Peran Kadar IL-Iβ,IL-12, IFN-γ, IL-10 Terhadap Kadar Elastase MMP-9 Pada Emfisema Paru, suatu pendekatan Immunulogi Patogenesis Emfisema Paru

Emfisema paru diakibatkan oleh destruksi serat elastin dinding saluran nafas dan septum interalveoler, disebabkan oleh ketidakseimbangan enzimatis antara elastase anti elastase yang patogenesisnya belum jelas. Akibatnya timbul kontraversi pada penetapan diagnosis dan program penatalaksanaan. Sumber utama elastase ialah makrofag alveoler dan netrofil. Sitokin yang dapat terlibat yaitu Il-1β, IL-12,IFN-γ dan IL-10. Dilakukan penelitian untuk membuktikan peran IL-1β, IL-12, IFN-γ, makrofag alveolar dan netrofil terhadap elastase sehingga dapat menjelaskan patogenesis emfisema paru. Menggunakan desain penelitian study cross sectional, subyek dibagi dalam kelompok kasus emfisema dan kontrol kasus tidak emfisema. Penetapan diagnosis berdasar pemeriksaan radiologi foto polos dada dan foto dada CT scaning resolusi tinggi (HRCT). Pengukuran kadar sitokin dan enzim elastase pada cairan Broncho Alveolar Lavage (BAL). Pengambilan cairan menggunakan alat bronkoskop serat optik. Media untuk memperoleh cairan BAL ialah penderita tumor paru yang ditetapkan menjadi anggauta kelompok penelitian berdasar kriteria inklusi dan eksklusi. Pengambilan cairan BAL dilakukan kontra laretal sisi lesi tumor. Ditemukan kelompok kasus 13 penderita dan kontrol tidak emfisema 12 penderita. Dilakukan pemerikdaan kadar IL-1β, IL-12. IFN-γ, IL-10 dan elastase MMP-9 pada cairan BAL dengan menggunakan metode ELISA. Hasil pemeriksaan ditemukan kadar elastase MMP-9 lebih tinggi pada emfisema dibanding tidak emfisema dan perbedaan bermakna (P<0,05). Hasil analisis regresi pada kasus emfisema ditemukan pengaruh bermakna (P<0,05) kadar IL-1β terhadap IFN-γ dan elastase MMP-9, sedangkan pengaruh kadar IL-12 terhadap IFN-γ tidak bermakna (P>0,05). Dinamika interaksiberdasar uji regresi ganda pengaruh kadar IL-1β, IL-12 dan IFN-γ terhadap elastase MMP-9 ditemukan kadar IL-1β mengakibatkan pengaruh yang bermakna (P<0,05), IL-12 dan IFN-γ tidak bermakna (P<0,05). Dinamika interaksi IL-1β, IL-12 dan IFN-γ terhadap elastase MMP-9 pada kasus tidak emfisema ditemukan pengaruh tidak bermakna (P>0,05). Hasil analisis regresi ganda kadar IL-1β, IL-12 dan IFN-γ terhadap elastase MMP-9 pada total kasus emfisema dan tidak emfisema pengaruh kadar IL-1β bermakna (P>0,05), kadar IL-12 dan IFN-γ tidak bermakna (P>0,05). Disimpulkan, jalur (pathway) patogenesis emfisema paru menggunakan pendekatan immunologi dapat dijelaskan melalui rangkaian aktivitas IL-1β; IL-12, IFN-γ. Produksi dan sekresi elastase MMP-9 sehingga mengakibatkan terjadinya emfisema paru terutama dipengaruhi oleh IL-1β. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan pengetrapan klinis maupun pengembangan ilmu.

2 Tanggapan so far »

  1. 1

    I?ve recently started a site, the information you provide on this website has helped me tremendously. Thank you for all of your time & work.

  2. 2

    tani kurier said,

    This is very important article. You’re right.


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: