PEMETAAN DAN PENGORGANISASIAN MASYARAKAT

  1. Pemetaan Masyarakat

Pemetaan masyarakat atau pemetaan sosial menurut pendekatan pengembangan masyarakat dapat didefinisikan sebagai “process of assisting ordinary people to improve their own communities by undertaking collective actions.” Pemetaan masyarakat dapat pula disebut sebagai proses penggambaran masyarakat yang sistematik serta melibatkan pengumpulan data dan informasi mengenai masyarakat yan di dalamnya termasuk profil dan masalah sosial yang ada pada masyarakat tersebut. Hasil akhir dari pemetaan tersebut biasanya berupa suatu peta wilayah yang sudah diformat sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu image mengenai pemusatan karakteristik masyarakat atau masalah  sosial, misalnya jumlah orang miskin, rumah kumuh, anak terlantar, yang ditandai dengan warna tertentu sesuai dengan tingkatan pemusatannya.

Prinsip utama dalam melaksanakan pemetan masyarakat adalah dapat mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dalam suatu wilayah tertentu secara spesifik yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan terbaik dalam proses pertolongannya.

Ada 3 alasan utama mengapa para praktisi memerlukan sebuah pendekatan sosial yang sistemik dalam melakukan pemetaan pada masyarakat:

  1. Pandangan mengenai ‘manusia dalam lingkungan’ yang merupakan faktor penting terutama dalam pengembangan masyarakat. Mengetahui apa masalah yang dihadapi oleh masyarakat dan sumber-sumber apa yang tersedia untuk menangani masalah tersebut akan sangat penting untuk proses pengembangan masyarakat.
  2. Pengembangan masyarakat memerlukan pemahaman mengenai sejarah dan perkembangan serta analisis mengenai status masyaraak saat ini.Tanpa pengetahuan ini akan sulit untuk menerapkan nilai-nilai, sikap-sikap, dan tradisi-tradisi maupun pemeliharaan kemapanan dan mengupayakan perubahan.
  3. Masyarakat secara konstan berubah, baik dalam perubahan kekuasaan, struktur, ekonomi, dan sumber pendanaan, dan peranan penduduk. Pemetaan sosial dapat membantu dalam memahami dan menginterpretasiakn peribahan-perubahan tersebut.

Dalam rangka memahami masyarakat dan masalah yang berkembnag disekitarnya, maka Netting, Ketner, dan Mc Murtry mengembangkan sebuah kerangka pemikiran yag terdiri dari 4 variabel, yaitu:

  1. Pengidentifikasian Populasi Sasaran

Untuk mengidentifikasi populasi sasaran yaitu dengan cara memahami karakteristik anggota populasi sasaran. Pemahaman karakteristik anggota populasi sasaran meliputi sejarah, jumlah, kebutuhan anggota, cara pandang terhadap masyarakat dan kepekaan anggota populasi sasaran dalam merespon kebutuhan-kebutuhan mereka.

  1. Penentuan Karakteristik Masyarakat

Penentuan karakteristik masyarakat meliputi tiga tahap yaitu mengidentifikasi batas-batas masyarakat yang meliputi batas wilayah geografis, lokasi anggota dalam batas wilayah tersebut serta hambatan fisik pada populasi sasaran. Tahap selanjutnya adalah menggambarkan masalah-masalah sosial yang terdiri dalam populasi sasaran. Tahap terakhir adalah memehami nilai-nilai dominan yang meliputi nilai budaya, tradisi, atau keyakinan yang berkembang serta pengaruhnya terhadap populasi sasaran dalam masyarakat.

c.Pengakuan Perbedaan- Perbedaan

Pengakuan perbedaan-perbedaan dapat diketahui dengan mengidentifikasi mekanisme-mekanisme penindasan yang tampak dan formal serta mengidentifikasi bukti-bukti diskriminasi.

  1. Pengidentifikasian Struktur

Pengidentifikasian struktur meliputi tiga cara yaitu memahami lokasi-lokasi kekuasaan yang berupa sumber-sumber pendanaan bagi pelayanan masyarakat, ada tidaknya pemimpin yang memiliki kesadaran melayani masyarakat dan tipe struktur kekuasaan yang mempengaruhi jaringan pemberian pelayanan. Selanjutnya adalah menentukan ketersediaan sumber baik sumber pendanaan maupun non-finansial.  Terakhir adalah mengidentifikasi pola-pola pengawasan sumber dan pemberian pelayanan yaitu kelompok-kelompok yang mendukung dan memberikan bantuan, distribusi sumber dan pengaruh kekuatan-kekuatan masyarakat ekstra terhadap distribusi sumber bagi populasi sasaran.

Ada beberapa metode dan teknik dalam pemetaan masyarakat, yaitu :

  1. Survey Formal

Survey formal dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi standart yang diseleksi secara hati-hati yang biasanya mengumpulkan informasi yang dapat dibandingkan mengenai sejumlah orang yang relatif banyak pada kelompok sasaran tertentu. Metode ini meliputi :

  1. Survey Pengukuran Standart Hidup.

Survey ini merupakan suatu cara pengumpulan data mengenai berbagai aspek standart hidup secara terintegrasi.

  1. Kuesioner Indikator Kesejahteraan Inti

Survey ini meneliti perubahan-perubahan indikator sosial, baik akses, penggunaan, dan kepuasan terhadap pelayanan sosial dan ekonomi.

  1. Survey Kepuasan Klien

Metode ini memfokuskan pada penelitian mengenai hambatan-hambatan yang dialami masyarakat dalam memperoleh pelayanan publik, kualitas pelayanan, serta kepekaan petugas-pemerintah dalam memberikan pelayanan.

  1. Kartu Laporan Penduduk

Teknik ini sering dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat yang lebih memfokuskan pada tingkat korupsi yang ditemukan oleh penduduk biasa. Hasilnya kemudian akan dipublikasiakn secara luas dan dipetakan sesuai denagn tingkat dan wilayah geografis.

  1. Laporan Statistik

Pemetaan dilakukan berdasarkan laporan statistik yang dapat diperoleh melalui Badan Pusat Stastistik (BPS) berdasarkan hasil sensus.

  1. Pemantauan Cepat

Metode ini merupakan cara yang cepat dan murah untuk mengumpulkan informasi mengenai pandangan dan masukan dari populasi sasaran dan stakeholder lainnya mengenai kondisi geografis dan sosial ekonomi. Metode Pemantauan Cepat ini meliputi :

  1. Wawancara Informan Kunci

Melakukan wawancara terhadap orang-orang yang dinilai memiliki pengetahuan dan pengalaman mengenai kondisi wilayahnya.

  1. Diskusi Kelompok Fokus

Sebuah kelompok terdiri dari 8-12 orang yang memiliki kesamaan latar belakang.

  1. Wawancara Kelompok Masyarakat

Dilaksanakan dengan cara wawancara melalui suatu pertemuan terbuka. Materi wawancara telah disiapkan sebelumnya.

  1. Pengamatan Langsung

Melakukan kunjunan lapangan atau pengamatan langsung terhadap masyarakat.

  1. Survey Kecil

Dilakukan dengan menggunakan kuesioner terhadap sampel, sedangkan pemilihan responden dengan menggunakan teknik acak (random sampling) ataupun sampel bertujuan (purposive sampling).

  1. Metode Partisipatoris

Metode ini merupakan proses pengumpulan aktif antara pengumpul dan responden. Pertanyaan yang diajukan biasanya tidak dirancang secara baku, melainkan hanya garis besarnya saja, bahkan dapat berkembang berdasarkan proses tanya jawab dengan responden. Ada beberapa teknik pengumpulan data partisipatoris :

  1. Penelitian dan Aksi Partisipatoris

Metode ini lebih dikenal dengan istilah PRA yang merupakan alat pengumpulan data yang terfokus pada proses pertukaran informasi dan pembelajaran antara pengumpul data dan responden.

  1. Stakeholder Analisis

Metode ini digunakan untuk mengetahui dan menentukan masalah dan kebutuhan suatu kelompok masyarakat yaitu dengan menganalisa angota-anggota masyarakat dan isu-isu yang berkembang di lingkungannya.

  1. Beneficiary Assessment

Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi hambatan-hambatan partisipasi, merancang inisiatif-inisiatif pembangunan, dan menerima masukan-masukan untuk meningkatkan kualitas pembangunan. Metode ini dilaksanakan dengan melibatkan konsultasi secara sistematis dengan penerima pelanyanan sosial.

  1. Monitoring dan Evaluasi

Metode ini melibatkan anggota masyarakat dari berbagai tingkatan yang bekerja sama mengunpulkan informasi, mengidentifikasi, dan menganalisa masalah, serta melahirkan rekomendasi-rekomendasi pemecahan masalah.

  1. Pengorganisaian Masyarakat

Organisasi merupakan elemen yang amat diperlukan dalam kehidupan manusia apalagi dalam kehidupan modern karena organisasi membantu kita melaksanakan kegiatan-kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan secara individu. Sejak dahulu manusia sudah diberi nama julukan “ Zoon Politicon “ (makhluk yang hidup berkelompok) yang mengandung makna bahwa manusia senantiasa menginginkan adanya hubungan-hubungan dengan orang lain. Herbert G Hicks menyajikan sejumlah alasan mengapa manusia membentuk organisasi-organisasi, yaitu:

  1. Alasan social (social reasons)

Organisasi dibentuk untuk memenuhi kebutuhan manusia dalam pergaulan di masyarakat.

  1. Alasan material (material reasons)
    1. Manusia dapat memperbesar kemampuannya .
    2. Manusia dapat menghemat waktu untuk mencapai suatu tujuan.

c.Manusia dapat menarik manfaat dari pengetahuan generasi-generasi sebelumnya.

Ada sebuah klasifikasi populer dimana organisasi-organisasi dibagi dalam kelompok organisasi   formal dan in formal.

  1. Organisasi Formal

Oprganisasi formal merupakan organisasi yang mempunyai ciri-ciri terstruktur, kaku, terumuskan, dan tahan lama. Contohnya adalah LKMD, KUD.

  1. Organisasi In formal

Organisasi in formal memiliki ciri-ciri lepas, fleksibel, tidak terumuskan dan spontan. Contohnya Karang Taruna, kelompok tani dan kelompok arisan.

Pengorganisasian (organizing) “ is the function of  gathering resources allow cating resources and structuring tasks to fulfill organizational plans “ (Holt, 1993:264). Dalam organisasi perlu diterapkan tugas-tugas apa yang perlu dilaksanakan, siapa yang harus melaksanakan, dan siapa saja- yang akan mengambil keputusan tentang tugas-tugas tersebut.

Pengorganisasian masyarakat secara efektif dapat menghasilkan manfaat sebagai berikut :

  1. Kejelasan tentang kinerja individual dan tugas-tugas yang terspesialisasi.
  2. Pembagian kerja.
  3. Terbentuknya suatu arus aktivitas kerja yang logikal yang dapat dilaksanakan baik oleh individu-individu maupun kelompok.
  4. saluran-saluran komunikasi yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan dan pengawasan.
  5. Memungkinkan tercapainya masyarakat yang harmonis.
  6. Upaya-upaya yang difokuskan berkaitan dengan sasaran-sasara secara logikal dan efisien.
  7. Struktur-struktur otoritas yang tepat yamg memungkinkan kelancaran perencanaan dan pengawasan terhadap seluruh anggota masyarakat.
  1. Hubungan Pemetaan, Pengorganisasian dan Pemberdayaan Masyarakat

Masyarakat mempunyai beraneka ragam karakteristik. Dalam rangka mengefektifkan proses pemberdayaan masyarakat perlu dilakukan pemetaan berdasarkan karakter-karakter masyarakat tersebut. Setalah dilakukan pemetaan perlu dibentuk suatu organisasi untuk mengkoordinasikan kelompok-kelompok tersebut agar lebih terstruktur dan terarah.


DAFTAR PUSTAKA

Hikmat, harry. Strategi Pemberdayaan Masyarakat. 2001. Humaniora Utama. Bandung.

Netting, F. E, Peter M. Ktner, Steven L McMurtry. Social Work Macro Practice. 1993. Longman. New York.

Suharto. Edi. Pembangunan, Kebijakan Sosial, dan Pekerjaan Sosial. 1997. LSP-STKS. Bandung.

Warren, R. L. The Community in America. 1978. Rand McNally. Chocago.

Wiardi, J. Teori Organisasi dan Pengorganisasian. 2003. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Robbin, Stephen R. Organization Theory, Structure, Design and Applications . 1991. Prentice Hall Inc. New Jersey

Iklan

1 Response so far »

  1. 1

    Moel said,

    Mantab bos, i like it


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: