaan yang berbeda dari isu-isu tentang kebenaran, tergantung dari alur yang pernah diikuti. Dengan begitu satuan penemuan empiris akan menjadi suatu contoh dari suatu disain yang diterapkan ( alur A), suatu teori diuji ( alur B) atau penerangan dari satuan pengamatan       (alur C). dari semua itu akan mempengaruhi salah satu aspek dari kegiata penelitian dan dari tingkat kepercayaan kita akan hasilnya. Untuk satu hal, alur yang diambil mungkin mencerminkan daerah yang mendapat banyak perhatian ( satu atau dua daerah yang sesuai dengan tahap satu) dan, khususnya, daerah yang mendapat perhatian paling sedikit ( daerah yang tidak meliputi langkah satu). Jika kita bayangkan para peneliti beersifat kaku terhadap elemen-elemen dan hubungan yang meliputi daerah –daerah yang yang menjadi pusat perhatian mereka, kemudian seleksidari elemen-elemen dan hubungan-hubungan dari daerah kedua, untuk membagun strukutur dari tahap 1, aka dibuat suatu penyesuaian untuk melihat kesiapannya yang ditetapkan dari daerah pertama.

Nilai-nilai mempengaruhi proses penelitian melalui beberapa jalan, beberapa dari nilai itu akan siap untuk dicatat. Pertama, pada yahap 1, nilai dari bidang ( yang melingkupi kultur) mempengaruhi (1) macam-macam sistem pengertian dan alat-alat metodologis yang dikembangkan untuk digunakan dalam permasalahan pengetahuan yang mendasar.  (2) macam-macam isi dari sistem yang dikenali mudah diterima dan pantas untuk kajian ilmu yang dikenali. Nilai-nilai itu menjadi lekat dengan konsep, metode, dan isi “sistem” yang digambarkan oleh peneliti yang mengejar tahap 2 dari proses penelitian.. Kedua, sejak unsur-unsur dan hubungan selalu tersedia lebih di tiga daerah dari pada yang tersedia dalam kajian tahap 2, nilai-nilai dari tahap 2 mempengaruhi peneliti dengan digunakannya sebagian kumpulan untuk kajian. Tahap 2, nilai-nilai atau pilihan yang dimiliki peneliti juga mempengaruhi penekanan relatif yang diberikan untuk sebagian dari tiga daerah, dan aspek yang mengandung berbagai isu-isu kebenaran benar-benar ditunjukkan

Langkah 3. kebenaran menjadi ketahanan pada langkah kelanjutan

Langkah pada tahap 3 dari proses penelitian adalah untuk memverifikasi, memperluas, dan membatasi hasil penemuan dari kegiatan di tahap 2. semua ini adalah usaha untuk meningkatkan kepercayaan kita dalam (mengurangi ketidajk tahuan kita tentang) penemuan pada tahap 2. ini mengandung tiga pertanyaan:

Pertama: jika kajian diulangi secara pasti, sebagaimana yang terjadi sebelumnya? Ini adalah hasil dari peniruan.peniruan diterapkan pada tahap 3 , perhatian peneliti untuk melakukan sebuah kajian dengan menggunakan secara lengkap konsep, metode, dan hal-hal yang terkandung yang sama dengan yang digunakan pada kegiatan tahap 2 yang mana dibuat untuk menemukan hal tersebut untuk ditiru.disini kebenaran dari isu-isu adalah andal pada level elemen dan kebenaran kesimpulan statistik pada level hubungan. Dan, pada penjelasan dalam tes keandalan, benar-benar menyelesaikan sebuah tiruan yang diperluka untuk memudahkan kami membatasi  paling sedikit satu dari segi konsep, metode, atau kejadian.

Kedua: jika langkah 2 dilaksanakan lagi, tetapi dengan variasi yang sistematis dari satu segi atau lebih atau dari satu atau lebih daerah. Apakah langkah 2 lebih sempurna daripada variasinya? Dan yang ketiga dengan kondisi seperti apa dan untuk variasi seperti apa dalam setiap hal yang dilakukan. Akankah penemuan langkah kedua akan dikuasai? Bentuk pertanyaannya adalah bertanya tentang kebenaran atau arti dari penemuan langkah 2, pertanyaan terakhir adalah tentang batasan kebenaran mereka. Kita selalu mendapatkan sebagian jawaban dari kedua pertanyaan tersebut dalam waktu yang sama, walaupun penelitian di lapang selalu disiapkan untuk memperagakan kebenaran  dari penemuan, tidak untuk mncari kelemahannya.

Catatan sementara tentang tiruan yang menggambarkan sedikit persamaan dari seluruh segi dari daerah, pertanyaan ganda dari kebenaran serta batasan dalam pencarian kebutuhan untuk menanyakan perbedaan-pebedaan yang banyak dari beberapa segi dari 3 daerah seperti metode dan konsep sebaik hal yang sebenarnya. Hampir dari keseluruhan diskusi tentang berlakunya adalah terbatas, sedangkan untuk tiruan atau sedikit kebenaran dicari hanya untuk daerah yang sebenarnya, dan hanya dalam sedikit segi dari suatu daerah. Usaha itu kebanyakan untuk menetapkan fokus pada sampel dengan respon responden. Seperti belum lama ini tercatat dalam tema 6# dan menarik perhatian Lynch, penyedia unit sampel seperti ”penyamarataan” adalah dari tingkah laku per unit (biasanya individu) dari populasi pelajar. Sampel dari responden tidak mau mengetahui seluruh segi dari peristiwa yang diperhatikan tidak dari perorangan , tetapi situasi, stimulus, atau kontak.

Skema jaringan yang tersedia dikerjakan dengan sungguh-sungguh dari kebenaran eksternal atau membedakannya dalam lebih banyak pemakaian pembuatan perencanaan dari konsep yang berbeda (lihat tema1# pada bab sebelumnya) hal itu juga diletakan pada artikulasi konteks dengan banyak diedarkan dari strategi pengambilan sampel yang didiskusikan oleh calder dkk, Lynch, Cook dan Campbel (1979) dan Feber (1977) dan banyak ahli metodologi lainnya.

Pada akhirnya ini adalah ide yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh dari kebenaran eksternal dan merupakan bagian dari desakan atas pertanyaan ganda tentang ketahanan dari batasan, garis besar dari fasilitas prinsip dasar Poper (lihat tema 2#) kita mendapat kedua pengetahuan yaitu ketika kita gagal dalam menetapkan ( beberapa penemuan dahulu) peniruan dan penguatan analisis benar yang dalam bentuknya.

Tidak hanya melakukan  penelitian pada lapangan yang jarang mempertimbangkan dalam membuat rencana untuk tapal batas dari penemuan-penemuan mereka, tetapi ketika mereka menjumpai hal yang tidak dikonfirmasikan (kegagalan dalam variasi) dalam wimsat (1981) pada umumnya mereka memandangnya sebagai penemuan yang cara penjelasannya negatif disisi lain dinyatakan dengan ”non-findings”(liat tema2# dan 4#) akan didiskusikan bahwa itu hanya sebagian besar informasi yang banyak dipakai dalm identifikasi limit dari penemuan seperti dalam identifikasi variasi yang lebih banyak diberikan pada penemuan terdahulu. Logika dari menjalankan kedua lingkup dan batasan dari pencarian yang diberikan secara tertentu adalah berlanjut kepada logika dari menjalankan keduanya memusatkan pada titik tertentu dan pembedaan dalam menetapkan metode dari tindakan (Campbell dan Fiske 1959) kita tidak dapat mengetahui lingkup dari pencarian yang direncanakan , kita dapat menetapkan batasan dari pencarian itu.

Bagian dari perencanaan tidak ada batasannya jika mempengaruhi dari subyek, kelakuan, situasi dan semua yang bisa di bayangkan merupakan suatu hal  yang mempunyai makna yang berguna  dengan kata lain pengetahuan adalah informasi dari perbedaan Runkel dan Mc. Grath 1972 jika menemukan yang tidak mempunyai batas tidak dapat menambah pengetahuan itu.

Disamping kelalaian dalm salah satu segi dalam suatu darah sebenarnya dapat menghindarkan semua usaha untuk mencari batasan pekerjaan yang lalu dalam kebenaran eksternal yang ditujukan kepada kelalaian pertanyaan dari ketahanan dan batasan pencarian dari ahli metodologi dan konsep daerah asal.mereka memiliki beberapa penghargaan dari kebutuhaan antara ketahanan  dan batasan penemuan yang diberikan merupakan kekuatan lebih dari model penemuan yang diberikan dan kekuatan dari model anlisis, tetapi seringkali terdapat incidental dari usaha untuk menopang beberapa batasan analisis yang diajukan

Beberapa Implikasi (Menyangkut) Bagan Jaringan Kebenaran

Bagian terdahulu telah membayangkan sejumlah jalan yaitu Brinberg-Mc Grath bagan jaringan kebenaran menerangkan titik kunci yang disukan dalam  percakapan calder/Lych jika kita menerima bagan itu, bersama dengan tema umum membahas bagian pertama pada catatan ini , kemudian sejumlah poin-poin yang nampaknya diisukan oleh Calder dan Lynch menjadi salah satu yang dipecahkan atau dapat diperdebatkan

Dulu, tidak ada meningkatkan kebenaran eksternal dari suatu studi diberikan, A, di dalam studi itu,. kebenaran studi eksternal selalu untuk dijadikan taksiran dalam kaitannya dengan hasil beberapa  studi lain (b, c, d, dan  yang keempat). Belajar merupakan suatu yang mungkin mempunyai implikasi untuk kebenaran yang eksternal dari beberapa  studi lain ( B, atau C atau K atau J),   tetapi bukan untuk dirinya sendiri. lagipula, pertanyaan apakah beberapa temuan X, yang diperoleh dengan contoh i, akan replicate jika dicoba memakai beberapa  contoh lain (j). apakah selalu ujung/persenan gunung es terapung dalam hubungan dengan keseluruhan kebenaran eksternal x. ini adalah kasus dengan mengabaikan sifat alami i dan j dan hubungan mereka ke satu sama lain dan kepada yang disebut” dunia nyata”.

Ke Dua, semua rikumpulan melibatkan aneka pilihan mencerminkan nilai-nilai yang dimiliki peneliti. Sering kali, mereka juga mencerminkan dasar menilai  yang tidak hanya dimiliki peneliti yang melaksanakan studi, tetapi juga  peneliti yang telah mengembangkan paradigma rikumpulan yang dominan dan norma-norma pendukung yang menyangkut bidang lain.

Ketiga, tentu saja ada perbedaan antara ” gaya” atau” alur” dengan mana rikumpulan diselenggaran.  Ini mencerminkan rikumpulan yang memiliki tujuan teretentu. Gaya rikumpulan ini harus dihormati sebagai langkah alternatif untuk melakukan langkah-langkah tertentu di dalam keseluruhan proses rikumpulan, bukannya sebagai rikumpulan alternatif yang memproses fungsi itu bebas satu sama lain.

Dasarnya adalah bermaksud untuk menarik minat dalam membentuk bentuk  alternatif ini, perhatian focal yang konseptual, atau berbagai hal metodologis yang mungkin untuk membentuk perhatian, dan kepedulian yang diberikan kepada berbagai aspek  yang menyangkut  proses rikumpulan (dan itu  untuk berbagai aspek kebenaran). Tidak hanya suatu hal “favorit” milik peneliti daerah yang mungkin digunakan untuk  pertama kalinya dan kebanyakan  tak ada kesulitan tentang dirinya sendiri),  tetapi ” menyukai lebih sedikit” daerah mungkin hanya untuk mendapatkan akhir dari hal tersebut,   dengan demikian meninggalkan beberapa kebenaran dan mengeluarkan paling sedikit daerah itu  yang baik dilayani. Aneka pilihan mengenai hubungan dan unsur-unsur daerah ketiga itu  adalah dibuat untuk mengakomodasi hasil langkah yang lebih dulu dilakukan. Dengan Nyata, alat-alat ini merupakan peneliti yang mengikuti langkah 2″experimental alur” apakah mungkin untuk memilih contoh peristiwa  atas dasar kenyamanan mereka untuk disain yang telah dibangun langkah 1 menyangkut alur    dengan cara yang sama, suatu peneliti yang mengikuti ” theorretical alur” apakah mungkin untuk memilih” metoda kenyamanan” untuk menguji suatu teori. Selagi  orang menggunakan alur empiris mungkin untuk memilih ” konsep kenyamanan” untuk menginterpretasikan suatu untuk menjelaskan suatu pengamanatan.

KOMENTAR PENUTUP

Berkowitz dan Donnerstein (1982), baru saja mempublikasikan artikel denmgan judul” External validity is More Than Skin Deep”. Maksud dari judul itu adalah, ddi bagian  bahwa mereka menolak gagasan di mana kebenaran eksternal adalah bersinonim dengan realisme. ini juga lebih luas dibanding” populasi sampling” dan jauh lebih mempersulit dibanding melulu ” generalisasi di atas” variasi dalam beberapa corak tunggal yang menyangkut disain atau contoh suatu studi yang lebih awal. Pada suatu pandangan, secara penuh menyelidiki kebenaran eksternal merupakan satu kumpulan penemuan yang memerlukan usaha sistematis untuk memverifikasi, memperluas, dan membatasi penemuan itu, dengan replications dan batas analisa ketahanan mencari suatu yang berkenaan dengan semua segi yang relevan yang menyangkut sutu hal yang konseptual,  metodologis.  Karena kedua rikumpulan dasar menerapkan peneliti unutk melakukan lebih sedikit agar bersedia menerima suatu tingkat yang lebih tinggi  sekitar penemuan itu dibanding yang diperlukan pada suatu  ilmu pengetahuan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: