KACANGAN PENUTUP TANAH

1.   PEMBENTUKAN

1.1   Persiapan Latihan

Hal-hal yang Dilakukan Dalam Persiapan Lahan  :

Penyemprotan herbisida sebanyak 2 atau 3 kali dengan interval waktu 6 minggu setelah  areal  dibersihkan  untuk  memberantas  sebagian  besar gulma.

Untuk  mengurangi  masalah  gulma berikutnya, semua  persiapan  tanah  harus sudah  diselesaikan  sebelum  biji  kacangan  mulai  ditanam.

1.2      Waktu Yang Tepat Untuk Tanaman Kacangan

Kacangan harus ditanam secepat mungkin setelah persiapan lahan.

2.   PENANAMAN KACANGAN

Rock Phospat dalam jumlah timbangan yang sama dicampur dengan benih kacangan untuk lebih  memudahkan  pertumbuhan.

2.1       Cara Menanam Kacangan

Ada beberapa cara menanam kacangan – Rosettes, Compressed Band Drill dan variasi dari keduanya. Beberapa contoh diberikan di halaman berikut. Pemilihan metode yang akan dipakai harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Kantor Pusat.

2.2   Tiga Compressed Drills

Terdiri  dari 3 jalur per baris tanam. Jarak antara jalur adalah 2 m, dengan jalur tengah tidak berkesinambungan dan dipisahkan dengan jarak 2 m dari titik tanam kelapa sawit. Lihat  gambar di bawah.

 

 

2 m       2 m      ←3,6m→   2 m   ˜  2 m           3,6  m        2 m          2 m

Drills (Jalur)

     2.3   Dua Compressed Bands

             Terdiri  dari  dua pasang  jalur   pada setiap  gawangan. Setiap  pasang terdiri dari dua  jalur  dengan jarak 0,6 m dan 2 m  dari baris pohon sawit. Lihat diagram di bawah  ini.

Dua Jalur Antar Gawangan

2 m                0,6 m             2,4 m              0,6 m              2 m

˜® Pohon Sawit

 

 

 

 

 

 

 

 

˜ → Pohon

Sawit

 

 

 

 

 

 

 

 

˜® Pohon Sawit

 

 

 

7,6 m

2.4      Pemilihan Metode/ Cara

Areal Tanpa Teras Tanam

Salah satu cara dapat digunakan, namun cara yang akan dilakukan harus dibicarakan dengan  Kantor Pusat.

Areal Dengan Teras Tanam

Pada  umumnya, metode Two Compressed  Bands dipergunakan dengan satu jalur dekat  dengan bibir teras dan jalur lainnya menurun  lereng  seperti  yang  terlihat  pada gambar di bawah ini. Kacangan  dapat  ditanam  secara  manual  dalam  bentuk  rossettes  dalam  dua jalur (dua compressed bands)  pada  daerah  curam. Benih dalam kuantitas  yang sama dapat  digunakan  pada  daerah  sangat  curam, curam  dan  lereng  yang  tidak  curam  sama  baiknya  dengan  di daerah  datar.

Bibir Lereng                                                        Bibir Lereng

™

™   ™

™   ™

Compressed                                                                             Compressed                                ™

Drills                                                                                           Rosettes                    ™

™  ™

™  ™

™

Pokok                                                                                Pohon

Sawit                                                                             Sawit

 

 

Penanaman kembali (Replanting) Bekas Areal Sawit

Sebagai  tambahan  pada  cara  Dua Compressed Bands ini (lihat section 2.3.) adalah  dua  baris  tambahan, satu  pada  setiap  sisi  dari potongan pohon yang sudah ditumpuk, campuran  benih  kacangan  disebarkan   tanpa  menambah  jumlah  benih yang digunakan. Disepanjang  baris  tambahan ini, benih  Mucuna  cochinchinensis  harus   pula   disebarkan (lihat section 3.2.)

2.5   Pembuatan jalur dan Tanam Kacangan Secara Mekanis

Apabila  traktor  garpu tersedia, alat  ini dapat dipasang dan distel dengan jarak yang tepat untuk dipergunakan membuat jalur tanaman. Kalau tidak, dapat dilakukan  secara  manual. Setelah  kacangan ditanam, harus ditutup dengan tanah tipis.

2.6   Kedalaman Penanaman Kacangan

Sebaiknya, benih  harus  ditanam dan ditutup tanah tipis pada kedalaman kira-kira 1,5 cm. Penanaman  yang  kurang dalam  akan  dapat  mengakibatkan  benih  yang baru  berkecambah  menjadi  terbakar (oleh sinar matahari) atau   hanyut  terbawa air. Penanaman  yang   terlampu  dalam  akan   menghambat   pertumbuhan.

3.   KOMPOSISI

      3.1   Standard Campuran Kacangan

Standard  campuran  dari  kacangan  adalah  sebagai berikut  :

Calopogonium mucunoides                                6 kg/ ha

Pueraria javanica                                               4 kg/ ha

Calopogonium caeruleum                                0,5 kg/ ha

Calopogonium caeruleum harus ditanam terpisah dalam kantong-kantong disepanjang jalur tanaman.

       3.2  Mucuna cochinchinensis

Sebagai  tambahan  dari kacangan  penutup tanah standard, Mucuna cochinchinensis dapat pula dipergunakan dalam keadaan dimana batang sawit belum dihancurkan, atau di daerah dan/ atau pada tanah yang kurus. Benih disebarkan  pada  dosis  paling  sedikit  satu  biji  per titik  tanam  pada  jarak  antara 2 m (kira-kira 1 kg benih Mucuna per ha). Di areal replanting sawit, benih Mucuna  ditanam di sepanjang  daerah  tumpukan potongan batang sawit.. Di daerah  rendah dan tanah kurus, benih ditanam pada satu jalur (single row) di tengah  gawangan.

Pertumbuhan yang cepat dari Mucuna akan menekan pertumbuhan gulma, mengurangi lamanya permukaan tanah terbuka dan dengan cepat menutupi potongan  batang  sawit, sehingga  mengurangi  potensinya  sebagai  sarang Oryctes.

4.   UJI BENIH DAN PERLAKUAN TERHADAP BENIH (SEED TREATMENT)

      4.1    Uji Benih

Pada  waktu menerima benih, kebun  harus  mengirimkan  contoh  sample  mewakili  setiap  jenis  yang  diterima  ke Kantor Pusat  untuk  diuji  pertumbuhan dan kemurnian benih. Bilamana  persentase  pertumbuhan  di bawah  tingkat  yang ditentukan, maka jumlah  kuantitas  per hektar  perlu  ditambah  secara proporsional, agar  tidak  mempengaruhi   pertumbuhan   awal   leguminosae.

Tingkat  pertumbuhan  minimum  yang  dapat  diterima  dari berbagai jenis kacangan  adalah  sebagai berikut  :

Calopogonium caeruleum                  30 %

                               Calopogonium mucunoides                40 %

                               Pueraria javanica                               60 %

                               Mucuna                                               75 %

Bila hasil test berada di bawah spesifikasi tersebut, maka hal ini harus segera dilaporkan kepada bagian Pembelian (Purchasing) untuk mengajukan claim kompensasi. Kantor  Pusat  harus  juga  diberitahu.

4.2    Perlakuan Awal Terhadap Benih

Benih yang dikirim ke kebun biasanya kulitnya sudah ditipiskan, sehingga perlakuan awal untuk membantu pertumbuhan tidak lagi diperlukan. Namun demikian, bila terdapat cuaca yang menguntungkan beberapa hari sebelum dilakukan  penanaman, proses  perendaman separuh dari campuran benih satu malam  dapat  dilaksanakan, untuk  kemudian  benih ditanam  pada  hari  berikutnya. Perlakuan  perendaman  dengan  air  panas  dilakukan  dengan  menuangkan air pada  suhu 60 – 80 oC  kedalam  ember  yang  telah  diisi  benih  sampai  semua benih  tenggelam  dan  biarkan selama 4 – 6 jam sebelum ditanam. Benih  yang sudah  direndam  ini  dicampurkan  dengan sisa benih lainnya (yang tidak direndam)  untuk  ditanam.

       4.3   Inokulasi Benih 

Kapan dilakukan Inokulasi

Segera sebelum disemai, benih harus diinokulasi dengan jenis Rhizobium yang sesuai  yang  dapat  diperoleh  dari  MARIHAT.

Metode Inokulasi

Sejumlah  50 gram  kultur Rhizobium compost  dicampurkan  dengan  600 ml air yang  tidak  mengandung Chlorine. Campuran  ini  cukup  untuk  10 kg  benih. Aduk  dengan baik selama 10 sampai 15 menit untuk mendapatkan tingkat inokulasi  yang efektif sebelum dilakukan penambahan Rock Phospate dalam jumlah  yang  sama  berat  timbangannya.

5.   PENGENDALIAN GULMA SECARA KHEMIS/ KIMIA

5.1      Areal yang Sudah Diolah

Pemeliharaann Kacangan

Kebijaksanaan adalah jika secara ekonomis memungkinkan mengusahakan agar 100% lahan tertutupi kacangan penutup tanah. Ditempat dimana 100%  tanaman  kacangan  diberlakukan, maka  penyemprotan  gulma  harus dilakukan setiap bulan dengan  menggunakan kombinasi penyemprotan setempat (spot spraying)  terhadap  gulma diluar jalur  tanam  dan  secara  manual terhadap gulma dijalur tanam. Sulur yang ada harus ditarik kembali untuk mempertebal  penutup  tanah  kacangan.

Akan tetapi, dimana kebijaksanaan penutup tanah “alami” diberlakukan, penyiangan bulanan secara selektif dan penyemprotan setempat akan tetap dibutuhkan untuk mematikan/ membasmi pertumbuhan gulma yang tidak dikehendaki.

Di areal  dengan  penutup  tanah “alami”, penyemprotan  gulma  pada  piringan yang lebar harus dilakukan sejak tahun kedua secara bergantian untuk menghindarkan   kompetisi (persaingan)  nutrisi.

5.2      Areal Yang Belum Diolah

Areal Dengan Pertumbuhan Gulma

Setelah  dilakukan pembersihan dan pemancangan, di areal dimana larikan kompress akan dibuat, harus dilakukan penyemprotan selebar 1,5 m dengan mempergunakan  Glyphosphate + Ally atau Touchdown.

Mikania

Di areal dimana terdapat Mikania, ini harus diberantas.

Lalang

Lalang  harus  dibasmi  dengan  mempergunakan  herbisida  yang  tepat.

Pertumbuhan Gulma Sebelum Tanam Kacangan

Gulma yang tumbuh kembali harus disemprot dengan sistem spot spraying (penyemprotan secara setempat)

Tanam Kacangan

Benih  Leguminosae penutup tanah harus disebar dengan kondisi bebas gulma. Lihat section 5.1

6.   PENGENDALIAN GULMA SECARA MANUAL

Penyiangan  gulma  secara  manual dilakukan bilamana perlu, hanya boleh dilakukan pada tahap  awal  penanaman  kacangan.  Pengendalian gulma secara kimia harus dimulai  sesegera  mungkin.

7.   PEMUPUKAN KACANGAN  PENUTUP TANAH

      7.1   Jadwal Standar

Waktu

Jenis Pupuk

Dosis

(Kg/ Ha)

Metode

 

Pada waktu Penyemaian

1  bulan sesudahnya

2  bulan sesudahnya

4  bulan sesudahnya

7  bulan sesudahnya

 

 

Rock Phospate

15 : 15 : 6 : 4

15 : 15 : 6 : 4

TSP

TSP

 

9  Kg

25 Kg

25 Kg

30 Kg

60 Kg

 

Dicampur dengan benih

Disebar di atas penutup tanah

Disebar di atas penutup tanah

Disebar di atas penutup tanah

Disebar di atas penutup tanah

 

Pemberian  pupuk setelah itu didasarkan pada pertumbuhan dan penyebaran penutup  tanah.

Pemupukan  berikutnya, bilamana diperlukan akan direkomendasikan oleh Kantor Pusat.

8.   HAMA DAN PENYAKIT KACANGAN PENUTUP TANAH

8.1      Hama yang Kronis dan Akut

Beberapa  jenishamamemakan daun-daun kacangan. Beberapa yang selalu ada terus menerus (hama kronis)  dan  yang  lainnya  pada  umumnya  jarang  atau  tidak ada, tetapi  mungkin  saja   menyerang   secara   tiba-tiba  (hama yang akut). Alat  pengendali   terhadap  kedua  jenis  hama  ini  disebutkan  dalam  section  8.2. setiap ada  masalah  serangan  hama, harus  segera  dibicarakan  dengan  Kantor Pusat.

      8.2    Seperti Lampiran

8.3     Insektisida Selektif

Hama yang akut umumnya terdapat dalam jumlah yang kecil karena adanya keseimbangan biologis dengan musuh alaminya, namun bilamana populasinya meledak  maka  dibutuhkan  suatu  pengendalian, karena bila tidak, maka hama dapat   memusnahkan  semua  daun-daun kacangan sehingga gulma akan mengambil alih  pertumbuhan  penutup tanah. Dengan  memperhatikan  pentingnya keseimbangan biologis, maka  insektisida  selektif  seperti  yang dicantumkan dalam tabel 8.8.2. harus selalu dipilih tanpa harus mempertimbangkan adanya insektisida  yang  lebih  murah.

      8.4   Rekomendasi Khusus

Hama kronis dapat menghambat pertumbuhan kacangan dan memperlemah kemampuan  bersaing  dengan  gulma. Segera setelah tampak terjadi kerusakan yang  berarti  terhadap  kacangan, maka  segera  hubungi  Kantor Pusat.

9.   PEMELIHARAAN KACANGAN

9.1      Pemeliharaan dan Pemurnian

Setelah Kacangan Tumbuh Dengan Baik

Kacangan harus tetap bebas gulma paling tidak 12 bulan bilamana memungkinkan.

Pelaksanaan Pemurnian Kacangan

Rotasi  penyemprotan  pemurnian  kacangan harus dilaksanakan segera setelah tanah  mengandung  15 sampai 20% gulma.

Penyemprotan Pemurnian

Ottochloa dan Paspalum yang Hampir Dominan

Hanya  pada  areal  seluas 0,4 meter persegi atau lebih dengan dominasi pertumbuhan gulma 40% atau lebih yang harus disemprot dengan Round Up dengan dosis 1,1 sampai 1,4 liter dalam 450 liter  air  per ha  semprotan  bilamana Ottochioa dan Paspalum  mendominasi.

Axonopus dan Beberapa Species Gulma Lainnya yang Mendominasi

Digunakan  Paracol  dengan  dosis 2,8 liter dan Fusilade sebanyak 1 liter dengan 450  liter  air  per ha  penyemprotan.

Rotasi Berikutnya

Rotasi  berikutnya  dilaksanakan  dengan  jangka  waktu  3  bulanan.

Mikania

Mikania  harus  disemprot  terpisah  dengan 1,4 liter 2,4 D-Amine  dalam  450 liter air per ha penyemprotan. Penyemprotan kabut, yang dapat mengakibatkan kerusakan  pada  tanaman  sawit  muda  harus  dicegah.

Rotasi Spot Spraying (Penyemprotan Setempat)

Bilamana  metode/cara  pemurnian  dilakukan  dengan  ketat sejak awal, maka 3 atau 4 kali  penyemprotan  setempat  per tahun  sudah  cukup  untuk  menjaga  agar kacangan  tetap  murni  dan penyiangan selektif secara manual akan menjadi minim.

Kemurnian Kacangan

Idealnya, pertumbuhan  kacangan  tidak boleh  dibiarkan menyusut. Namun dalam hal biaya pengendalian gulma yang tinggi dan diperkirakan akan terjadi pengeluaran  melebihi  anggaran, maka  hal ini harus dikonsultasikan dengan Kantor Pusat untuk mengambil keputusan apakah perlu atau tidak untuk mempertahankan  kemurnian kacangan. Pelaksnaan pemurnian kacangan tidak boleh  diabaikan  tanpa  sepengetahuan  Kantor Pusat.

9.2   Rehabilitasi

Persetujuan

Bilama pertumbuhan kacangan sudah menyusut sedemikian rupa sehingga pelaksanaan spot spraying  menjadi sulit, maka  rehabilitasi  hanya  boleh  dilakukan  dengan  persetujuan  Kantor Pusat.

Metode/ Cara

Setengah  dari  antar jalur  harus  disemprot  seluruhnya  dengan 1,1  sampai 1,4 liter Round Up  dicampur  dengan  450 liter air per  ha penyemprotan. Setelah 4 atau 5 minggu, maka setengah  jalur  berikutnya  harus disemprot seluruhnya dengan  campuran yang sama.

Pengendalian Gulma Berikutnya

Pertumbuhan gulma berikutnya harus dikendalikan dengan spot spraying (penyemprotan setempat) baik dengan campuran Round Up atau 2,8 liter Paracol dalam 450 liter air per ha penyemprotan dengan interval waktu 3 bulanan tergantung  dari  jenis  gulmanya.

Pengawasan

Dalam  semua  pekerjaan  pemurnian  dan  rehabilitasi, pengawasan  merupakan hal yang paling penting, khususnya  bila dipergunakan bahan kimia yang mahal. Kurangnya  pengawasan  dapat  dengan  mudah  menghasilkan  pelaksanaan yang tidak terkontrol yang memberikan hasil yang tidak diinginkan dan ada kemungkinan  menimbulkan  kerusakan  pokok  sawit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: