PERAN INTERLEUKIN (IL)-12 PADA PENGALIHAN RESPONS IMUN TH2 KE THl PADA DERMATITIS ATOPIKA Studi In Vitro Paparan Tungau Debu Rumah (TDR) Dan IL-12 pada Kultur Limfosit Penderita Dermatitis Atopik

Sampai sat ini diagnosis dermatitis atopik (DA) masih berdasar klinis, antara lain menggunakan criteria Hanifin-Rajka, karena tidak ada satu tanda yang patognomotik (Sampson & Hanifin, 1991) maupun tes laboratorium sebagai petanda diagnostic (Leung, 1992). Etiologi maupun patogenesis DA masih belum jelas sehingga pengobatannya sampai sekarang belum memuaskan. Pada DA diketahui terjadi respons imun abnormal yaitu respons Th2 pada stadium akut saat kambuh dan beralih ke respon Th1 pada keadaan kronis. Jejaring sitokin yang berperan pad a respons Th1 dan Th2 telah banyak diteliti, namun pada DA masih dalam perdebatan, khususnya pengaruh interleukin (IL)-12 pada pengalihan respons Th2 ke Th1. Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan peran IL-12 pada pengalihan respons imun Th2 ke respons Th1 pada DA. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian tan eksperimental in-vitro dengan disain post test only control group. Teknik pengambilan sample secara convenience sampling dari populasi penderita DA yang berobat di poliklinik kulit dan kelamin RSUD Dr. Muwardi Surakarta. Subjek penelitian terdiri 18 penderita DA dan 12 kelompok kontrol diambil dari mahasiswa Fak. Kedokteran UNS yang sehat dan beberapa penderita penyakit kulit non atopik (NDA). Kedua kelompok di matching jenis kelamin dan usia; kemudian dilakukan pengambilan darah tepi untuk isolasi limfosit dengan metode ficol gradients centrifugation. Kultur limfosit dilakukan pada media standart RPMI 1640 dengan diberi perlakuan kultur tanpa paparan (TP), dipapar tungau debu rumah (TDR) dan dipapar TDR ditambah IL-12 (TI). Semua sample dilakukan uji tusuk dengan allergen TDR, diukur kadar IgE total serta IgE Spesifik terhadap Dermatophagoides pteronyssimus (Iab.lndrayana- Jakarta). Kadar IL-4 dan IFN-γ, sebagai gambaran respons imunn Th2 dan Thl diukur dari supernatan kultur menggunakan Elisa kit (R&D System-UK), hasilnya dihitung dan dibaca memakai Elisa reader dengan satuan OD (Optical Density). Analisis statistik mengg multiple analysis of variance (manova). Hasil Penelitian menunjukkan paparan TDR pada kultur limfosit DA menyebabkan peningkatan kadar IL-4 dibanding kultur TP (p<0.05) , sedang sekresi IFN-γ, pada kelompok kasus dipapar TI tidak berbeda (p>0.05) disbanding TP. Pada kelompok kasus kontrol terdapat beda baik IL-4 maupun IFN-γ, pada TP disbanding pada kelompok dengan paparan TDR maupun TI (p<0.05). Hal ini menunjukkan pada kelompok kontrol IL-12 dapat menyebabkan respons Th1, namun tidak pada kelompok DA. Pada keadaan tanpa maupun dengan paparan, tidak ada perbedaan kadar IL-4, IFN-γ pada kelompok DA disbanding kontrol. Selanjutnya dilakukan analisis cluster untuk membuat pengelompokkan baru berdasar kadar IL-4 dan IFN-γ dan didapat tiga kelompok klaster. Tidak ada perbandingan kadar IL-4, sedang kadar IFN-γ, pada ketiga klaster ada perbedaan bermakna (p<0.05) pada TP. IFN-γ, maupun perbedaan selisih (delta) antara TP dengan paparan TDR dan TI. Analisis klaster ini menyokong bahwa klasifikasi berdasar kadar sitokin lebih dapat membedakan perbedaan respons imun antara DA dan NDA, dan ini terlihat dari diagnosis klinis tidak berkorelasi dengan parameter imunologik. Analisis diskriminan diantara tiga kelompok klaster mendapatkan bahwa variable IFN-γ, sebagai diskriminator yang dapat membedakan perbedaan respons imun. Kesimpulannya, pada DA IL-12 tidak cukup mampu menstimulasi pengalihan respon Th2 ke Thl dan klasifikasi klinis berdasar pato-fisiologik tidak dapat membedakan perbedaan respons imun serta IFN-γ, merupakan variabell pembeda (dicriminator). Berdasar kesimpulan diatas disarankan pemakaian IL-12 sebagai terapi DA tidak mempunyai dasar dan klasifikasi DA berdasar Hanifin Rajka perlu ditambah variable IFN-γ sebagai salah satu indicator diagnosis. Perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui mekanisme lain penyebab respon Thl pada DA kronis dan penelitian dalam strategi tatalaksananya, Untuk memperoleh imunoterapi pada DA yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: