Kajian Penerjemahan Lisan Secara Konsekutif

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kaitan antara faktor-faktor yang terlibat dalam penerjemahan lisan, strategi serta teknik yang diterapkan penerjemah lisan dalam suatu kegiatan kebangunan rohani bertajuk “Miracle Crusade – This is Your Day” terhadap kualitas terjemahan yang dihasilkan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif.

Data diperoleh dengan menggunakan beberapa metode, yaitu metode simak catat, observasi tak berperan, kuesioner dari para informan sekaligus rater, serta wawancara dengan mereka. Dengan sumber data yang diperoleh dari rekaman VCD kebaktian kebangunan rohani yang bertajuk “Miracle Crusade – This is Your Day”, penelitian ini merupakan studi kasus yang berorientasi pada proses dan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang terdiri atas faktor teknis dan non-teknis, masing-masing memberi pengaruh baik terhadap kelangsungan kegiatan penerjemahan lisan maupun hasil terjemahannya.

Faktor teknis dalam kegiatan ini berupa sound system yang berkualitas prima dilengkapi dengan peralatan-peralatan penunjang seperti tata panggung yang spektakuler, LCD dan tata lampu yang sangat memadai serta ditunjang dengan kepanitiaan yang profesional. Selain itu sehubungan dengan faktor non-teknis, kompetensi penerjemah lisan tidak diragukan lagi mengingat profesi sebenarnya yang adalah seorang pendeta. Hal ini berkebalikan dengan interaksi antara penerjemah lisan dan pendengar yang adalah beberapa jemaat yang bersaksi di atas mimbar (panggung).

Komunikasi di antara mereka sedikit mengalami kendala. Salah satu strategi yang memberi pengaruh yang sangat positif terhadap kualitas terjemahan adalah kondisi fisik penerjemah lisan yang sangat prima. Selain itu, dalam menyampaikan tuturan target, penerjemah lisan senantiasa berusaha menciptakan rasa dan nuansa yang sama dengan tuturan sumbernya. Hasil analisis menunjukkan ada 12 jenis teknik yang dipakai penerjemah lisan dalam menerjemahkan tuturan sumber. Dari kedua belas teknik tersebut, penerjemahan literal merupakan teknik yang paling banyak digunakan oleh penerjemah. Sehubungan dengan kualitas terjemahan, teknik penerjemahan literal juga memberi kontribusi paling banyak akan terciptanya terjemahan yang berkualitas (akurat, berterima, lancar disampaikan).

Sedangkan terjemahan yang tidak berkualitas paling banyak dipengaruhi oleh teknik penghapusan. Dari analisis hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan penerjemahan lisan dalam kegiatan kebangunan rohani “Miracle Crusade -This is your day” serta strategi dan teknik yang diterapkan penerjemah lisan dalam kegiatan tersebut memberi dampak yang sangat signifikan terhadap hasil terjemahan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: