PANCANG DAN KERAPATAN TANAM

Pola  tanam  adalah  segitiga  sama kaki. Untuk  kerapatan tanam akan ditetapkan oleh Kantor Pusat  setelah  berkonsultasi  dengan DOE, dan  biasanya  adalah  sebagai berikut  :

Areal Plasma                                          130 Pokok/ Ha

Areal Inti                                                142 Pokok/ Ha

Areal Inti Gambut                                  150 Pokok/ Ha

Pemakaian jarak tanam diluar yang  ditentukan dalam tabel di bawah ini, harus dikonsultasikan  terlebih  dahulu  dengan  Kantor Pusat.

1.   PANCANG PADA AREAL DATAR DAN LANDAI

Pada  areal  dimana  sawit  tidak ditanam  pada  teras  kontur, jarak tanam untuk kerapatan  yang  diinginkan, ditetapkan  sebagai  berikut  :

 

Jarak Tanam

(m)

 

Jarak Antar Baris

(m)

 

Jumlah Pokok/ Ha

 

8.8

9.0

9.0

9.5

 

7.6

7.8

8.2

8.1

150

142

136

130

2.   PANCANG UNTUK AREAL BERBUKIT/ CURAM

Di arel  dimana  sawit akan ditanam pada teras kontour, jarak horizontal antara teras kontour akan bervariasi  tergantung  dengan  perbedaan  lereng. Idealnya, jarak  horizontal antara  teras kontour adalah antara 7,9 sampai 9,2 m.  Bilamana jarak ini berkurang sampai 6,5 m, maka  barisan  kontour  tidak  dilanjutkan dan bilamana baris ini mencapai 13 m, maka harus  ada  penambahan  baris  baru  diantaranya.

Untuk  mendapatkan  kerapatan  tanaman  yang merata, perlu dilakukan penyesuaian jarak tanam sepanjang kontour yang dihubungkan dengan berbagai jarak horizontal antara  dua  teras  kontour  yang  berhubungan.

Bila jumlah pokok per/ha yang diinginkan 136 pohon, proporsi luas areal untuk tiap pohon  adalah 73,5 m2. Jarak tanam sepanjang teras kontour dihitung dengan membagi daerah  proporsional setiap  tanaman  dengan  rata-rata  jarak  horizontal  antar  teras  yang  ada di atas dan di bawahnya.

Untuk  lebih  memudahkan, tabel berikut ini memperlihatkan jarak tanam untuk 3 macam kerapatan tanaman yang berbeda dalam hubungannya dengan jarak rata-rata horizontal  antara  dua  teras  yang  saling  berdekatan.

Apabila  dimungkinkan, tetapkan  suatu  jarak  minimum  antar  pohon sejauh 7,8 m, baik sepanjang  teras  kontour  atau  diantara pokok sawit pada teras yang berdekatan. Hal ini  untuk  mencegah  terjadinya  etiolasi  sawit.

 

Jarak Horizontal Rata-rata

Antara 2 Teras Berdekatan

( m )

 

 

Jarak Tanam di Sepanjang

Teras Kontour

( m )

 

 

 

 

6,5      –      7,0

7,0      –      7,5

7,5      –      8,0

8,0      –      8,5

8,5      –      9,0

9,0      –      9,5

 

 

128 Pkk/ Ha

 

136 Pkk/ Ha

 

145 Pkk/ Ha

11,6

10,8

10,1

9,5

8,9

8,5

 

 

10,7

10,0

9,4

8,8

8,3

7,8

10,0

9,3

8,7

8,2

7,7

7,3

2.1      Penanaman Pada Teras

Titik  tanam  harus diordinatkan 30 cm dari tengah ke arah belakang teras. Jika teras  atau  tapak  kuda  berukuran 2,5 m atau kurang, maka titik tanam harus berada  di tengah.

2.1      Pokok Sawit yang Terletak di Pinggir Jalan/ Pinggir Parit

Bila titik tanam jatuh pada jalan atau parit, maka ini harus dipindahkan paling sedikit 1,5 m  dari pinggir  jalan  atau parit, dengan  mempertimbangkan  jarak pohon  sawit  yang  berdekatan  paling  sedikit  6 m.

3.   KERAPATAN TANAM DI AREAL LEMBAH

Sawit yang ditanam pada lembah yang curam seringkali mengalami etiolasi. Untuk keadaan  khusus  seperti ini, maka  kerapatan  tanaman  yang  direkomendasikan  adalah 128  pohon /ha.

4.   SENSUS SAWIT

Perhitungan  pokok  sawit  secara  fisik  dilakukan  setelah  selesai  penanaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: