DRAINASE

1.   SURVEY/ PENINJAUAN LAPANGAN

Di daerah yang mengalami genangan air pasang, suatu survey harus dilakukan sebelum penanaman untuk menentukan kebutuhan pembuatan bendungan, kanal utama dan pintu-pintu air.

2.   DRAINASE

2.1     Kecuali jika suatu daerah basah telah cukup kering, pertumbuhan sawit dan hasilnya akan  selalu berada di bawah optimal. Kebutuhan drainase  tergantung pada terrain dan jenis tanah. Daerah yang  bergelombang  membutuhkan  sedikit drainase, tetapi daerah pantai yang datar dan daerah liat dekat  sungai  membutuhkan  drainase  yang  cukup  banyak.

Harus  pula dipikirkan  bahwa drainase yang  terlampau  banyak  akan  memberikan pengaruh  yang  buruk  pada  hasil  panen. Dalam  merencanakan  sistem drainase, langkah   pertama  adalah  menetapkan  daerah  saluran  air  dan  mengatur  saluran-saluran utama sedemikian rupa sehingga mereka  mengikuti alur alami dari topografi   lahan  dan saluran  dibuat  dengan  titik  tolak  dari sini.

     2.2    Jenis-jenis Parit

Parit Pengeluaran                 –                 Saluran yang mengalirkan air di luar pintu air atau perbatasan kebun

ParitUtama                           –                 Saluran yang mengalirkan air dari beberapa saluran pengumpulan dan mengalir langsung ke saluran pengeluaran umum

Parit Pengumpul  –               Saluran yang mengumpulkan air dari saluran pembantu lainnya.

Parit Pembantu                                    –                 Saluran yang sejajar dengan jalur tanaman sawit, dan banyaknya saluran ditentukan oleh banyaknya air yang harus dikeluarkan.

2.3   Ukuran Parit

Perkiraan  ukuran  dari  berbagai  jenis  saluran  dinyatakan  di bawah  ini  :

Jenis Parit                     Lebar Atas                  Lebar Bawah             Kedalaman

 Pengeluaran                 Ukuran  parit  pengeluaran  tergantung volume air

Utama                                   4 m                                   3 m                        4 m

Pengumpul                           2 m                                1,5 m                         2 m

Pembantu                             1 m                              0,75 m                         1 m

 

Tergantung dari kondisi tanah, ukuran saluran dapat bervariasi tergantung dari volume air  yang  perlu dikeluarkan dalam  musim  hujan untuk mencegah terjadinya  banjir  yang  berkepanjangan.

Pada   waktu  melakukan   penggalian  saluran utama dan pengumpul yang  lokasinya sejajar dengan rencana jalan, tanah galian dapat dimanfaatkan untuk pembuatan jalan.

2.5   Tanah Yang Mengandung Sulfat Asam

Tanah  sulfat asam yang potensial adalah yang kandungan sulfurnya 0,75 % atau lebih dalam bentuk sulfid (bahan-bahan sulfid). Bahan-bahan sulfid ini yang terakumulasi dalam tanah akan mengalami penjenuhan permanen, umumnya berhubungan  dengan air payau. Jenis  tanah  semacam ini  mungkin  memiliki  pH netral   pada awalnya, tetapi dengan  adanya  drainase, maka  kandungan  sulfid  akan  teroksidasi dan  membentuk  sulfuric acid dan jarosite.  pH tanah mungkin akan  menurun  sampai  di bawah 2.

Bilamana  kelapa  sawit akan ditanam pada daerah yang secara potensial mengandung sulfat asam, maka perlu dilakukan tindakan pengamanan sebagai berikut  :

Pemasangan pintu pengatur air pada saluran-saluran air di lapangan untuk menjaga  ketinggian  permukaan air, dapat dipastikan  berada  di atas garis batas dari  kandungan  asam  sulfat  dalam  sisa  genangan air.  Ketinggian  permukaan air  tergantung  pada  kedalaman  batas  sulfid  ini.

Pintu  kontrol air harus dibuka  selama  beberapa  hari  pada  waktu  musim hujan untuk  mencuci  semua  bahan-bahan yang beracun. Pencucian  saluran  dapat dilakukan  beberapa  kali  dalam  setahun  asal  saja  terdapat  cukup  air  untuk menjaga  permukaan  air.

2.6       Tanah Gambut dan Tanah Busuk

Daerah  semacam  ini  harus  dikeringkan dan dibiarkan kosong tidak ditanami untuk jangka waktu minimum 6 bulan sebelum dilakukan penanaman agar dimungkinkan  terjadinya  konsolidasi  tanah. Untuk  mengontrol tingkat penurunan/ penyusutan  tanah dan  untuk  mencegah pengeringan  yang  tidak  dapat  diperbaiki  lagi  dari  bagian atas gambut, maka  permukaan air permanen harus  selalu  dijaga  pada  tingkatan 60 – 70 cm. Lihat  pada  Sirkular  Agronomi  mengenai  Kultur  Tekhnis  dan  Managemen   dari  kelapa  sawit  di areal  gambut  dalam.

2.7   Penanaman Areal Bekas Hutan

Untuk   mempermudah   penumbangan, saluran air utama  harus  sudah  dibuat  pada  daerah-daerah  rendah  paling   tidak  6 – 12  bulan  sebelumnya.

Pada  waktu  menggali   saluran-saluran di lapangan, tanah galian harus dibuang pada  lokasi sejauh yang dapat dijangkau oleh  lengan  excavator sehingga benar-benar  bebas  dari  baris  tanam  dan  diratakan.

2.4   Daerah Tergenang

Daerah  yang  drainasenya  tergenang air, saluran air harus dibuat untuk menurunkan  batas  permanen  dari  permukaan  air  paling sedikit 70 cm kecuali hal  ini  terjadi  untuk  jangka  pendek  saja.

3.   PENGENDALIAN GULMA

3.1      Lalang

Lalang  harus selalu berada  dalam  pengawasan sepanjang waktu. Bilamana terdapat  lalang  pada  areal  yang  yang  direncanakan untuk penanaman ulang, maka pemberantasannya  harus dilaksanakan paling  tidak 1 tahun sebelum dilakukan penanaman ulang. (replanting).

3.2  Gulma Penggangu Lainnya

Bilamana  eradikasi dilakukan, maka  suatu  program harus direncanakan paling tidak 2 tahun  sebelum  replanting  malalui  konsultasi  dengan  Kantor Pusat.  Gulma seperti  Mikania, Asystasia, Clidemia, Hedoytis, Stenochlaena palustris, Eupatorium, Pennisetum, Ischaemum, Brachiaria  haruslah  dimusnahkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: