Peningkatan Transferable Skills Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Melalui Pengembangan Model Pembelajaran Statistika Berbantuan Komputer (Upaya Meningkatkan Competitive Advantage Lulusan Pendidikan Tinggi)

Sumber daya manusia (SDM) merupakan sumber daya utama dari competitive advantage baik pada bidang pendidikan maupun bisnis, merupakan asset terpenting bagi keberhasilan organisasi dan merupakan faktor kunci dalam reformasi ekonomi. Untuk menghadapi era globalisasi, SDM yang mampu bersaing mutlak diperlukan. Hampir setiap pihak yang berkepentingan membicarakan tentang harapan agar perguruan tinggi mampu menghasilkan SDM unggul yang memiliki com – petitive advantage dan nilai pasar. Namun, yang menjadi salah satu permasalahan pelik di Indonesia adalah bagaimana pendidikan tinggi mempersiapkan lulusannya supaya memiliki competitive advantage sehingga dapat memasuki pasar kerja era globalisasi dengan relative mudah. Hal menyolok yang terjadi dalam kaitannya dengan pendidikan tinggi adalah tingkat pengangguran yang relative tinggi dari tahun ke tahun, sekitar 20% utnuk tingkat sarjana dan 10,81% untuk diploma, angka pengangguran hingga tahun 2000 sudah mencapai 59,84% dari 95,7 juta angkatan kerja dimana hanya 2,9% yang berpendidikan Diploma dan 2,4% berpendidikan Sarjana S1. Meskipun tingkat pengangguran yang relative tinggi tersebut bukan hanya merupakan tanggung jawab lembaga pendidikan tinggi, namun tidaklah dapat disangkal bahwa proporsi tanggung jawab pendidikan tinggi sebagai produsen tenaga kerja atau sumber daya manusia cukup besar. Disamping itu adanya in-efisiensi dengan indikator masa studi yang relative lama (5,5 – 5,8 tahun untuk basic sciences, teknik dan pertanian) dan ketidakmampuan perguruan tinggi untuk menghasilkan pengetahuan yang dibutuhkan masyarakat karena rendahnya motivasi untuk meneliti. Selain itu sistem pendidikan tinggi di Indonesia merupakan yang terburuk di antara negara-negara ASEAN, dan perguruan tinggi masih belum memainkan perannya secara maksimal dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa. Menyikapi apa yang telah dikemukakan di atas, peneliti bermaksud mencari celah yang cukup strategi untuk ikut menyumbangkan pemikiran tentang upaya logis dalam meningkatkan kualitas calon lulusan pendidikan tinggi sebagai sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan. Celah yang dimaksud adalah peningkatan skills yang termasuk ke – dalam apa yang disebut sebagai transferable skills. Upaya tersebut dituangkan dalam kegiatan penelitian ini. Peningkatan transferable skills ini menjadi penting artinya karena skills inilah yang benar-benar dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan di tempat kerja. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran statistika berbantuan komputer dalam rangka meningkatkan transferable skills mahasiswa. Spesifikasi produk yang diharapkan adalah (1) model pembelajaran statistika berbantuan komputer dan (2) isntrumen yang berupa alat ukur non-tes untuk mengukur tingkat transferable skills mahasiswa atau lulusan pendidikan tinggi. Instrumen yang dihasilkan sudah diuji coba melalui uji pakar (judges), uji keterpahaman petunjuk (93% dari subyek uji coba menyatakan paham tentang petunjuk yang tertera di dalam alat ukur jenis non-tes tersebut), uji validitas dan uji reliabilitas (hasil uji coba menunjukkan tingkat reliabilitas yang relatif tinggi yaitu 0,9555). Kedua produk ini dohasilkan melalui penelitian pengembangan dengan desain uji coba produk yang dirancang melalui pendekatan true experimental design dengan memanfaatkan sasaran pemakai produk sebagai subyek uji coba. Untuk keperluan pengukuran efektivitas model, peneliti menggunakan statistik F yang dihitung melalui analisis variansi. Untuk keperluan eksperimen, penelitian ini melibatkan dua kelompok kelas yaitu kelas teknologi (treatment group) dan kelas konvensional (control group) dimana masing-masing kelas terdiri dari 40 mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui perbaikan kualitas pembelajaran statistika transferable skills mahasiswa meningkat sekitar dua kali lipat dan prestasi statistika mahasiswa meningkat sekitar 1,8 kali lipat. Kenyataan ini membawa konsekuensi logis terhadap perbaikan kualitas pembelajaran untuk setiap mata kuliah yang digunakan sebagai sarana peningkatan transferable skills Mahasiswa. Hal ini antara lain dapat dilakukan melalui pengintegrasian transferable skills ke dalam kurikulum. Lulusan dengan “well-developed skills” diharapkan dapat lebih kompetitif, relative memenuhi job specifications, sehingga mereka relative lebih mudah memasuki dunia kerja. Di samping itu perbaikan kualitas pembelajaran statistika cenderung dapat mempercepat masa studi dan mendukung pengembangan sikap wirausaha mahasiswa. Akhirnya, pembekalan transferable skills secara memadai dapat mengurangi tekanan moral bagi perguruan tinggi sebagai unit penyelenggara pendidikan dan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk akuntabilitas perguruan tinggi terhadap stakeholders.

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    MENONE said,

    salam kenal………………………….. http://www.menone.wordpress.com/


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: