KOMUNIKASI ORGANISASI

II. LANDASAN TEORI

Visi adalah cara pandang jauh ke depan kemana organisasi harus harus dibawa agar dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang diinginkan dalam organisasi. Berdasarkan hal tersebut, maka penetapan visi, sebagai bagian dari perencanaan strategis, merupakan langkah penting dalam perjalanan organisasi.  Visi tidak hanya penting pada waktu mulai berkarya, tetapi juga pada kehidupan organisasi itu selanjutnya. Kehidupan organisasi sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan internal dan eksternal. Oleh karenanya, visi organisasi juga harus menyesuaikan dengan perubahan tersebut ( Effendi, 2003).

Misi suatu organisasi mungkin dapat digambarkan sebagai sebuah pernyataan umum yang merumuskan tujuan inti atau falsafah dasar organisasi. Misi adalah sebuah pernyataan yang menjawab pertanyaan “ Mengapa organisasi ini ada ?”. Mungkin keuntungan utama misi adalah membantu memberikan pengertian yang jelas untuk apa sebenarnya organisasi itu didirikan kepada para pegawai. Pernyataan misi, akan memperjelas objektivitas mereka sendiri dan meningkatkan kesepakatan tanggung jawab mereka untuk mencapai tujuan tersebut ( Cushway dan Lodge, 1993).

Organisasi merupakan kumpulan ornag-orang yang selalu membutuhkan komunikasi dengan sesamanya. Tata hubungan diantara anggota organisasi relative stabil, kestabilan susunan organisasi menjadikan organisasi berfungsi secara efektif dalam mencapai tujuan tertentu. Susunan organisasi menetapkan dan dapat meramalkan komunikasi antara orang-orang, dan karenanya mempermudah tercapainya tugas-tugas administrasi (Thoha, 2005).

Organisasi harus mempunyai pengertian yang baik kepada dirinya sendiri, secara financial, operasional dan dalam dimensi sumber daya manusia. Point dari sumber audit atau analisis adalah menilai kekuatan organisasi dan kelemahan secara timbale balik khusus bagian tindakan (strategi) potensial (Nurjaman et all, 2003).

Ada bermacam-macam organisasi, dan hanya terdapat sedikit persamaan, tetapi walaupun bervariasi, semua organisasi memiliki hal-hal tertentu yang sama. Organisasi memiliki :

v     Satu tujuan bersama

v     Suatu struktur

v     Proses untuk mengkoordinasikan kegiatan

v     Orang-orang yang melaksanakan peran-peran yang berbeda.

Memiliki satu tujuan bersama tidak dengan sendirinya menciptakan sebuah organisasi. Kerumunan orang dapat memiliki satu tujuan bersama. Yang menciptakan organisasi adalah pembentukan struktur dan proses menuju sasaran (Cushway dan Lodge, 1993).

Ketika membuat analisis organisasi terdapat tiga unsur yang perlu ditinjau begitu misi dan strategi yang jelas telah ada ditempatnya :

  1. Struktur organisasi menjelaskan bagaimana kewajiban, tugas dan peran dialokasikan di dalam organisasi. Hal ini penting karena dampaknya terhadap cara orang bekerja dan terhadap efektivitas proses-proses organisasi
  2. Proses adalah mekanisme yang mendasari dilaksanakannya kegiatan-kegiatan organisasi. Proses biasanya menentukan bagaimana organisasi itu disusun, meskipun mekanisme tersebut mungkin dibuat sangat sesuai dengan struktur organisasi. Mekanisnme itu juga akan mempengaruhi jenis-jenis tenaga kerja yang dipekerjakan
  3. Tenaga kerja sumberdaya inti setiap organisasi adalah tenaga krerja (manusia ). Bahan baku akan tetap seperti semula tanpa adanya campur tangan. Sebaliknya tenaga kerja manusia menentukan struktur dan proses organisasi (Cushway dan Lodge, 1993).

Budaya dan iklim organisasi akan memiliki dampak pada efisiensi dan efektifitas organisasi. Oleh karena itu, menganalisa budaya dan iklim organisasi juga merupakan bagian penting guna memperoleh pemahaman sepenuhnya tentang organisasi. Budaya organisasi dibangun dari kepercayaan yang dipegang teguh secara mendalam tentang bagaimana organisasi seharusnya dijalankan atau beroperasi.Budaya merupakan system nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan yang dilakukan dan cara para pegawai berperilaku

(Nurjaman et all, 2003).

DEPERTI
Bendahara umum
Sekretaris umum

Gambar 1 Struktur Organisasi Himaseta

IV. KESIMPULAN DAN SARAN

  1. Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum Komunikasi Organisasi ini adalah :

  1. Organisasi Himaseta berdiri pada tanggal 8 September 1984
    1. Visi dari organisasi HIMASETA adalah terwujudnya profesionalisme anggota di bidangnya menuju peningkatan kualitas berfikir dan berkreasi untuk mencapai kemanfaatan bagi diri dan sesama
    2. Misi  dari organisasi HIMASETA adalah mewujudkan mahasiswa sosial ekonomi pertanian yang professional dan partisipatif dalam pembangunan.
    3. Struktur organisasi HIMASETA terdiri dari Musyawarah Anggota, Ketua Umum, Sekretaris Umum, Wakil Sekretaris Umum, Bendahara Umum, Wakil Bendahara Umum, Ketua Bidang, Sekretaris Bidang dan Staff-staffnya.
    4. Hasil Identifikasi terhadap Fenomena/ Profil Komunikasi yang terjadi dalam organisasi HIMASETA adalah sebagai berikut :
      1. Suasana komunikasi yang terjalin dalam organisasi HIMASETA terjalin dengan baik.
      2. Aliran informasi yang terjadi adalah aliran informasi vertikal, horizontal dan lintas. Proses penyebaran informasinya secara formal dan informal. Penyebaran informasi khusus atau penting dilakukan dengan diadakannya rapat istimewa mengenai informasi tersebut. Dalam organisasi HIMASETA terdapat jaringan komunikasi non formal. Kemudahan dalam memperoleh informasi dari berbagai sumber yaitu dari atasan langsung, atasan lebih tinggi lagi, kelompok , bawahan, dokumen-dokumen, dan obrolan lisan.
  1. Ketepatan dan Distorsi pesan pernah dialami dalam organisasi HIMASETA antara lain, terjadinya keterlambatan pesan, kekurangan informasi serta adanya informasi yang tidak tersampaikan.
  2. Media yang digunakan dalam penyampaian informasi adalah melalui media cetak dan media lisan. Kedua macam media tersebut sudah cocok, dapat dipercaya/ diandalkan dan sudah efisien dan efektif.
  3. Organisasi HIMASETA mempunyai kebiasaan-kebiasaan seperti, berkumpul di Lab Sosek untuk melakukan koordinasi, sarasehan, forum lingkar angkatan, atau hanya sekedar mengerjakan tugas kuliah.
  4. Evaluasi terhadap fenomena komunikasi yang terjadi dalam organisasi HIMASETA adalah sebagai berikut :
    1. Fenomena komunikasi yang terlihat dalam suasana komunikasi nampak bagus, lancar dan komunikatif.
    2. Aliran informasi yang terdapat pada HIMASETA adalah aliran vertical, horizontal dan lintas. Dalam proses penyebaran informasi dilakukan bersama-sama secara formal dan informal. Penyebaran informasi yang penting, khusus maupun yang terkini ditempel pada papan pengumuman. Jaringan informasi juga dilakukan dengan membuat website.
    3. Dalam komunikasi organisasi HIMASETA juga terjadi distorsi pesan.
    4. Organisasi HIMASETA menyukai kedua macam saluran atau media yang duigunakan yaitu cetak dan lisan. Penggunaan kedua saluran tersebut sudah cocok, dapat diandalkan serta efisien dan efektif.
    5. Kebiasaan-kebiasaan dari organisasi HIMASETA menurun pada tiap masa kepengurusan. Kebiasaan tersebut menunjukkan kreatifitas dari apara anggota dan pengurus.
    6. Identifikasi terhadap permasalahan komunikasi dalam organisasi HIMASETA adalah sebagai berikut :
      1. Masalah yang sering muncul adalah kurangnya jaringan komunikasi untuk menyampaikan informasi ke seluruh anggota.
      2. Aliran informasi dalam HIMASETA sudah dapat menyampaikan informasi ke sasaran.
      3. Distorsi pesan yang ada adalah keterlambatan pesan baik dari sumber maupun pihak lain dalam saluran komunikasi.
      4. Masalah dalam penggunaan media cetak dan media lisan adalah beberapa anggota belum mengetahui adanya website dan jarang diupdate. Respon dari anggota yang belum tentu sama antara satu dengan yang lainnya.
      5. Anggota organisasi HIMASETA kurang berpartisipasi  dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan/ ritual-ritual yang dirasa formal.
    7. Alternatif pemecahan masalah komunikasi dalam organisasi HIMASETA adalah sebagai berikut :
      1. Ada pihak lain yang berperan sebagai jaringan komunikasi dan memotivasi para pengurus dan anggota dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan HIMASETA.
      2. Mengintensifkan anggota dan pengurus yang berkepentingan dalam rapat dan menyebarkan informasi melalui media cetak dan lisan secara bersamaan.
      3. Menghubungi secara langsung baik lewat hanphone, telpon maupun bertatap muka langsung.
      4. Selalu mengupdate website maupun papan pengumuman dan mengulang pesan secara terus menerus agar informasi yang disampaikan selalu diingat.
      5. Mencari atau memilih waktu yang tepat serta mengemas acara semenarik mungkin untuk memotivasi anggota dan pengurus ikut serata dalam setiap kegiatan HIMASETA.
  1. Saran

Setelah mempelajari mengenai profil atu fenomena komunikasi dalam organisasi HIMASETA terdapat masukan antara lain :

  1. Jaringan komunikasi yang sudah terjalin dengan baik ditingkatkan lagi kinerjannya.
  2. Seharusnya organisasi HIMASETA lebih memperhatikan mengenai jaringan komunikasi mellaui media elektronik agar mudah diakses oleh anggota dan non anggota HIMASETA.

V. DAFTAR PUSTAKA

Cushway, Barry and Derek Lodge. 1993. Organizational Behaviour and Design. PT Elex Media Komputindo Gramedia. Jakarta.

Effendi, Onong Uchjana. 2003. Ilmu Komunikasi teori dan Praktek. PT Remaja Rosdakarya. Bandung.

Thoha, Miftah. 2005. Perilaku Organisasi : Konsep Dasar dan Aplikasinya. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta

Nurjaman, Asep dan Krisnohadi. 2003. Organisasi dan Manajemen Pemerintahan. UMM Press. Malang

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: