PENILAIAN SAPTA USAHA KOMODITI PADI

ANALISIS

Dari tabel dapat diketahui bahwa ada perbedaan antara petani yang satu dengan petani yang lain dalam pengelolaan sapta usaha tanaman padi. Sebagian besar petani sudah menggunakan benih unggul yaitu 75% petani menggunakan bibit unggul sedangkan sisanya 25% petani masih menggunakan bibit lokan. Hal ini bukan merupakan suatu permasalahan yang besar karena petani sudah banyak yang menggunakan bibit unggul.

Para petani sebagian besar mendapatkan benih dari hasil persemaian sendiri. Petani memilih menyemaikan sendiri karena mereka bisa benar-benar mengetahui kualitas dari bibit yang akan mereka tanam. Dalam melakukan pembibitan petani masih banyak yang tidak sesuai dengan anjuran yaitu melebihi dari anjuran yang telah ditetapkan. Mereka berfikir dengan banyaknya bibit yang mereka semaikan maka akan banyak cadangan bibit yang mereka miliki, padahal hal tersebut tidak efisiaen yaitu akan ada bibit yang terbuang. Hal ini merupakan suatu permasalahan yang harus diteliti dan diselesaikan. Penyuluh bias memberikan pengarahan atau penyuluhan tentang manfaat dari melakukan persemaian bibit sesuai dengan anjuran. Cara petani dalam melakukan sudah benar semua yaitu dengan melakukan persemaian di lahan mereka atau sawah mereka.

Dalam melakukan pengolahan sawah sebagian besar petani sudah menggunakan teknologi yang sudah ada yaitu traktor. Petani sekarang ini sudah jarang yang mengolah tanah dengan bajak tradisional. Sehingga sudah bukan masalah lagi dalam mengolah lahan.

Dalam menanam tanaman padi sebagian besar petani masih menggunakan jarak tanam yang kurang tepat. 75 % dari petani sample masih menggunakan jarak tanam yang disebut jejer wayang. Mereka belum faham mengenai jarak tanam yang cocok untuk tanaman padi. Mereka berpikir dengan jarak tanam yang dekat maka hasil yang diperoleh akan semakin banyak karena tanaman yang ditanam lebih banyak dari pada jarak tanam yang cocok yaitu 20 cm x 20 cm. Hal ini merupakan suatu masalah penting harus diselesaikan. Para penyuluh harus memberikan penyuluhan tentang jarak tanam yang cocok untuk tanaman padi sehingga mereka akan menanam padi dengan jarak tanam yang benar dan hasilnya pun akan lebih memuaskan.

Setelah bibit cukup umur maka bibit tanaman padi mulai ditanam. Bibit tanaman padi ini ditanam 2-3 bibit per lubang. Hal ini dilakukan agar apabila bibit tersebut mati maka masih ada penggantinya karena dalam bercocok tanam padi tidak ada penyulaman. Sebagian petani sudah faham tentang hal ini sehingga petani sudah melakukan tanam bibit padi 2-3 bibit per lubang. Bibit ini ditanam setelah umur lebih dari 2 minggu agar akar dari bibit sudah kuat. Sebagian petani pun sudah paham tentang hal ini, sehingga ini bukan mrupakan suatu permasalahan atau impact point.

Sebagian besar petani menanam padi pada saat musim tanam padi saja. Hal ini merupakan permasalahan. Seharusnya petani menanam padi tidak hanya pada musim tanam saja karena saan musim tanam harga gabah akan turun sehingga pendapatan petani akan turun, sedangkan kalau menanam padi pada saat tidak musim tanam harga gabah akan tinggi sehingga pendapatan petanipun akan tinggi. Peran penyuluh disini memberikan pengarahan kepada petani agar para petani menanam padi tidak hanya saat musim tanam saja melainkan selain musim tanam juga menanam padi agar dapat meningkatkan pendapatan petani.

Waktu dalam menanam bibit sebagian petani sudah benar yaitu dilakukan pada pagi hari. Tetapi ada sebagian kecil petani melakukan penanaman bibit pada sore hari.

Petani sebagian besar tidak melakukan pergiliran tanaman. Hal ini merupakan suatu permasalahan atau impact point. Karena pergiliran sangat penting dilakukan untuk menjaga kesuburan dan ketersediaan unsur hara dalam tanah. Maka penyuluh harus memberikan penyuluhan akan pentinganya melakukan rotasi tanaman di lahan petani agar tanahnya tetap subur.

Dalam hal pemupukan petani sebagian besar sudah faham cara-cara yang benar. Dosis yang digunakan petani dalam melakukan pemupukan sudah benar yaitu sesuai dengan anjuran. Tetapi masih banyak petani melakukan pemukukan hanya saat sebelum tanam saja sedangkan pemupukan yang baik tersebut dilakukan sebelum dan saat tanam. Petani dalam melakukan pemupukan sebagian dengan cara ditabur dan sebagian dengan cara di benamkan. Cara pemberian pupuk yang efektif sebenarnya adalah dibenamkan, tetapi disini baru separuh dari jumlah petani responden yang memupuk dengan cara dibenamkan. Sehingga ini merupakan impact point yang harus diselesaikan. Dalam melakukan pemupukan sebagian besar petani sudah menggunakan pupuk organik. Mereka menggunakan pupuk kandang dan kompos.

System pengairan yang ada sebagian besar sudah modern yaitu menggunakan system irigasi teknis sehingga kebutuhan air para petani dapat tercukupi. Tetapi masih ada sebagian kecil petani yang kadang kekurangan air. Karena petani yang kekurangan petani hanya sebagian kecil maka ini bukan permasalahan yang penting.

Petani melakukan pemberantasan hama sebagian besar tidak ditentukan jadwalnya, mereka menyemprot hama sesuai kebutahan. Apabila dirasa ada hama yang berbahaya maka petani melakukan penyemprotan apabila dirasa tidak perlu maka penyemprotan juga tidak dilakukan. Hal ini sudah benar apabila terlalu sering dilakukan penyemprotan maka hama akan resisten, tetapi jika jarang dilakukan penyemprotan maka hama akan cepat berkembang biak.

Petani dalam menyemprot hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi menggunakan dosis yang kurang sesuai tetapi laruitan yang mereka gunakan sudah tepat yaitu sesuai dengan anjuran.. Mereka tidak mentaati anjuran yang ada pada kemasan. Hal ini akan mengakibatkan hama resisten. Sehingga ini merupakan suatu permasalahan pebting. Penyuluh harus memberikan penyuluhan tentang dosis penggunaan pestisida.

Petani sebagian besar menggunakan sprayer untuk melakukan penyemprotan. Tetapi walaupun menggunakan alat yang sama petani berbeda beda cara melakukan penyemprotan. Sebagian petani masih dengan cara yang kurang tepat yaitu dari atas ke bawah sedangkan cara yang tepat yaitu dari bawah ke atas bahkan ada sebagian kecil petani yang cara menyemprotnya tidak tentu, mereka tidak memperhatihan cara menyemprot yang tepat. Hal ini merupakan permasalahan yang solusinya penyuluh mengadakan penyuluhan tentang cara penyemprotan hama yang benar.

Para petani melakukan penyemprotan sebagian besarv dilakukan pada pagi hari karena pada pagi hari sinar matahari belum begitu terik sehinnga pestisida yang disemprotkan tidak mudah menguap. Hal ini sudah benar sehingga bukan merupakan masalah walaupun ada sebagian kecil petani yang melakukan penyemprotan sore hari. Dalam melakukan penyemprotan hama petani hanya sedikit sekali yang melakukan pengamatan tiap minggunya. Pengamatan ini perlu dilakukan karena agar bias mengetahui bagaimana perkembangan dari tanaman padi apakah hama dan penyakit yang menyerang padi tersebut berkurang atau tidak. Sebagian petani tidak melakukan pengamatan ini. Hal ini merupakan suatu permasalahan. Penyuluh harus memberikan pennyuluhan tentang pentingnya petani melakukan pengamatan tiap minggu.

Sebagian besar petani memanen padinya dengan cara ditebaskan kepada tengkulak. Hal ini dilakukan untuk menghemat tenaga kerja dalam melakukan panen. Tetapi masih ada sebagian kecil petani yang melakukan panen sendiri. Petani dalam merontokkan padi mereka sudah mengguanakan alat yang modern yaitiu tleser walaupun masih ada sebagian kecil petani yang masih menggunakan alat yang masih tradisional tapi ini bukam masalah yang penting untuk segera dilakukan penyelesaian.

Petani yang menjual semua hasil panennya jumlahnya hampir sama dengan petani yang menjual sebagian hasil panennya dan sebagian lagi untuk dikonsumsi sendiri. Petani yang menjual semua hasil panennya kepada tengkulak karena mereka tidak mengkonsumsi beras jenis yang mereka tanam sehingga semuanya dijual. Sedangkan petani yang sebagian hasil panennya dikonsumsi sendiri mereka menanam padi jenis beras yang mereka konsumsi.

Petani yang menjual hasil panennya kepada tengkulak mereka tidak mngangkut hasil panennya karena tengkulak sendiri yang mengangkut hasil panen tersebut, sedangkan petani yang menjual panennya sendiri di pasar mereka menyewa mobil pengangkut untuk mengangkut hasil panennya ke pasar untuk dijual. Hal ini akan menambah biaya produksi.

KESIMPULAN DAN SARAN

  1. 1. Kesimpulan
    1. Sebagian petani sudah menggunakan bibit unggul dan bibit tersebut mereka peroleh dengan cara melakukan pembibitan atau persemaian sendiri.
    2. Dalam melakukan pengolahan lahan petani tidak ada masalah mereka sudah mengolah dengan cara yang tepat dengan mencangkul, membersihkan sisa-sisa tanaman lama dan membajak dengan traktor.
    3. Sistem irigasi yang ada sudah baik dan kebutuhan air petani tercukupi.
    4. Petani sudah mengerti tentang cara merawat tanaman yaitu salah satunya dengan melaukan penyiangan.
    5. Sebagian besar petani tidak melakukan rotasi tanaman sehingga mengakibatkan tanaman kurang terjaga kesuburannya.
    6. Petani sebagian besar sudah faham tentang pemupukan yang benar.
    7. Dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman petani sebagian besar menggunakan dosis yang tidak sesuai dengan anjuran, hal ini akan mengakibatkan hama akan menjadi resisten yang pada akhirnya akan sulit untuk dikendalikan.
    8. Sebagian besar petani tidak melakukan panen sendiri
    9. Sebagian besar petani menjual hasil panennya kepada tengkulak.
  1. 2. Saran
    1. Sebaiknya penyuluhan lebih digalakkan untuk memberikan pengetahuan-pengetahuan kepada petani tentang sapta usaha tani yang benar.

Pemerintah menetapkan harga gabah yang lebih tinggi sehingga petani tidak menjual hasil panennya kepada tengkulak.

No Pertanyaan Alternatif jawaban skor
1 2 3 3
I

1.

2.

3.

II.

1.

2.

3.

4.

5.

6.

BENIH

Varietas apa yang anda gunakan?

Darimana asal benih yang saudara pergunakan?

Berapa jumlah benih yang anda pergunakan?

BERCOCOK TANAM

Bagaimana saudara membuat persemaian?

Bagaimana saudara melakukan pengolahan tanah?

Bagaimana jarak tanam yang anda gunakan?

Berapa jumlah bibit yang dipergunakan dalam setiap lubang?

Berapa umur bibit saat di tanam?

Kapan anda melakukan tanam?

  1. Varietas unggul
  2. Varietas lokal
    1. Dari pedagang benih
    2. Dari persemaian sendiri
    3. Sesuai dengan rekomendasi
    4. Lebih dari rekomendasi
    5. Kurang dari rekomendasi
  1. Persemaian pada kantung plastik
  2. Persemaian di sebagian lahan (di sawah)
  3. dibajak dengan bajak tradisional
  4. Dibajak dengan traktor
  5. Jejer wayang
  6. 20 cm x 20 cm
    1. sesuai anjuran  (2-3 bibit/lubang)
    2. tidak sesuai anjuran
  1. dua seminggu
  2. lebih dari dua minggu
  3. kurang dari satu minggu
  4. sesuai musim
  5. tidak sesuai musim

75

25

30

60

30

65

5

0

100

15

85

75

25

80

20

45

55

0

85

15

No

Pertanyaan Alternatif Jawaban Skor
1 2 3 4
7.

8.

9.

III.

10.

11.

12.

13.

IV.

14.

15.

V.

15.

Apakah saudara melakukan penyiangan?

Kapan anda melakukan tanam bibit?

Apakah anda melakukan pergiliran tanaman atau rotasi tanaman?

PEMUPUKAN

Berapa dosis pupuk yang anda gunakan?

Kapan anda melakukan pemupukan?

Bagaimana cara anda dalam melakukan pempukan?

Apakan anda menggunakan pupuk organik?

PENGAIRAN

Bagaimana sistem pengairan di sawah anda?

Apakah sawah anda selalu tercukupi kebutuhan airnya?

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Berapa kali anda melakukan pemberantasan hama penyakit?

a.  dilakukan penyiangan

b.  tidak dilakukan penyiangan

a.  pagi hari

b.  siang hari

c.  sore hari

a.  ya, dengan tanaman palawija

b. tidak

a.  sesuai anjuran(sesuai dengan yang ada dalam kemasan)

b. tidak sesuai dengan anjuran

  1. sebelum tanam
    1. sebelum dan saat tanam
    2. ditabur
    3. dibenamkan
    4. ya
    5. tidak
  1. irigasi teknis
  2. irigasi non teknis
    1. ya
    2. tidak
  1. sekali dalam seminggu
  2. sebulan sekali
    1. setiap ada hama yang berbahaya
95

5

85

0

15

35

65

85

15

75

25

50

50

90

10

70

30

75

25

30

20

50

No Pertanyaan Alternatif Jawaban Skor
1 2 3 4
16.

17.

18.

19.

20.

21.

VI.

22.

23.

Berapa dosis yang anda pergunakan dalam memberantas hama?

Berapa konsentrasi larutan yang anda pergunakan dalam memberantas hama?

Alat apa yang anda gunakan dalam melakukan pemberantasan hama?

Bagaimana cara anda menyemprot?

Kapan anda melakukan penyemprotan?

Apakah anda melakukan pengamatan dalam tiap minggu?

PANEN

Bagaimana anda melakukan panen?

Bagaimana cara anda merontokkan padi?

a.  sesuai dengan anjuran yang tertera dalam kemasan

b. kurang dari anjuran

c.  lebih dari anjuran

a.  sesuai dengan anjuran yang    tertera dalam kemasan

b.  kurang dari anjuran

c.   lebih dari anjuran

a.  penyemprot (sprayer)

b. seadanya

a.  dari bawah ke atas

b. dari atas ke bawah

c.  tidak pasti

  1. pagi hari
  2. siang hari
  3. sore hari
  4. ya
  5. tidak
  1. dengan ditebas
  2. di panen sendiri dengan tenaga buruh
  3. dengan alat perontok padi/tleser
  4. dengan alat tradisional/erek
30

15

55

45

25

30

90

10

35

50

15

65

0

35

5

95

60

35

90

10

No Pertanyaan Alternatif Jawaban Skor
1 2 3 4
VII.

24.

25.

26.

PEMASARAN

Bagaimana sistem penjualan dari panen anda?

Bagaimana anda mengangkut hasil panen anda?

Dimana anda menjual hasil panen anda?

  1. a. semua dijual pada tengkulak
  2. b. sebagian dijual dan sebagian lagi untuk konsumsi sendiri
  3. dengan menyewa kendaraan pengangkut
  4. b. diangkut oleh tengkulak sendiri
    1. di pasar
    2. b. tengkulak sudah datang ke lahan (sawah)

45

55

35

65

5

95

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: