Pengembangan Perangkat Pembelajaran Model Pembelajaran Interaktif Setting Kooperatif Pada Mata Kuliah Program Linier Pokok Bahasan Metoda Simpleks

Salah satu materi yang terdapat didalam mata kuliah program linier adalah metoda simpleks. Dalam mempelajari pokok bahasan metoda simpleks ini sangat diperlukan keterampilan didalam memahami suatu permasalahan sehari-hari dan memodelkannya ke dalam bentuk kalimat matematika. Selain itu diperlukan pula pemahaman, ketelitian, dan keterampilan didalam menggunakan operasi-operasi bilangan dalam menerapkan algoritma simpleks.

Berdasarkan kenyataan yang penulis alami selama beberapa tahun mengampu mata kuliah program linier, pokok bahasan metode simpleks merupakan pokok bahasan yang paling sulit dipahami siswa dibanding pokok bahasan lainnya. Kesulitan ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa hal diantaranya kepasifan siswa selama perkuliahan, kurangnya latihan-latihan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan, dan kekurangberanian mahasiswa dalam menanyakan segala sesuatu yang belum mereka pahami kepada pengajar dan kekurang beranian siswa dalam mengungkapkan pendapat.

Model pembelajaran interaktif setting kooperatif merupakan salah satu model pembelajaran yang terpusat pada siswa dan pada model pembelajaran ini siswa diharuskan mengkonstruksi pengetahuannya sendiri dengan melalui kerja individual dan kerja kelompok, sehingga model pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai suatu alternatif model pembelajaran untuk mengajarkan materi metode simpleks. Dalam penerapan model ini seorang pengajar harus dapat membuat lembar kegiatan yang dapat memancing berpikir siswa untuk memungkinkan siswa dapat mengkonstruksi konsep-konsep, membangun aturan-aturan, dan belajar strategi pemecahan masalah.

Tujuan ini adalah untuk mengembangkan perangkat pembelajaran model pembelajaran interaktif setting kooperatif dan instrumen yang dapat menunjang kelancaran pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran tersebut dan untuk mengetahui aktivitas siswa, kemampuan pegajar dalam mengelola pembelajaran dan respon siswa dalam penerapan model pembelajaran tersebut. Hasilnya adalah 1) telah dikembangkan perangkat pembelajaran yang berupa modul, lembar kegiatan, dan rencana pelaksanaan pembelajaran, serta tes hasil belajar yang mengacu pada pembelajaran dengan model pembelajaran interaktif setting kooperatif yang disajikan dalam 5 tahap/fase, yaitu (1) fase pengantar; (2) fase aktivitas atau fase pemecahan masalah (bekerja dalam kelompok-kelompok kecil); (3) fase saling membagi dan diskusi; (4) fase meringkas dan (5) fase penilaian belajar unit materi.

Selain itu telah dikembangkan pula instrumen untuk mengetahui aktivitas siswa, kemampuan mengelola pembelajaran dan respon siswa selama pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran interaktif setting kooperatif, 2) Model pembelajaran interaktif setting kooperatif jika diterapkan untuk mengajarkan materi metode simpleks pada mata kuliah program linier bisa dianggap berhasil, karena banyaknya siswa yang mencapai nilai di atas 60 sebesar 19 anak dari 26 anak atau 73.1 %. Hasil ini lebih baik dibandingkan hasil yang biasa dipakai peneliti selama mengajarkan mata kuliah program linier, 3) Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran interaktif setting kooperatif pada mata kuliah program linier pokok bahasan metode simpleks terpusat pada siswa, karena hampir pada semua kategori aktivitas siswa yang melibatkan keaktifan siswa prosentasenya cukup tinggi, 4) Kemampuan pengajar dalam mengelola pembelajaran interaktif setting kooperatif termasuk dalam kategori baik dan sangat baik karena rata-rata setiap aspek yang diamati dalam mengelola pembelajaran selama tiga kali pertemuan berkisar antara 2,83 – 3,6, dan 5) Respon siswa terhadap perangkat pembelajaran dan pembelajaran dengan model PISK adalah positif karena persentase terbesar dari rata-rata persentase setiap indikator dari angket respon siswa berada dalam kategori senang, berminat, tidak kesulitan, tertarik, paham, baik, dan jelas.

1 Response so far »

  1. 1

    Selamat sore, saya ingin bertanya terkait model Pembelajaran interaktif setting kooperatif (PISK). Model PISK merupakan pengembangan atau hasil modifikasi model pembelajaran interaktif dengan menerapkan setting kooperatif dalam kegiatan belajar siswa. Nah, apakah terdapat perbedaan antara model PISK dengan model kooperatif biasa? Yang mana lebih unggul, model PISK atau model kooperatif biasa?
    terimakasih


Comment RSS · TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: