KEWAJIBAN DAN KETENTUAN YANG HARUS DILAKSANAKAN OLEH KARYAWAN PANEN

A. Kewajiban Karyawan Panen

  1. Setiap karyawan panen harus mengikuti apel pagi pukul 06.00 WIB setelah scan/sidik jari sebelumnya.
  2. Setiap karyawan panen harus sudah di ancak (lapangan) jam 06.30 WIB atau setelah apel pagi.
  3. Memanen semua Tandan Buah Segar (TBS) yang sudah matang panen dengan kriteria 15 butir brondolan lepas alami di TPH. Tidak boleh ada buah masak yang tinggal di pohon, piringan maupun di oasar pikul.
  4. Semua hasil panen harus dikumpulkan di tempat pengumpulan hasil (TPH) dengan rapi pada TPH yang sudah ditentukan dengan susunan 5 tandan ke belakang dan diurut ke samping mengikuti jumlah tandan yang ada. Dan menulis nomor pemanen dan jumlah tandan pada salah satu tangkai TBS.
  5. Buah busuk wajib di panen dan dibuang ke simpukan (gawangan mati) diatas pelepah (buah busuk tidak dihitung).
  6. Tidak memanen buah mentah.
  7. Semua brondolan di piringan, diketiak pelepah, dipasar pikul dan digawangan harus dikutip bersih, bebas sampah dan ditumpuk rapi di samping barisan Tandan Buah Segar (TBS) dan  diisi dalam karung atau dialasi dengan karung.
  8. Setiap memotong buah masak, pelepah songgo harus dipotong mepet agar brondolan tidak menyangkut di pelepah dengan ketentuan songgo dua.
  9. Pekerjaan pruning perawatan (Progresive Pruning) harus dijalankan berkelanjutan bersamaan dengan waktu panen.
  10. pemotongan pelepah harus mepet untuk menghindari adanya brondolan yang tersangkut di ketiak pelepah.
  11. Pelepah yang sudah dipotong harus disusun rapi membentuk letter ”L”.
  12. Tangkai buah harus dipotong mepet atau kurang dari 3 jari.
  13. Pemanen wajib mempersiapkan alat panen sehari sebelumnya, sehingga siap pakai pada pagi harinya. Dan biaya alat panen menjadi tanggungjawab pemanen,
  14. Pemanen harus mematuhi instruksi kerja dari atasannya.
  15. Apabila dalam keadaan buah kurang, akan diatur ke pekerjaan lain sesuai instruksi Atasan dan kebutuhan perusahaan.

B.     Denda dan Sanksi Karyawan Panen

  1. Apabila memotong TBS mentah akan didenda Rp. 3.000,-/tandan.
  2. Apabila tidak memotong TBS matang (buah masak tertinggal di pokok) akan didenda Rp. 3.000,-/tandan.
  3. Apabila tidak mengutip dengan bersih brondolan (Kriteria: Lebih 1kg / Ha) di piringan dan pasar pikul akan didenda Rp. 3.000,-/ kg.
  4. Apabila tidak mengangkut TBS matang yang telah dipanen akan didenda Rp. 3.000,-/ tandan.
  5. Memeram buah mentah akan didenda Rp. 3.000,-/tandan.
  6. TBS tidak disusun di TPH yang sudah ditentukan, sanksinya adalah TBS tersebut tidak dihitung sebagai hasil panen.
  7. Melaporkan jumlah hasil kerja melebihi dari hasil kerja yang sebenarnya dikenakan ketentuan  sanksi Surat Peringatan.
  8. Apabila pelepah tidak dipotong sampai songgoh 2, didenda Rp. 3.000 / pokok.
  9. Apabila pelepah yang telah dipotong dan tidak disusun di tempat yang telah ditentukan, didenda Rp. 3.000 / pokok.
  10. Apabila didenda 3 kali berturut-turut dapat dijatuhkan sanksi SP.
  11. Sengaja melaporkan jumlah hasil kerja yang tidak jujur, maka pemanen akan dikenakan pelanggaran berat.

C.    Sanksi Terhadap Mandor Panen

– 1% s/d 2% premi mandor pada hari itu dipotong sebesar 50%.

– Lebih besar dari 2% premi mandor pada hari itu nol .

  1. Apabila ada TBS mentah / tidak membrondol mencapai :
  2. Apabila pada hari itu dijumpai buah masak tertinggal di pokok, tertinggal di piringan dan pasar pikul, akan didenda Rp. 5.000,-/ tandan. Apabila ada pelepah sengkleh, berserakan, pelepah di parit berdasarkan penilaian atasan akan didenda berupa pemotongan premi pada hari itu sebesar 50% s/d 100%.
  3. Apabila tidak memberikan sanksi dan denda sesuai aturan yang sudah ditentukan, premi pada hari itu dipotong sebesar 100%.
  4. Mandor panen tidak dikenai sanksi atau denda apabila sudah melakukan tugasnya dengan baik dan benar.
  5. Apabila mandor tidak dijumpai di ancak panen pada saat kegiatan panen berlangsung, premi dipotong sebesar 100% dan sanksi administrasi.

D.    Sanksi terhadap Krani Panen

  1. Apabila tidak mensortir hasil panen, akan didenda berupa pemotongan premi pada hari itu sebesar 100%.
  2. Apabila krani tidak membuatsuratpengantar buah, premi pada hari itu dipotong sebesar 100%.
  3. Apabila pada waktu proses pengangkutan TBS, krani tidak mengikuti dan mengawasi proses pengangkutan, premi hari itu dipotong sebesar 100% dan mendapat sanksi administrasi.
  4. Apabila krani tidak membawa gancu dikenakan sanksi 50 % dan jika tidak memberi tanda bahwa TBS sudah dihitung premi dipotong sebesar 50%.
  5. Apabila krani sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan benar, krani panen tidak akan dikenakan denda atau sanksi.

E.     Premi Mandor dan Krani

  1. Kepada mandor panen diberikan premi sebesar 150% dari premi rata-rata pemanen anggotanya yang panen pada hari itu.
  2. Kepada krani panen diberikan premi sebesar 110% dari premi rata-rata pemanen anggotanya yang panen pada hari itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: