PEMBERSIHAN AREAL UNTUK PENANAMAN

1.   SURVEY/ PENINJAUAN LAPANGAN

1.1      Land Clearing

Sebelum dilakukan pembersihan, pastikan bahwa langkah-langkah  berikut telah dilakukan  :

i).   Survey awal untuk memberi tanda batas lapangan. Batas ini harus cukup jelas dan dibuat dengan tanda/ patok yang permanen.

ii).  Jika dibutuhkan, suatu batas api dengan lebar 40 sampai 60 meter harus dibuat di sepanjang perbatasan.

      1.2   Daerah Pasang Surut

Di daerah yang mengalami genangan air pasang, suatu survey harus dilakukan sebelum penanaman untuk menentukan kebutuhan pembuatan bendungan, kanal utama dan pintu-pintu air.

2.   PENANAMAN DI AREAL BEKAS HUTAN

      2.1   Daerah Rawa di Areal Bekas Hutan

Daerah ini sebaiknya dibersihkan/ dikerjakan terlebih dahulu.

Drainase Awal

Dilakukan pembangunan drainase awal untuk mempermudah jalan masuk sebelum dilakukan penebangan.

Imas dan Tumbang

Imas

Imas belukar, semak dan pohon-pohon kecil yang memiliki diameter batang kurang dari 8 cm dan ketingian sampai 15 cm dari permukaan tanah harus dibersihkan. Semua  batang harus dipotong pada ketinggian 15 cm atau kurang dari  tanah.

Tumbang

Hal ini harus dilakukan setelah pekerjaan imas mencapai jarak yang aman untuk dilakukan penebangan.

Ketinggian dari pohon yang harus ditebang tergantung dari ukurannya, berikut ini  adalah yang telah dipraktekkan  :

 

Diameter Batang

 

 

Ditebang dari Permukaan Tanah

  Kurang dari 15 cm   15 cm
  15 – 30 cm   30 cm
  30 – 75 cm   90 cm
  75 – 150 cm   150 cm
  Di atas 150 cm Ditebang pada batas antara akar   penguat dengan batang utama

Jangan ada pohon yang ditumbang ke dalam atau melintang di atas alur air, rawa, saluran drainase, bendungan atau jalan setapak dan bilamana hal ini terjadi maka ini harus dipindahkan atas biaya dari kontraktor sendiri.

Pembakaran –  Tidak Diizinkan 

Pekerjaan bakar tidak boleh dilaksanakan dan perlu dilakukan pemerunan secara mekanis dan zperumpukan bersamaan dengan pembuatan pancang kelapa sawit. Dapat  juga  dilakukan  pemerunan  di antara  baris  tanam.

Penyemaian Mucuna cochinchinensis tanpa ada penundaan lagi harus segera dilaksanakan untuk mempercepat proses dekomposisi kayu-kayu hasil perun.

Jalan

Pembuata jalan. Lihat Policy Perkebunan 2 : Persiapan Lahan dan Penanaman-5. Sedapat mungkin, pergunakan tanah dari hasil penggalian drainase sepanjang jalan dan dilapisi lagi dengan batuan atau bahan pelapis permukaan lain yang cocok.

Pancang

Lihat Policy Perkebunan  4 : Rapat & Jarangnya  Tanaman – 1.

Penutup Tanah

Sebarkan penutup tanah dengan segera. Lihat Policy Perkebunan 2 : Persiapan Lahan dan Penanaman-4.

Drainase Akhir

Buat sistem drainase secara mekanis ditempat yang memungkinkan. Daerah yang  terdapat  gambut  dan  tanah  busuk  harus dibiarkan  tanpa ditanami selama minimum 6  bulan  sebelum  penanaman.

2.2      Daerah Bukan Rawa

Tumbang dan Pembersihan

Sebelum  dilakukan  penumbangan  terhadap pohon-pohon besar, tanamann kecil yang berkayu diimas terlebih dahulu. Semua  pohon  dengan garis tengah lebih dari 60 cm harus ditebang sampai ketinggian tertentu dengan mempergunakan gergaji rantai (Chain Saw).

Jalan

Lihat Policy Perkebunan 2 : Persiapan Lahan dan Penanaman-5.

Penanaman dan Pemeliharaan

Kondisi tanah haruslah bebas dari rerumputan sebelum penanaman kacangan penutup tanah. Herbisida dan dosis aplikasinya harus dibicarakan dengan Kantor Pusat.

Pembentukan Tapak Kuda Tanaman

Buatlah tapak kuda dimana perlu. Lihat Policy Perkebunan 2 : Persiapan Lahan dan Penanaman-2

Pancang

Lihat Policy Perkebunana 4 : Rapat & Jarangnya  Tanaman – 1.

Penutup Tanah

Segera  lakukan  penanaman  kacangan. Lihat Policy Perkebunan 2 : Persiapan Lahan dan Penanaman-4.

3.   PENANAMAN DI TANAH DENGAN KANDUNGAN SULFAT ASAM

Lihat Policy Perkebunan 2 : Persiapan Lahan dan Penanaman-3.

4.   PENANAMAN BEKAS AREAL SAWIT

Penumbangan  dan  penghancuran batang sawit dengan excavator, dilakukan tanpa peracunan  terlebih  dahulu, dan kemudian  diikuti  perumbukan mekanis yang  dilakukan  pada  semua batang  di areal  dimana  akan  dilakukan  penanaman ulang sawit. Bilamana  karena  sesuatu  hal  penghancuran  tidaklah  dimungkinkan, maka  harus  dikonsultasikan  dengan  Kantor  Pusat.

Dalam semua keadaan, Mikania, Lalang dan semua gulma yang berbahaya haruslah dibasmi.

Panen Terakhir Sebelum Dilakukan Penumbangan

Panen terakhir haruslah dilakukan pada saat sebelum dilakukan penumbangan dan penghancuran. Semua  buah  masak  dan  buah  kurang  masak  harus  dipanen.

4.1   Land Clearing Secara Mekanis

Areal Dimana Sawit Tidak Dapat Ditanam Pada Teras Kontour

Letak dan Arah Jalur Tanam

Letak dan arah jalur tanaman baru harus  ditentukan  dengan  menetapkan jalur “Raja” (pancang kepala)  terlebih dahulu di gawangan lama sebelum dilakukan penumbangan dan penghancuran batang sawit. Jalur yang  dipergunakan untuk tanaman baru adalah yang terletak diantara jalur tanam yang lama (sebelumnya) dengan  arah  yang  sama dengan  arah  tanaman  yang  lama dan tidak boleh memakai  jalur  tanam  yang lama.  Pada  saat yang sama, harus  sudah  dipikirkan  perataan kasar  untuk  jalan  pikul  nantinya  dan  menjalankan  pekerjaan  mekanisasi.

Penumbangan, Perun dan Perumpukan

Pokok sawit  harus ditumbang dengan menggunakan excavator rantai yang  dilengkapi dengan  buket trapesium yang tajam ujung-ujungnya. Tunggul sawit dan kelompok akar harus dicabut seluruhnya dari tanah dalam suatu areal dalam bentuk kerucut terbalik seluas garis tengah 1,2 meter dengan kedalaman 0,6 meter. Batang sawit harus dihancurkan sampai menjadi serpihan berukuran kurang dari 15 cm ketebalannya. Lubang  hasil  galian  harus  diisi  kembali  dengan  tanah  baru.

Batang  pohon  beserta pelepah daun yang sudah ditumbang dipindahkan ke jalur baru berdasarkan pancang “Raja” yang telah dibuat. Batang ini harus dihancurkan menjadi  serpihan  berukuran tidak lebih dari 15 cm ketebalannya. Semua potongan batang harus ditimbun dengan baik dan  disusun  pada  jalur  secara  berselang (alternate interrow).

Persiapan Tanah

Kondisi  lahan haruslah bebas dari  gulma  sebelum  dilakukan  penanaman  penutup tanah.  Herbisida dan  dosis  aplikasinya  harus  didiskusikan  dengan  Kantor Pusat.

Parit Konservasi

Dibuat  secara  mekanis  dimana  diperlukan. Lihat Policy Perkebunan 2 : Persiapan Lahan dan Penanaman-2.

Pagar dan Parit

Apabila  perlu dilakukan pemagaran dan pembuatan parit pembatas (Isolation Trench), agar  dikonsultasikan  dengan  Kantor Pusat.

Pancang Untuk Tanam

Lihat Policy Perkebunana 4 : Rapat & Jarangnya  Tanaman – 1.

Umumnya, pada  penanaman ulang ex areal sawit, pembuatan  pancang dilakukan oleh  kontraktor  yang  melaksanakan  penumbangan. Hal ini  untuk  memastikan bahwa  telah  dilakukan  perumpukan  yang tepat dari sebagian serpihan bekas bakaran  pada  jalur  tanam  yang  baru.

Pembuatan Tapak Kuda

Untuk  daerah sempit dengan lahan yang curam dan untuk penanaman dipinggir jurang, pembuatan tapak kuda sangat diperlukan.

Buat suatu tapak kuda dengan lebar/panjang 2,5 meter dengan tepi belakang 30 cm serta padatkan tanah-tanah urukan di bagian tepi depannya. Biasanya tapak kuda seperti ini dibuat secara manual.

Penutup Tanah

Tanam kacangan dengan segera setelah dilakukan pancang seperti dijelaskan pada Policy Perkebunan 2 : Persiapan Lahan dan Penanaman-4.

Sistem Jalan

Pembangunan jalan. Lihat Policy Perkebunan 2 : Persiapan Lahan dan Penanaman-5.

4.2       Land Clearing Secara Mekanis

Areal Dimana Akan Ditanam Pada Teras Kontur

Areal dimana pohon sawit yang ada tidak ditanam pada teras kontur.

Penumbangan, Perun dan Perumpukan

Pokok  sawit  harus ditumbang dengan menggunakan excavator rantai yang dilengkapi  dengan  buket  trapesium  yang  tajam ujung-ujungnya. Tunggul sawit  dan  kelompok  akar  harus  dicabut  seluruhnya  dari  tanah  dalam  suatu  areal dengan  bentuk  kerucut  terbalik  seluas  garis tengah 1,2 meter  dengan  kedalaman 0,6 meter. Batang sawit harus dihancurkan sampai menjadi serpihan berukuran kurang dari 15 cm  ketebalannya. Lubang hasil  galian  harus  diisi  kembali  dengan tanah baru.

Pancang Teras dan Pembuatan Teras

Lihat Policy Perkebunan 2 : Persiapan Lahan dan Penanaman-2 dan Policy Perkebunana 4 : Rapat & Jarangnya  Tanaman – 1.

Pancang Untuk Tanam

Lihat Policy Perkebunana 4 : Rapat & Jarangnya  Tanaman – 1.

Penutup Tanah

Lihat Policy Perkebunan 2 : Persiapan Lahan dan Penanaman-4.

Penutup tanah ditanam pada cuaca yang baik sesegera mungkin setelah pembuatan teras.

Sistem Jalan

Lihat Policy Perkebunan 2 : Persiapan Lahan dan Penanaman-5.

Pagar/ Parit Pembatas

Apabila  diperlukan  pemagaran dan atau pembuatan parit perbatasan, bicarakan dengan Kantor Pusat.

Areal Dengan Lereng Yang Sangat Curam

Untuk areal  dengan  lereng  yang  curam  yang  tidak  dapat dicapai dengan excavator rantai, maka  Kantor  Pusat  harus  dimintakan  pertimbangan  dan  rekomendasinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: