PENGENDALIAN HAMA Oryctes rhinoceros DI AREAL REPLANTING PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

I. PENDAHULUAN

Tanaman Replanting yang tidak di bakar (zero burning) sangat rawan terhadap serangan hama Oryctes rhinoceros, karena tumpukan dari batang sawit yang di tumbang merupkan media yang baik untuk berkembangbiaknya hama kumbang Oryctes sp . Untuk mencegah lebih awal perkembangan hama Oryctes sp kacangan dari jenis Mucuna Cocichinensis dengan dosis 1 kg per Ha harus segera di tanam untuk menutupi rumpukan pokok sawit. Dengan tertutupi rumpukan oleh Mucuna sp hama Oryctes sp dapat di tekan perkembangan.

Daur hidup Oryctes sp rata-rata pada stadia telur 9-14 hari larva 74-160 hari pupa 17-23 hari, Imago tidak aktif 13-23 hari dan imago aktif sampai mati 86-139 hari (PPM,1985). Daur hidup yang panjang merupakan hama yang sangat potensial dapat merugikan tanaman Kelapa Sawit. Hama Oryctes sp merupakan hama utama pada areal replanting tanaman Kelapa Sawit kumbang Orites sp umumnya menyerang tanaman Kelapa Sawit yang berumur <2 th (Research PSM1,1991).

Pada serangan baru terlihat adanya bekas lubang gerakan yang masih segar pada pangkal pelepah daun yang terus mengarah kedalam jaringan batang yang masih muda. Pada tahap ini kumbang Orytes sp sering di temukan masih berada di lubang. Lama serangan pokok berkisar 4-6 hari, kemudian akan pindah ke pokok lain (Desmier,1998). Akibat serangan hama ini pucuk (daun muda) menjadi patah (putus). Ini menyebabkan pertumbuhan pucuk berikutnya menjadi terganggu. Sering kali di jumpai pada pohon yang terserang, pucuk tumbuh tidak normal akan tumbuh kesamping melalui lubang gesekan. Kalau serangan sudah sampai titik tumbuh maka tanaman akan mati (Research PSM1,1991) kerusakan yang serius oleh tanaman ini dapat menurunkan produksi sampai 69% pada tahun pertama produksi (Desmier,1998).

II. PENGENDALIAN HAMA Oryctes rhinoceros

Walaupun tindakan pencegahan dengan penanaman Mucuna sp telah di lakukan . serangan Hama Oryctes sp harus di waspadai setiap bulanya. Sensus di lakukan terhadap 100% pokok dengan memperhatikan serangan Oryctes sp. Pengendalian serangan Orytec sp di lakukan dengan cara:

A. PENGENDALIAN SECARA MANUAL
Pengendalian secara Manual di lakukan dengan menggunakan Wingkling, alat sejenis gancu kecil terbuat dari kawat jari-jari sepeda yang di bentuk sedemikian rupa sehingga ujungya menyerupai gancu. Jika terlihat tanda-tanda serangan kumbang maka langsung di wingkling. Pelaksanaan sensus dan wingkling di lakukan setiap bulan, jika hasil sensus di dapati 5 ekor kumbang per ha maka pada blok tersebut harus dilakukan pengendalian secara chemis dengan menggunakan Insektisida yang mempunyai bahan aktif Sipermetrin.

B. PENGENDALIAN DENGAN CHEMIS
Untuk menghindari munculnya serangan, di lakukan langkah pencegahan secara chemis dengan penyemprotan Sipermetrin (Ripcord) dengan kosentrasi 1,4 % terhadap semua pokok. Pelaksanaanya yaitu dengan melarutkan 210 cc ke dalam 15 liter air (1 keep) kemudian larutan di semprotkan sebanyak lebih kurang 100 cc per pokok dengan menggunakan nozle cone, penyemprotan di lakukan pada pucuk tanaman sehingga larutan tersebut dapat mengalir turun ke pupus kelapa sawit. Ini di lakukan karena hama Oryctes umumnya menyerang dan bersarang pada pupus tanaman kelapa sawit. Penyemprotan dengan Sipermetrin (Ripcord) pada tahap pertama di lakukan sebanyak 2 (dua) rotasi penyemprotan selanjutnya apabila terjadi serangan hama Oryctes sp.

III. ANALISA BIAYA
Berdasarkan pengalaman dua tindakan yang telah di lakukan di kebun Naga Sakti dapat di analisa pemakaian biaya untuk beberapa cara pengendalian terhadap serangan hama Oryctes sp yaitu sebagai berikut:

No Kegiatan Luas Std Fisik Qty Harga Total biaya Cost/ ha
1 Pengalian Manual
-tim sensus& wingkling 190,67 0,333 hk/ha 63,56 21.600 1.372.896 7.200
-Mandor /pengawas 190,67 0,063 hk/ha 12,00 21.600 259.200 1.359
Total Biaya 190,67 1.632.096 8.559
2 Pengendali chemis
-Ribcord (sipermetrin) 190,67 227,7 cc/ha 43,42 63.996
2.778.706 14.573
-Team semprot 190,67 0.2781 53,03
21.600 1.145.448 6.000
– Mandor / pengawasan 190,67 0,063 hk/ha 12,00 21.600 259.200 1.359
Total Biaya 190,67 4.183.354 21.932

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil perlakuan pencegahan secara chemis dengan penyemprotan Ripcord (Sipermetrin) dengan kosentrasi 1,4 % terhadap semua pokok, dapat menekan perkembangan Oryctes sp pada tanaman replanting di Kebun NagaSakti. Hal ini ditunjukkan dengan data-data sensus dibawah ini.

HASIL SENSUS SERANGAN HAMA Oryctes rhinoceros TAHUN 2003

Blok Luas Jlh pokok Jumlah Pokok diserang
Maret 2003 Mei 2003 Juli 2003 Agustus 2003 September
Pkk % Pkk % Pkk % Pkk % Pkk %
A 34 32.87 4.993 1 0,019 0 – 2 0 0
A 35 32.28 5.096 0 – 0 – 3 0 0
A 36 31.177 4.786 0 – 0 – – 0 0
B 34 31.44 5.071 0 – 1 0,019 2 4 0,079 3 0,059
B 35 32.05 5.096 0 – 0 – 2 0 0
B 36 31.34 5.013 0 – 0 – – 2 0

V. KESIMPULAN DAN SARAN

 Pengendalian secara chemis menggunakan insektisida Sipermetrin dengan kosentrasi 1,4 % terhadap semua pokok, dapat menekan perkembangan Oryctes sp pada tanaman replanting di Kebun NagaSakti.
 Setelah aplikasi Sipermetrin harus diikuti dengan sensus dan wingkling.

 Perlu pemilihan alat semprot yang tepat untuk aplikasi Ripcord (Sipermetrin), karena sifat Ripcord yang dapat merusak material plastik, seperti: piston, stick hand sprayer.

Iklan

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    Hobby G. Siburian said,

    pada umur berapa tanaman kelapa sawit dilakukan pengendalian tersebut dan Bagaimana cara sensus yang dilakukan.

  2. 2

    blog anda juga keren….


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: