KOPERASI PERTANIAN MANAJEMEN KUD Musuk Kabupaten Boyolali dan KUD Jatinom Kabupaten Klaten

INTISARI

Koperasi merupakan salah satu sektor dalam ekonomi kerakyatan. Disamping orientasi pemerataan koperasi juga menjalankan fungsi lain yang mendukung pembangunan ekonomi dan mobilitas ekonomi. Koperasi  memiliki definisi yaitu badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Praktikum Koperasi Pertanian dilaksanakan pada tanggal 24 Mei 2003 di KUD Musuk dan KUD Jatinom bertujuan agar mahasiswa dapat mensinergikan antara teori di bangku kuliah dengan aplikasinya di lapangan, dan memahami hambatan yang terjadi dalam perkembangan koperasi khususnya di bidang manajemen, mengetahui dan memahami dinamika pembangunan perkoperasian di Indonesia, mahasiswa dapat mengetahui dan memahami sistem manajemen, baik fungsi-fungsi maupun peran-peran manajemen yang ada di KUD Musuk dan Jatinom.

Metodologi yang digunakan meliputi metode dasar, metode pengumpulan data dan metode analisis data. Metode dasar yang digunakan dalam praktikum Koperasi Pertanian ini adalah deskriptif analitis. Metode pengumpulan data denganmenghimpun keterangan dari pengurus kedua KUD dan  data juga diperoleh dari brosur serta laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas kepada RAT. Metode analisis data dengan tabulasi persentatif.

Peran-peran manajemen merujuk pada tingkah laku manajerial. Secara umum peran manajemen terdiri dari peran yang berkaitan dengan hubungan antar pribadi, berkaitan dengan informasi, berkaitan dengan pengambilan keputusan. Peran yang berkaitan dengan hubungan antar pribadi adalah pemimpin dan penghubung. Pemantau dan penyebar adalah peran yang berkaitan dengan informasi. Sedangkan wirausaha,pengendali gangguan, pengalokasi sumber daya, dan perunding merupakan peran yang berkaitan dengan pengambilan keputusan

Secara umum sistem manajemen di KUD Musuk dan KUD Jatinom relatif baik dan mengalami perkembangan yang membanggakan ditunjukkan dengan berbagai penghargaan baik di tingkat propinsi maupun nasional dalam keberhasilannya mencapai kemandirian.

I. PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang

Krisis ekonomi yang melanda Indonesia sampai saat ini masih menumbuhkan berbagai dampak negatif. Salah satu sektor  yang masih mengalami imbas dari dari krisis adalah sektor swasta, terutama dalam sektor industri. Setelah terjadi krisis yang berlarut maka peran sektor swasta dalam ujung tombal perekonomian  mulai dipertanyakan. Maka salah satu usaha yang dilakukan untuk mengantisipasi hal itu adalah dengan mengembangkan ekonomi kerakyatan yang lebih berorientasi pada pemerataan.

Koperasi merupakan salah satu sektor dalam ekonomi kerakyatan. Disamping orientasi pemerataan koperasi juga menjalankan fungsi lain yang mendukung pembangunan ekonomi dan mobilitas ekonomi. Dan tanggung jawab perekonomian di Indonesia berada pada ketiga pelaku ekonomi yaitu BUMN, swasta dan koperasi. Dan peran ketiganya adalah dominan dalam perekonomian.

Menurut UU No. 25 tahun 1992 tentang perkoperasian, koperasi  memiliki definisi yaitu badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

Dalam tata perekonomian nasional, koperasi diharapkan menjadi sokoguru perekonomian nasional. Koperasi di Indonesia diharapkan dapat menempati kedudukan penting dalam perekonomian. Namun fenomena yang terjadi, koperasi Indonesia belum sepenuhnya menjadi milik masyarakat Indonesia, dalam arti belum semua lapisan masyarakat mendukung sepenuhnya proses berkembangnya koperasi yang mengarah pada ekonomi kerakyatan. Untuk itu koperasi harus berupaya untuk memberikan jasa agar produk yang dihasilkan oleh anggotanya dapat dipasarkan secara terpadu dan koperasi dapat memberikan balas jasa sesuai dengan kontribusi yang diberikan oleh para anggota.

Untuk mengetahui seberapa jauh peranan Koperasi maupun KUD dalam pelayanan terhadap petani dan bagaimana perkembangannya sampai saat ini diperlukan sutu observasi langsung. Oleh karena itu diperlukan adanya kajian yang lebih mendalam mengenai koperasi unit desa melalui praktikum Koperasi Pertanian dan melihat langsung kondisi KUD yang bertempat di KUD Musuk Kabupaten Boyolali dan KUD Jatinom Kabupaten Klaten.

1.2.  Permasalahan

Permasalahan yang dihadapi terutama menyangkut sistem manajemen koperasi yaitu :

  1. Bagaimana struktur manajemen yang terdapat dalam KUD Musuk dan KUD Jatinom?
  2. Bagaimana optimalisasi fungsi-fungsi manajemen agar mampu mengembangkan ekonomi kerakyatan?
  3. Bagaimana peran-peran manajemen dalam  mengarahkan kebijakan koperasi?

1.3.  Tujuan dan Kegunaan

  1. Tujuan

Praktikum Koperasi Pertanian ini memiliki tujuan umum dan tujuan khusus sebagai berikut:

  1. Tujuan Umum

1)   Mahasiswa dapat mensinergikan antara teori di bangku kuliah dengan aplikasinya di lapangan.

2)   Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami dinamika pembangunan perkoperasian di Indonesia.

3)   Mahasiswa mengetahui dan memahami kendala-kendala pertumbuhan perkoperasian.

  1. Tujuan Khusus

1)   Mengkaji struktur manajemen yang terdapat dalam KUD Musuk dan KUD Jatinom.

2)   Mengetahui dan memahami fungsi-fungsi manajemen yang diterapkan dalam KUD sehingga KUD mampu mengembangkan ekonomi kerakyatan.

3)   Mengetahui dan memahami peran-peran manajemen dalam mengarahkan kebijakan koperasi.

  1. Kegunaan

Dari praktikum Koperasi Pertanian ini diharapkan dapat memberi kegunaan sebagai berikut :

1)   Bagi KUD, sebagai sumbangan pemikiran dari mahasiswa mengenai kondisi manajemen KUD dalam rangka perbaikan manajemen KUD.

2)   Bagi Fakultas, sebagai kelengkapan dalam penerapan kurikulum pendidikan pertanian.

3)   Bagi mahasiswa, dapat menjadi pertimbangan dalam melakukan kegiatan yang berkaitan dengan masalah perkoperasian di masa yang akan datang.

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA TEORI

2.1  Tinjauan Pustaka

Koperasi di Indonesia dikenal sebagai usaha kerjasama di lapangan ekonomi yang bertujuan meningkatkan taraf hidup dan memperbaiki kedudukan ekonomi anggotanya. Sedangkan di dalam ilmu ekonomi definisi koperasi adalah suatu perkumpulan yang memungkinkan beberapa orang dan atau badan hukum dengan jalan bekerjasama atas dasar sukarela dalam menyelenggarakan sutu pekerjaan untuk memperbaiki kehidupan anggotanya (Sagimun, 1994).

Lembaga koperasi lahir dengan dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa pada masa lalu, perekonomian dkuasai sepenuhnya oleh kapitalisme, sehingga timbul kesenjangan antara golongan miskin dengan golongan kaya yang semakin melebar (Downey dan Erickson, 1992).

Berdasarkan pasal 1 UU No 25/ 1992, koperasi di Indonesia merupakan badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan (Baswir, 1997).

Di dalam pasal 33 UUD 1945 tercantum dasar demokrasi ekonomi, dimana produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua di bawah pimpinan dan penilikan anggota-anggota masyarakat. Sehingga kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran perseorangan. Oleh karena itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan (Baswir, 1997).

Harus diakui bahwa banyak faktor yang menyebabkan mengapa sampai saat ini koperasi belum mampu menjadikan dirinya berfungsi sebagaimana mstinya. Namun demikian jika kita konsekuen dengan UUD 1945 pasal 33, mestinya pemerintah memberikan kemauan politik yang jelas dan tegas. Apabila dikatakan pemerintah saat ini masih banyak memberikan campur tangan dalam koperasi itu adalah benar. Tetapi menurut Domanik, hal itu bukan berarti pemerintah telah memberikan kemauan politik yang tegas untuk pembangunan koperasi (Suharso, 1988).

Keberhasilan koperasi dalam mencapai tujuannya tergantung dari keaktifan para anggotanya apakah mereka mampu melaksanakan kerjasama, memiliki kegairahan kerja dalam mentaati segala ketentuan serta garis kebijakan yang telah ditetapkan dalam rapat anggota. Dengan demikian usha untuk meningkatkan taraf hidup mereka tergantung dari aktivitas mereka sendiri (Anoraga, 1995).

Sesuai dengan pengertiannya yaitu koperasi sebagai persekutuan kaum lemah dalam perkembangannya sangat tertinggal jauh dibanding dengan usaha-usaha kaum konglomerat yang banyak mendapatkan hasil. Begitu pula dalam menikmati hasil pembangunan para konglomerat lebih banyak mendapatkan dibanding masyarakat ekonomi lemah. Sebenarnya peranan koperasi dalam hal ini dapat dikatakan marginal, dalam arti masih lemah kemampuannya dalam memperbaiki atau meningkatkan harkat dan martabat masyarakat bawah. Peranan koperasi sangat dibutuhkan dalam mengatur penggunaan sumber daya secara efektif serta untuk memobilisasikan sumber-sumber lokal dalam input produksi dan pelayanan lain yang diperlukan anggota (Anoraga, 1995).

Koperasi Unit Desa dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan, khususnya para petani. Sebagian besar penduduk Indonesia tinggal di wilayah pedesaan, sehingga untuk meningkatkan harkat dan martabat masyarakat desa, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan membentuk KUD. Fungsi dan peran KUD adalah memperkokoh perekonomian masyarakat pedesaan sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional (Baswir, 1997).

Disadari bahwa lingkaran daripada koperasi itu berubah-ubah. Manajemen koperasi harus selalu menyadari perubahan-perubahan itu. Dan perubahan-perubahan itu sangat kompleks dan mungkin tidak dikuasai oleh pengurus koperasi, sehingga pendidikan, latihan, pengalaman menjadi sangat penting dalam mengantisipasi perubahan (Reksohadiprodjo, 1974).

Peran pemimpin bertanggungjawab untuk memotivasi, mengaktifkan bawahan, dan melatih tugas-tugas yang terkait. Penghubung bertanggungjawab dalam memelihara suatu jaringan kontak luar yang berkembang sendiri dan memberi dukungan serta informasi. Pemantau berperan dalam mencari dan menerima beranekaragam informasi yang mutakhir untuk mengembangkan pemahaman yang menyeluruh terhadap organisasi dan lingkungan, serta sebagai pusat informasi internal dan eksternal tentang organisasi. Penyebar berperan dalam meneruskan yang diterima dari orang luar atau dari bawahan kepada anggota (Robbins dan Coulter, 1999).

2.2  Kerangka Teori

Sebagai wadah bagi anggota masyarakat yang mempunyai kemampuan ekonomi terbatas, koperasi berperan untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka dan secara tidak langsung koperasi turut memainkan peranan dalam proses pemerataan pembangunan. Bahkan sebagai soko guru perekonomian nasional, koperasi juga diharapkan dapat memainkan peranan sebagai gerakan untuk menyusun perekonomian Indonesia yaitu sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan (Baswir, 1997).

Manajemen merupakan kebutuhan mutlak bagi sebuah organisasi untuk diketahui. Hakikat manajemen adalah mencapai tujuan melalui tangan orang lain. Pencapaian tujuan melalui tangan orang lain itu dilakukan oleh manajemen dengan melaksanakan fungsi-fungsi manajemen yaitu fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian, fungsi pengkoordinasian, fungsi pelaksanaan dan fungsi pengawasan. Dengan demikian keberhasilan sebuah manajemen sebuah organisasi akan sangat tergantung pada pelaksanaan masing-masing fungsi tersebut (Baswir, 1997).

Koperasi harus merubah pendekatan manageriil terhadap perubahan-perubahan yang cepat. Apabila menggunakan konsultan mungkin terbatas dengan dana dan waktu, sehingga pendekatan manageriil harus dilakukan sendiri oleh koperasi. Yang harus dilakukan adalah berusaha meneliti pola-pola dan perubahan dalam manajemen. Apa yangmenyimpang dari pola tersebut perlu diperhartikan sehingga tindak lanjut dari hal itu dengan membatasi gerakan dan mengarahkan kebijakan umum maupun  strategi yang dilakukan (Reksohadiprodjo, 1974).

Dalam melaksanakan fungsi kepengawasannya, pengawas koperasi dapat meminta bantuan tenaga ahli untuk mengungkapkan terjadinya penyalahgunaan wewenang dan atau penyelewengan yang dilakukan oleh pengurus koperasi. Tenaga ahli yang dimaksud adalah akuntan publik. Sebagaimana diketahui akuntan publik memiliki kecakapan profesional untuk memeriksa kewajaran laporan keuangan yang disampaikan oleh pengurus (Baswir, 1997).

Peran-peran manajemen merujuk pada tingkah laku manajerial. Secara umum peran manajemen terdiri dari peran yang berkaitan dengan hubungan antar pribadi, berkaitan dengan informasi, berkaitan dengan pengambilan keputusan. Peran yang berkaitan dengan hubungan antar pribadi adalah pemimpin dan penghubung. Pemantau dan penyebar adalah peran yang berkaitan dengan informasi. Sedangkan wirausaha,pengendali gangguan, pengalokasi sumber daya, dan perunding merupakan peran yang berkaitan dengan pengambilan keputusan (Robbins dan Coulter, 1999).

Hakikat manajemen keuangan adalah mengupayakan tercapainya keseimbangan antara kebutuhan dana serta penggunaannya. Pengertian seimbang dalam hal ini adalah keseimbangan antara sisi aktiva dengan pasiva neraca. Sisi aktiva menunjukkan macam-macam pos kekayaan sedangkan sisi pasiva menunjukkan sumber-sumber dana yang digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan pembelanjaan tersebut (Baswir, 1997).

III. METODOLOGI

3.1. Metode Dasar

Metode dasar yang digunakan dalam praktikum Koperasi Pertanian ini adalah deskriptif analitis yaitu praktikum atau penelitian yang memusatkan diri pada pemecahan masalah yang terjadi saat ini, data yang dijelaskan dan dianalisis. Penentuan atau penetapan sampel KUD pada praktikum ini dengan menggunakan metode purposive random sampling yaitu penentuan KUD yang dengan sengaja dipilih untuk diamati. Pada praktikum kali ini sebagai sampel adalah KUD Musuk dan KUD Jatinom.

3.2. Metode Pengumpulan Data

Metode yang digunakan dalam pengumpulan data pada praktikum ini adalah dengan menghimpun keterangan-keterangan dari pihak pengurus KUD Musuk dan KUD Jatinom, melalui ceramah dan diskusi atau tanya jawab sesuai dengan kajian yang bersangkutan. Selain itu data-data yang terkumpul juga diperoleh dari data sekunder yang didapat dari pihak KUD yang berupa brosur atau leaflet dan laporan pertanggungjawaban pengurus dan pengawas kepada RAT.

3.3. Metode Analisis Data

Data yang telah dikumpulkan dalam praktikum Koperasi Pertanian dianalisis dengan tabulasi persentatif  baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Namun dalam kasusu-kasus tertentu mahasiswa dapat memberikan penjelasan-penjelasan yang lebih mendalam dan komprehensif berdasarkan teori atau hasil penelitian yang relevan.

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Kondisi Umum KUD

  1. 1. KUD Musuk

KUD Musuk berdiri pada tahun 1973 dengan berbadan hukum No. 8463b/BH/PAD/KWK.II/XII/96 tertanggal 31 Desember 1996. KUD ini terletak di lereng Gunung Merapi yang mempunyai ketinggian 250-1200 m, di atas permukaan laut, tepatnya di kecamatan Musuk, kabupaten Boyolali. Daerah Musuk merupakan daerah yang memiliki potensi usaha peternakan sapi perah, sehingga sangat berperan bagi penduduk di kecamatan Musuk yang sebagian bermatapencaharian sebagai petani dan peternak sapi perah, terutama membantu dalam permodalan dan proses pemasaran.

KUD Musuk pada awal berdirinya pada tahun 1973 masih berbentuk BUUD dan hanya beranggotakan 30 orang dan hanya memiliki 1 unit usaha yaitu saprotan. Pada tahun 1980 KUD Musuk mendapatkan bantuan dari presiden RI yaitu berupa kredit sapi potong dan sapi perah. Kemudian seiring waktu unit usaha yang dikembangkan bertambah antara lain pengembangan kredit candak kulak (KCK). Pada tahun 1985 KUD mulai membudidayakan sapi perah dan dari hasil budidaya tersebut dapat memberikan kontribusi yang besar bagi kemajuan KUD ini.  Sekitar tahun 1990 KUD Musuk mampu menampung susu dari para peternak mencapai 33-34 ton per hari. Dan KUD ini berkembang menjadi KUD susu terbesar di Jateng, dan pada tahun yang sama KUD Musuk menerima piagam sebagai KUD Mandiri dari Menteri Koperasi RI, atas kenerhasilannya mencapai tingkat kemandirian. Pada tahun 1991 mendapat penghargaan sebagai KUD Mandiri Terbaik Tingkat Nasional dan mulai tahun 1992 hingga saat ini dinyatakan sebagai KUD Mandiri Teladan Tingkat Nasional.

KUD Musuk memiliki wilayah kerja sebanyak 20 desa yang tersebar di wilayah kecamatan Musuk, kabupaten Boyolali. Pada tahun 2002 KUD Musuk memiliki anggota berjumlah 12.760 orang dengan perincian 9.153 laki-laki dan 3.607 wanita, yang tersebar di wilayah kecamatan Musuk. Sedangkan anggota yang produktif, dalam arti dapat bekerjasama secara kontinu hanya sekitar 4000 orang. KUD Musuk memiliki 7 unit usaha yaitu persusuan, simpan pinjam, gangguan listrik, makanan ternak, angkutan, waserda, dan ternak.

Susunan pengurus KUD Musuk periode 2000-2004 sebagai berikut:

Ketua I                        : Sri Kuntjoro

Ketua II                      : R. Marsono

Sekretaris                    : Sardjono

Bendahara                   : Sumadi

Pembantu Umum         : Hadi Sutarno

Adapun susunan pengawas adalah sebagai berikut :

Ketua                          : Suharto

Anggota                      : Tukino,Spd

Anggota                      : Sardi TW

Sedangkan manajer yang diangkat oleh pengurus yaitu :

Manajer Utama           : Drs. Edi Nirmolo

Manajer Produksi        : Mulyono

dan pemasaran

Manajer Perkreditan    : Suparmanto

Pelaksanaan aktivitas sehari-hari diserahkan kepada karyawan sebanyak 71 orang, dimana dalam proses kerja tetap dikontrol dan diawasi oleh pengurus.

Meskipun merupakan wadah kerjasama yang bertujuan meningkatkan taraf hidup dan memperbaiki kedudukan ekonomi anggotanya, namun pengurus KUD juga memperhatikan kebutuhan anggotanya yang bersifat sosial, antara lain bantuan sebesar 10 % dari biaya total saat anggota dalam perawatan di rumah sakit, KUD menangung biaya pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan setiap tahun, memberikan dana sosial kepada keluarga anggota apabila ada anggota yang meninggal dunia dan memberikan bantuan sembako 2 kali dalam 1 tahun kepada anggota.

  1. KUD Jatinom

KUD Jatinom terletak di desa Krajan, kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten. Organisasi ini berdiri pada tahun 1974 dengan Badan Hukum Nomor 8679B/ BH/ PAD/ KWK II/ X / 96 tanggal 7 November dengan nama BUUD/ KUD Jatinom dan pada awalnya terdiri dari 66 anggota. Berdasarkan Inpres No. 2/ 78 terdapat perubahan tentang kepengurusan BUUD/KUD dimana BUUD memiliki kepengurusan sendiri dan terpisah dari KUD dan terdapat penyesuaian Badan Hukum dengan nomor 8679a/ BH/ VI/ 82 tanggal 9 Desember 1982. Sejak tahun 1974-1980 KUD Jatinom menangani masalah Pengadaan Pangan Stock Nasional bersama pasar umum dengan membeli gabah dari petani. Setelah tahun 1980 KUD dilibatkan dalam menangani TRI dengan mendapat bantuan pemerintah dan KCK serta bergerak dalam usaha saprodi. Pada tahun 1981 KUD Jatinom memperoleh bantuan 50 sapi perah dari presiden. Seiring berjalannya waktu, KUD mulai mengembangkan bidang usaha yang lain antara lain unit usaha susu, unit pemasangan maupun penanganan rekening listrik dan sebagai penyalur saprodi. Untuk memberikan peningkatan pelayanan didirikan waserda, cooling unit, unit usaha simpan pinjam, pengadaan air bersih, serta usaha pabrik makanan ternak. Dan sampai saat ini KUD ini memiliki 19 unit usaha.

Wilayah kerja  yang dimiliki oleh KUD Jatinom sebanyak 18 desa dan 1 kelurahan yang tersebar di kecamatan Jatinom. Dan jumlah  anggota pada tahun 2001 sebanyak 7.347 orang. Susunan pengurus KUD Jatinom periode 2001-2003 sebagai berikut:

Ketua                          : H. Dawan Sastro Laksono

Sekretaris                    : Joko Siswanto

Bendahara                   : Ratimin

Bidang Usaha              : Drs. H.M. Nurhadi, SU

Bidang Organisasi        : Drs. H. Sutomo

Adapun susunan pengawas adalah sebagai berikut :

Ketua                          : Anwar Susanto

Anggota                      : H. Sunarno

Sedangkan manajer  dan karyawan adalah sebagai berikut :

Manajer                      : Drs. Kisdaryana

Karyawan                   :

  • Tetap                    : 53 orang
  • Borongan              : 4 orang
  • Musiman               : 1 orang

Operasionalisasi KUD sehari-hari dilaksanakan oleh karyawan dibawah koordinasi manajer dan diawasi oleh pengurus.

KUD Jatinom memiliki kelompok kerja yang terdapat di setiap desa di wilayah kerja, yang dipimpin oleh seorang ketua kelompok kerja. Kelopok kerja ini berperan dalam mempermudah distribusi dan pemasaran susu dari para peternak, memberikan kemudahan dalam pengaturan  pemberian fasilitas sosial dan keuntungan serta mempermudah dalam sosialisasi informasi baru mengenai perkembangan KUD.

Usaha yang dikembangkan oleh KUD saat ini cukup beragam yaitu:

  1. Unit Susu
  2. Unit PMT
  3. Unit Pabrik Makanan Ternak
  4. Unit Angkutan
  5. Unit TRI
  6. Unit Sarana Produksi Pertanian
  7. Unit Penggilingan Padi (RMU)
  8. Unit Pelayanan Air Bersih
  9. Unit Simpan Pinjam

10.  Unit Warung Serba Ada (Waserda)

11.  Unit Pelayanan Listrik

Dan di setiap unit usaha dipimpin oleh kepala bagian yang bertanggungjawab kepada manajer, dan manajer bertanggungjawab kepada pengurus.

Disamping bergerak di bidang perekonomian KUD ini juga memberikan pelayanan di bidang kesejahteraan antara lain penyisihan pendapatan untuk kesejahteraan anggota, meningkatkan pelayanan dan perbaikan gangguan listrik pada pelanggan, dan memberikan bantuan beasiswa kepada siswa yang berprestasi dan berdomisili di wilayah kerja KUD Jatinom.

4.2. Kondisi Manajemen KUD Musuk dan KUD Jatinom

  1. 1. KUD Musuk

Koperasi merupakan badan usaha yang bergerak dalam bidang perekonomian memiliki tatanan manajemen yang berbeda dengan badan usaha lainnya, seperti PT, Firma, CV dan sebagainya. Perbedaan tersebut pada hakekatnya bersumber dari falsafah koperasi yaitu demokrasi ekonomi dalam arti dari, oleh dan untuk anggota. Di samping itu terdapat perbedaan dalam struktur manajemen, dimana dalam KUD terdapat rapat anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi, pengurus dan badan pengawas, serta direksi yang didukung oleh karyawan. Namun dilihat dari penerapan fungsi-fungsi manajemen relatif sama, artinya di dalam koperasi maupun KUD terdapat fungsi perencanaan, pengorganisasian, pengawasan, dan pengendalian.

Dalam struktur manajemen yang terdapat di KUD Musuk, kekuasaan tertinggi adalah Rapat Anggota. Sebelum dilaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) diadakan Pra RAT, karena jumlah anggota yang relatif besar yaitu 12.760 orang yang tersebar di 20 desa di kecamatan Musuk. Dengan demikian dilaksanakan demokrasi tidak langsung. Di dalam pra RAT yang dilakukan di desa-desa, akan dipilih wakil-wakil dari setiap desa untuk hadir dalam RAT. Dimana jumlah wakil dari anggota adalah 2,5 % dari seluruh anggota KUD Musuk. Di dalam RAT akan dipilih dan diangkat pengurus dan badan pengawas. Dan atas nama anggota, pengurus memilih dan mengangkat tim direksi yang berperan sebagai manajer. Manajer utama memilih manajer produksi dan pemasaran, manajer perkreditan dan mengangkat karyawan. Manajer utama mengkoordinasi tugas manajer dan sekaligus mengawasi kerja karyawan. Manajer utama bertanggungjawab kepada pengurus. Sedangkan badan pengawas mengawasi kerja pengurus dan manajer. Pengurus dan bdan pengawas bertanggungjawab pada anggota melalui RAT. Bentuk pertanggungjawaban tersebut dirangkum dalam laporan pertanggungjawaban. Sistem manajemen KUD Musuk telah mengacu pada aturan-aturan yang terdapat dalam undang-undang perkoperasian. Dimana dalam RAT dipilih pengurus dan pengawas. Sedangkan pengurus atas nama anggota memilih dan mengangkat manajer atau tim direksi. Pengawas mengawasi kerja pengurus dan manajer. Pengawas dan pengurus bertanggungjawab pada rapat anggota. Pengurus mengawasi segala usaha koperasi dan mengawasi kerja tim direksi. Direksi mengawasi kerja pelaksana atau karyawan.

Dalam pasal 23 UU No. 25 tahun 1992 menetaplan :

  1. Anggaran Dasar
  2. Kebijakan umum di bidang organisasi manajemen
  3. Pemilikan, pengangkatan, pemberhentian pengurus dan pengawas
  4. Rencana kerja, RAPB, dan pengesahan laporan keuangan
  5. Pengesahan pertanggungjawaban pengurus
  6. Pembagian SHU
  7. Penggabungan, peleburan, pembagian dan pembubaran koperasi

KUD Musuk juga telah melaksanakan aturan yang tersebut di atas, dimana dalam RAT memilih dan mengangkat pengurus dan badan pengawas, membicarakan dan mengesahkan laporan pertanggung jawaban pengurus dan badan pengawas, pembacaan dan pembahasan rencana kerja dan anggaran pendapatan dan belanja serta pembagian SHU. SHU pada tahun 2001 mencapai Rp. 146.461.967,33 dan volume usaha mencapai Rp. 22.182.265.521,78.

Berdasarkan UU perkoperasian, pengurus yang dipilih oleh anggota melalui RAT mempunyai tugas sebagai berikut ;

  1. Mengelola koperasi dan usahanya
  2. Mengajukan rancangan rencana kerj dan RAPB
  3. Menyelenggarakan RAT
  4. Mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas
  5. Menyelenggarakan pembukuan keuangan dan pertanggung jawaban pelaksanaan tugas

Sedangkan wewenang pengurus adalah :

  1. Mewakili koperasi di luar dan didalam pengadilan
  2. Memutuskan penerimaan dan penolakan anggota baru serta pemberhentian
  3. Melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan koperasi

Pengurus di KUD Musuk dipilih oleh anggota melalui RAT. Pengurus mengelola koperasi namun dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari pengurus tidak terjun langsung tetapi dibantu oleh manajer dan karyawan. Pengurus memilih manajer untuk membantu operasionalisasi KUD. Pengurus membahas rancangan kerja dan RAPB bersama manajer. Pengurus dan karyawan mendapatkan honorarium setiap bulan sesuai dengan jabatannya. Selain itu pengurus berhak untuk memutuskan penerimaan anggota baru dan melakukan berbagai tindakan yang memberi pengaruh positif bagi KUD. Disamping itu pengurus juga melakukan pendekatan dalam usaha menarik anggota agar aktif dalam keanggotaan koperasi.

Tim direksi dipimpin oleh seorang manajer utama dan membawahi manajer produksi dan pemasaran serta manajer perkreditan. Manajer bersama pengurus melakukan fungsi-fngsi manajemen sebagai berikut ;

  1. Perencanaan

Perencanaan yang dilakukan meliputi perencanaan janga pendek dan jangka panjang secara terperinci. Rencana merupakan pedoman yang harus dikerjakan berisi tujuan yang jelas, menetapkan strategi dan mengembangkan rencana yang akan dilaksanakan. KUD Musuk melakukan perencanaan jangka pendek setiap 1 tahun sekali. Pada tahun 2003 memiliki perencanaan sebagai berikut :

1)   Mempertahankan usaha-usaha yang telah ada

2)   Mengoptimalkan usaha yang sudah ada

Sedangkan perencanaan jangka panjang meliputi :

1)   Pengembangan unit waserda

2)   Penambahan setoran susu ke Industri Pengolahan Susu (ITS) PT. Sari Husada dan BKSI

3)   Pengembangan unit simpan pinjam

  1. Pengorganisasian

Merupakan kegiatan mengumpulkan berbagai sumber daya manusia, uang, barang yang dibutuhkan. Serta bagaimana cara pelaksanaan dan siapa yang melaksanakan untuk mencapai tujuan secara efektif  dan efisien. Salah satu usaha yang dilaksanakan oleh KUD ini adalah mengumpulkan sumber daya modal baik secara intern maupun ekstern.

  1. Pengarahan

Dalam proses ini manajer berperan dalam memberikan motivasi kepada semua pihak yang terlibat, baik berupa petunjuk maupun instruksi. Di KUD Musuk Pengurus melakukan pengarahan kepada manajer dan karyawan setiap 1 minggu sekali.

  1. Koordinasi

Berperan dalam menyelaraskan gerak koperasi dalam mencapai sasaran, sehingga semua pihak yang terlibat dapat saling mengisi dan tidak terjadi pertentangan.

  1. Pengawasan

Berperan dalam mengadakan pengawasan secara operasional. Apabila terjadi penyimpangan maka tugas manajemen untuk mengembalikan pekerjaan tersebut sesuai jalurnya artinya ada tindakan tegas dari manajemen untuk melakukan penindakan. Badan pengawas bertugas mengawasi kegiatan koperasi secara menyeluruh, baik internal maupun eksternal. Tujuan pengawasan adalah tercapainya tertib administrasi, organisasi, keuangan dan manajemen. Pemeriksaan di KUD Musuk dilakukan pada unit-unit usaha secara rutin, pemeriksaan secara lengkap, pemeriksaan kas, pemeriksaan insidentil apabila ada kasus-kasus tertentu. Dan dari hasil pengawasan tersebut dilaporkan kepada pengurus melalui rapat pengurus dan pengawas.

Dengan demikian apabila fungsi-fungsi manajemen dapat diterapkan secara optimal maka tidak menutup kemungkinan KUD dapat mengembangkan ekonomi kerakyatan dalam arti  melibatkan peran masyarakat desa, dimana KUD berperan sebagai fasilitator  dalam rangka memperkokoh perekonomian masyarakat pedesaan. Dan pada akhirnya KUD sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional.

Peran-peran manajemen sangat berpengaruh dalam konteks tingkah laku manajerial. Adapun peran-peran manajemen yang dilakukan oleh KUD dalam mengarahkan kebijakan koperasi adalah sebagai berikut.

  1. Peran yang berkaitan dengan hubungan antar pribadi

1)      Pemimpin (leader)

Bertanggungjawab dalam memotivasi, mengaktifkan bawahan dan melatih tugas yang terkait. Di KUD Musuk manajer berperan dalam mengaktifkan bawahan dengan memberikan motivasi dan pendekatan baik secara indifidu maupun di setiap unit usaha.

2)      Penghubung

Memelihara suatu jaringan kontak luar yang berkembang sendiri, dan memberi dukungan serta informasi. Pengurus dan manajer di KUD Musuk mengadakan kerjasama dengan pihak ekstern KUD baik dengan lembaga keuangan dalam masalah permodalan, maupun menjalin kerjasama dengan BKSI dan PT. Sari Husada dalam pemasaran susu.

  1. Peran yang berkaitan dengan informasi

1)      Pemantau (monitor)

Mencari dan menerima beranekaragam informasi yang mutakhir untuk mengembangkan pemahaman yang menyeluruh terhadap organisasi dan lingkungan. KUD menggali informasi dari berbagai sumber antara lain departemen koperasi, puskud maupun koperasi yang lain. Manajer memantau kinerja karyawan dalam operasionalisasi KUD.

2)      Penyebar (Dessiminator)

Meneruskan informasi yang diterima dari pihak luar atau dari dalam kepada anggota KUD. Informasi baru, perkembangan teknologi baru, kebijakan yang baru ditransfer kepada anggota dan semua komponen KUD sehingga mampu mengetahui perkembangan informasi terbaru sehingga mendukung tujuan koperasi dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan.

  1. Peran yang berkaitan dengan pengambilan keputusan

1)         Wirausaha

Mencari kesempatan di dalam maupun luar serta memprakarsai proyek-proyek perbaikan untuk menimbulkan perubahan. Di KUD Musuk sendiri telah mulai mengembangkan unit usaha, walaupun masih dalam tahap perencanaan jangka panjang yaitu pengembangan unit waserda dan pengembangan lebih lanjut dari unit simpan pinjam.

2)         Pengendali gangguan

Bertanggungjawab atas tindakan korektif bila KUD mengalami gangguan dan hambatan. Hambatan yang terjadi di KUD adalah kondisi perekonomian yang berubah-ubah dalam arti harga input seringkali tidak stabil, sehingga menurunkan omset dan keuntungan yang diperoleh, sehingga KUD Musuk mencoba melakukan terobosan baru dengan mengoptimalkan unit usaha susu yang merupakan sumber pendapatan terbesar bagi KUD.

3)         Pengalokasi sumber daya

Bertanggungjawab terhadap alokasi sumber daya KUD. KUD  melakukan perencanaan melalui RAPB, sehingga modal dan aset yang ada dapat dialokasikan secara efisien dan efektif. Dan dalam hal ini terkait dengan manajemen keuangan artinya bagaimana  mengupayakan tercapainya keseimbangan antara kebutuhan dana serta penggunaannya.

4)         Perunding (negotiator)

Bertanggungjawab mewakili KUD pada perundingan dengan pihak luar maupun dalam. Pengurus dan manajer mulai merangkul pihak-pihak luar sehingga dapat memberikan kerjasama yang mendukung kemajuan KUD.

Dengan demikian peran-peran manajemen diatas sangaat menentukan dan berpengaruh dalam arah pengambilan kebijakan dalam  KUD baik secara internal maupun eksternal. Peran yang berkaitan dengan hubungan antar pribadi, secara umum menentukan arah kebijakan KUD terkait dengan sejauh mana pendekatan KUD kepada karyawan maupun pihak-pihak yang terkait. Peran yang berhubungan dengan informasi menentukan arah kebijakan KUD terkait dengan bagaimana kebijakan dalam mekanisme monitoring dan penyebaran informasi kepada pihak yang berkepentingan. Sedangkan peran dalam pengambilan keputusan menentukan kebijakan yang terkait dengan kebijakan dalam pengembangan unit usaha, pengendalikan gangguan, pengalokasian sumber daya dan kebijakan dalam negosiasi.

  1. KUD Jatinom

Seperti halnya KUD Musuk, KUD Jatinom memiliki tatanan atau struktur manajemen yang baik sesuai dengan aturan-aturan dalam perundang-undangan koperasi. Dalam struktur manajemen yang terdapat di KUD Jatinom, kekuasaan tertinggi adalah Rapat Anggota. Sebelum dilaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) diadakan Pra RAT, karena jumlah anggota juga cukup besar walaupun lebih kecil dari jumlah anggota di KUD Musuk yaitu 7411 orang,  serta tersebar di 19 desa di kecamatan Jatinom. Sehingga mekanisme yang digunakan secara tidak langsung, artinya dilaksanakan pra RAT di setiap desa dan dipilih wakil-wakil dari setiap desa untuk hadir dalam RAT. RAT minimal harus dihadiri 10% dari jumlah anggota KUD, semua pengurus, pengawas, karyawan dan BPP KUD Jatinom dan yang memiliki hak suara adalah anggota yang telah syah menjadi anggota.  Di dalam RAT akan dipilih dan diangkat pengurus dan badan pengawas. Dan atas nama anggota, pengurus memilih dan mengangkat tim direksi yang berperan sebagai manajer. Manajer utama memilih kepala bagian dari tiap unit usaha dan mengangkat karyawan. Manajer mengkoordinasi tugas kepala bagian dan sekaligus mengawasi kerja karyawan. Manajer bertanggungjawab kepada pengurus. Sedangkan badan pengawas mengawasi kerja pengurus dan manajer. Dalam membantu tugasnya badan pengawas dibantu oleh tim akuntan publik dari luar, sehingga penyajian dan keakuratan data lebih terjamin. Pengurus dan badan pengawas bertanggungjawab pada anggota melalui RAT.  Di dalam RAT dilaksanakan beberapa kegiatan sesuai dengan aturan perundangan yaitu laporan dan pengesahan  pertanggungjawaban pengurus, laporan pengawas, penjelasan RK/RAPB, serta pembagian SHU. SHU pada tahun 2001 mencapai Rp. 81.168.000 dan volume usaha mencapai Rp. 9.866.794.000.

Proses operasionalisasi KUD jatinom telah menganut pada aturan-aturan, Dimana dalam RAT dipilih pengurus dan pengawas. Sedangkan pengurus atas nama anggota memilih dan mengangkat manajer. Pengawas mengawasi kerja pengurus dan manajer. Pengawas dan pengurus bertanggungjawab pada rapat anggota. Pengurus mengawasi segala usaha koperasi dan mengawasi kerja manajer dan karyawan.

Manajer melaksanakan fungsi-fungsi manajemen sebagai berikut ;

  1. Perencanaan

Manajer menyusun perencanaan baik perencanaan jangka pendek maupun jangka panjang. Perencanaan jangka pendek disusun 1 tahun sekali. Pada tahun 2003 KUD Jatinom melaksanakan perencanaan di setiap bidang, yaitu bidang organisasi, permodalan, administrasi, usaha, kesejahteraan, kepegawaian dan lain-lain.

Di bidang organisasi, perencanaan yang dilakukan antara lain :

1)      Mengadakan pembinaan di kelompok tani dan ternak guna meningkatkan hubungan KUD dengan anggota.

2)      Meningkatkan tertib administrasi keanggotaan tentang simpanan anggota dan SHU

3)      Perampingan keanggotaan

4)      Meningkatkan usaha kemitraan dengan kelompok usaha lain

Di bidang usaha perencanaan yang dilakukan antara lain :

1)      meningkatkan volume usaha di seluruh unit usaha KUD Jatinom

2)      Meningkatkan pelayanan usha simpan pinjam pada anggota

3)      Peningkatan penagihan piutang

Di bidang kepegawaian, perencanaan yang dilakukan antara lain :

1)      Mengadakan pembinaan dan pengawasn setiap pelaksana usaha KUD Jatinom sehingga berjalan sesuai ketentuan yang ada.

2)      Meningkatkan kemampuan SDM melalui pendidikan informal maupun nonformal

  1. Pengorganisasian

Manajer mengumpulkan berbagai sumber daya manusia, uang, barang yang dibutuhkan. Serta bagaimana cara pelaksanaan dan siapa yang melaksanakan untuk mencapai tujuan secara efektif  dan efisien. Salah satu usaha yang dilaksanakan oleh KUD ini adalah merangkul pihak-pihak yang bersedia mendukung pengembangan unit usaha.

  1. Pengarahan

Dalam proses ini manajer berperan dalam memberikan motivasi kepada semua pihak yang terlibat, baik berupa petunjuk maupun instruksi. Di KUD Jatinom pengurus secara terus menerus melakukan pengarahan kepada manajer dan karyawan..

  1. Koordinasi

Manajer menyelaraskan gerak koperasi dalam mencapai sasaran, sehingga semua pihak yang terlibat dapat saling mengisi dan tidak terjadi pertentangan. Fungsi ini diwujudkan melalui rapat pengurus dengan kelompok peternak serta rapat pengurus dengan manajer dan karyawan.

  1. Pengawasan

Manajer melakukan pengawasan secara rutin maupun berkala di semua bidang, yaitu bidang organisasi, administrasi, usaha, permodalan dan sebagainya. Disamping mengadakan pengawasan juga dilakukan evaluasi dan pemberian saran-saran terhadap penyimpangan atau kekurangan yang terjadi.

Badan pengawas bertugas mengawasi kerja pengurus dan manajer sehingga tercapai tertib administrasi, organisasi, keuangan dan manajemen. Dalam pengawasan keuangan pengawas didukung oleh tim akuntan publik. Audit yang dilakukan oleh akuntan publik meliputi pemeriksaan atas dasar pengujian, bukti yang mendukung jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan. Dan dari hasil audit tersebut hasil usaha dan arus kas untuk tahun 2002 sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Peran-peran manajemen terdiri atas :

  1. Peran yang berkaitan dengan hubungan antar pribadi

1)      Pemimpin (leader)

Di KUD Jatinom, manajer mengadakan pembinaan dan pengawasan setiap pelaksanaan usaha sehingga berjalan sesuai ketentuan yang ada dan memberikan motivasi serta pendekatan baik secara individu maupun di setiap unit usaha.

2)      Penghubung

KUD ini juga telah membentuk suatu jaringan kontak luar dalam bentuk kemitraan dengan usaha atau kelompok lainnya misalnya kerjasama dalam pemasaran pupuk KCl dan bekerjasama dengan bank dalam permodalan, bahkan sebagian besar modal berasal dari modal ekstern.

  1. Peran yang berkaitan dengan informasi

1)        Pemantau (monitor)

Dalam rangka pengembangan KUD, maka proses mencari informasi terus dilaksanakan, sehingga kondisi dan situasi yang terkait dengan perkembangan KUD dapat diketahui untuk disesuaikan dengan proses berjalannya KUD.

2)        Penyebar (Dessiminator)

Pengetahuan baru dan informasi teknologi baru, kebijakan yang baru dari proses pemantauan disosialisasikan kepada anggota dan semua komponen KUD Jatinom, misalnya mengenai teknik baru pengolahan susu, sehinggapara peternak dapat terlibat dan memberi andil dalam pengembangan KUD.

  1. Peran yang berkaitan dengan pengambilan keputusan

1)      Wirausaha

Dalam rangka mengembangkan usaha, maka KUD Jatinom mengadakan kerjasama dengan badan usaha lain baik di lingkungan wilayah Jatinom maupun diluar Jatinom sehingga dapat meningkatkan volume usaha.

2)      Pengendali gangguan

Salah satu hal yang menyebabkan turunnya nilai SHU adalah banyaknya piutang tak tertagih di KUD Jatinom. Untuk itu pengurus dan manajer melakukan tindakan korektif dengan melakukan peningkatan penagihan piutang.

3)      Pengalokasi sumber daya

Manajer bertanggungjawab dalam mengelola sumber daya yang dimiliki KUD Jatinom, yang diwujudkan melalui rencana kerja dan rencana anggaran pendapatan dan belanja negara.

4)      Perunding (negotiator)

Manajer berperan dalam mewakili KUD dalam proses perundingan sehingga dapat menguntungkan keduabelah pihak

Dari informasi diatas terlihat bahwa kedua KUD mempunyai peranan dalam kegiatan perekonomian. Kedua KUD  juga memiliki perbedaan serta persamaan. Terkait dengan fungsi manajemen yaitu perencanaan,  orientasi usaha kedua KUD saat ini adalah tetap eksis dalam kondisi yang tidak pasti, artinya KUD Musuk dan Jatinom berusaha efisien dalam mengalokasikan modal serta berusaha mengembangkan unit usaha yang ada, sehingga bisa lebih optimal. Disamping berperan dalam perekonomian desa, kedua KUD mampu memberikan fasilitas sosial baik berupa tunjangan pengobatan, dana sosial maupun pemberian hadiah kepada anggotanya dan hal tersebut merupakan salah satu peran manajemen dalam usaha pendekatan kepada anggota.

Dilihat dari jumlah anggota, kedua KUD memiliki jumlah anggota yang relatif besar, dan sebagian besar anggota yang aktif adalah para peternak yang memasarkan susu dan menggunakan fasilitas simpan pinjam dalam meningkatkan usaha ternaknya. Sebelum RAT kedua KUD melakukan pra RAT dalam rangka pelaksanaan demokrasi secara tidak langsung.

Dalam proses manajemen KUD Musuk dan Jatinom telah menggunakan tenaga manajer dan karyawan dalam operasionalisasi KUD, dan manajer adalah lulusan sarjana, sehingga memiliki kemampuan manajerial yang baik. KUD Musuk dan Jatinom memiliki unit usaha yang sama antara lain unit usaha susu, makanan ternak, simpan pinjam, angkutan, saprotan, dan pelayanan listrik. Unit usaha susu dalam pengolahan telah menggunakan mesin pendingin dan pemasaran ke PT. Sari Husada serta GKSI.

Meskipun secara umum telah memiliki sistem manajemen yang baik namun kedua koperasi memiliki kelemahan dalam menarik anggota agar aktif dan mendukung kegiatan KUD, terbukti dengan jumlah anggota yang aktif hanya sebagian kecil. Jumlah karyawan di KUD Musuk lebih besar daripada KUD Jatinom, hal ini disebabkan lingkup usaha di KUD Musuk lebih luas terutama unit usaha susu. Omset susu di KUD Musuk 33-34 ton perbulan, bahkan dana yang berputar dalam unit usaha ini mencapai 1,2 milyar perbulan. Dalam unit usaha simpan pinjam di KUD Jatinom mengalami hambatan yaitu masih banyaknya piutang tak tertagih dan kurangnya kesadaran para peternak untuk mengembalikan kreditnya, sehingga masih banyak modal KUD yang dibawa oleh anggota. Sedangkan di KUD Jatinom unit usaha simpan pinjam telah berjalan dengan baik ditunjukkan dengan semakin bertambahnya cadangan modal yang dimiliki.  Di KUD Jatinom memiliki unit usaha pengadaan air bersih dan waserda yang telah berkembang, sedangkan di KUD Musuk unit usaha waserda baru akan dikembangkan.

Secara umum KUD Musuk dan Jatinom telah memiliki sistem manajemen yang baik, namun masing-masing memiliki kelebihan pada hal-hal tertentu. KUD Jatinom memiliki kelebihan dalam fungsi perencanaan, dimana perencanaan disusun lebih terperinci pada setiap bidang  organisasi, permodalan, administrasi, kepegawaian, usaha dan sebagainya. Di samping itu dalam proses pengawasan dan audit manajemen keuangan, KUD Jatinom telah menggunakan tenaga akuntan publik sebagai tim auditor, sehingga keakuratan penyajian laporan keuangan lebih terjamin.   KUD Musuk memiliki kelebihan dalam fungsi pengorganisasian dan struktur manajemen, dalam hal ini manajer utama telah mampu melakukan distribusi tugas dan koordinasi yang baik dengan manajer produksi dan pemasaran serta manajer perkreditan. Dan para manajer tersebut mampu mengkoordinasikan berbagai sumber daya manusia baik karyawan maupun anggota dengan baik.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Dari hasil praktikum maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

  1. Struktur manajemen di KUD telah sesuai dengan ketentuan dalam UU No 25 tahun 1992 tentang perkoperasian.
  2. Fungsi-fungsi manajemen merupakan salah satu kunci utama pengembangan koperasi menuju tercapainya ekonomi kerakyatan.
  3. Orientasi kedua KUD saat ini adalah agar KUD tetap bertahan, artinya belum mengembangkan usaha lebih jauh kearah peningkatan kualitas dan kuantitas produk.
  4. Proses pengawasan dan audit manajemen keuangan di KUD Jatinom telah menggunakan tenaga akuntan publik sebagai tim auditor, sehingga keakuratan penyajian laporan keuangan lebih terjamin.
  5. Peran-peran manajemen sangat penting dalam menentukan arah kebijakan dan strategi KUD.
  6. KUD Musuk dan Jatinom telah memberikan pelayanan di bidang kesejahteraan yang ditujukan kepada anggota, dalam rangka pengembangan ekonomi kerakyatan.
  7. Masih minimnya keterlibatan anggota kedua KUD tersebut dalam arti masih banyak anggota yang belum aktif dalam mendukung usaha KUD.

5.2. Saran

Dari fenomena yang terjadi di KUD Musuk dan KUD Jatinom, penulis mencoba memberikan saran sebagai berikut :

  1. Terkait dengan peran manajemen yaitu wirausaha, maka daerah pemasaran produk perlu diperluas dalam rangka peningkatan peran koperasi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang lebih luas.
  2. Terkait dengan peran manajemen KUD sebagai pemimpin dan penghubung, maka perlu adanya sistem jaringan informasi yang solid antara koperasi dan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya sehingga mampu menyebarkan informasi baru dan menampung kebutuhan dari masyarakat, misalnya dengan pendekatan dengan anggota  melalui kelompok kerja yang ada di di setiap desa.
  3. Terkait dengan optimalisasi peran manajemen sebagai pemantau, maka kedua KUD perlu melihat peluang pasar dalam arti mampu melihat kebutuhan dan menganalisis permintaan pasar, sehingga mampu mengembangkan bidang usaha agar lebih dinamis, misalnya melakukan survey komoditi apa yang sangat dibutuhkan masyarakat.
  4. Perlu adanya kerjasama dengan “stake holder” atau pihak-pihak yang terkait dalam rangka peningkatan sistem pengolahan dan pemasaran produk, misalnya dalam pemasaran produksi susu.
  5. Perlu adanya kemitraan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sehingga dapat saling membantu, misalnya melalui program pendampingan kepada para peternak.

DAFTAR PUSTAKA

Anoraga, Pandji. 1995. Dinamika Koperasi. Rineka Cipta. Jakarta

Baswir, Reurisand. 1997. Koperasi Indonesia. BP FE UGM. Yogyakarta.

Downey, W.D dan Erickson,S.P. 1992. Manajemen Agribisnis. Erlangga. Jakarta

Reksohadiprodjo,Sukanto.1974. Managemen Koperasi.BP FE UGM.Yogyakarta.

Robbins, S dan Coulter,M. 1999. Managemen. PT Prenhallindo. Jakarta.

Sagimun, M.D. 1994. Koperasi  Indonesia. CV Haji Masagung. Jakarta.

Suharso, P. 1988. Koperasi Indonesia: Persoalan Menciptakan Daya Saing.

Kedaulatan Rakyat 8 Juli.Yogyakarta.

7 Tanggapan so far »

  1. 1

    doelsoehono said,

    minta tolong susunan pengurus KUD Musuk yang sekarang ….

  2. 2

    doelsoehono said,

    semoga dengan adanya KUD selalu bisa memajukan masyarakat desa …..salam dari Bandung

  3. 4

    surya said,

    info yang bagus,,,
    ada tentang agroforestry dalam budidaya jagung di kawasan jatinom?
    trims,,,,

  4. 5

    Noviati P said,

    Mohon Info No Tlp yang Bisa di hubungin u/ KUD Desa Musuknya… u/ bisa sharing… Mohon di Email ke alamat saya… Noviati P.

    novi.atii@yahoo.com

    Terimakasih sebelumnya

  5. 6

    doelsoehono said,

    minta ijik jiplak Boos , semoga berkenan


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: