Archive for BIOLOGI

DASAR FISIOLOGI TERNAK THERMOREGULASI

BAB I
PENDAHULUAN

Hewan ternak memiliki suhu tubuh yang dapat dijelaskan sebagai panas tubuh yang terbentuk dari proses metabolisme dan dibawa oleh darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh menjadi panas. Hal ini memerlukan suatu thermoregulasi yaitu suatu sistem pengaturan panas pada mahluk hidup agar terjadi keseimbangan antara produksi panas (thermogenesis) dan pembuangan panas (thermolisi). Suhu tubuh normal adalah panas tubuh yang terdapat dalam zona thermoneural. Suhu tubuh tidak mungkin menunjukkan suatu derajat panas yang tetap. Tetapi kisaran diatas batas tertentu, karena proses metabolisme didalam tubuh tidak selalu tetap dan faktor disekitar tubuh (yang diterima tubuh secara radiasi, konveksi, dan konduksi) (Frandson, 1992).
Suhu normal dipertahankan dengan imbangan yang tepat antara panas yamg dihasilkan dan panas yang hilang. Hal ini dikendalikan oleh pusat pengaturan panas didalam hypotalamus, yang sangat peka terhadap suhu dari dalam yang melaluinya dan bekerja sebagai termustert. Panas dihasilkan oleh aktifitas metabolik didalam otot, tulang, dan hati. Kehilangan panas terutama disebabkan oleh aktifitas fungsi hati sejumlah tertentu panas hilang karena penguapan air dalam paru-paru dan organ ekskresi ( Pearce, 1993 )

Untuk lebih Jelasnya Silahkan Download LINK di bawah ini :

http://www.ziddu.com/download/9605959/DASARFISIOLOGITERNAK.rtf.html

Comments (5) »

Pemurnian dan Pencirian Faktor Antibakteri dari Bekicot

Untuk memenuhi kecukupan antibakteri, termasuk antibiotik, bekicot ialah salah satu pilihan yang patut diperhatikan mengingat sukar dan mahalnya antibiotik modern diperoleh di daerah terpencil. Penelitian ini bertujuan mendapatkan bahan baru antibakteri dari lendir bekicot Indonesia (Achatina fulica dan A. variegata) sebagai antibiotik bermutu baik. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Pengembangan Paket Produk Probiotik Bakteri Penghambat Pertumbuhan Bakteri Patogen Vibrio pada Budi Daya Tambak Udang

Memperhatikan fakta di lapangan, sejak awal tahun 1990-an banyak beredar mikrob probiotik (mikrob berfaedah) impor yang digunakan oleh petani tambak udang. Secara ekologi mikrob impor tersebut penting diwaspadai karena mikrob tersebut berasal dari wilayah ekologi yang berbeda dengan lingkungan ekologi tropik Indonesia. Oleh karena itu upaya pengembangan probiotik asli Indonesia merupakan tujuan utama penelitian ini. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Rekayasa Antigen Determinan sebagai Perangkat Diagnosis Toksokariasis pada Sapi Perah

Toksokariasis pada anak sapi dapat menghambat pertumbuhan sampai 40% dari bobot badan normalnya, menimbulkan penurunan efisiensi pemberian pakan, dan bahkan dapat menimbulkan kematian yang tinggi pada anak sapi sampai sebesar 30%. Tingginya prevalensi toksokariasis pada anak sapi rata-rata 76%, maka kerugian pada perekonomian Indonesia di bidang peternakan sangatlah besar. Keadaan ini dapat menurunkan cadangan protein hewani secara nasional, baik berupa daging dan susu, yang dapat berakibat turunnya daya tahan tubuh dan tingkat kesehatan penduduk, terutama pada anak-anak. Baca entri selengkapnya »

Comments (1) »

Preparasi dan Penggunaan Vaksin Polivalen sebagai Pendekatan Baru Pencegahan Mastitis pada Sapi Perah

Kandidat vaksin Streptococcus agalactiae yang dinamakan SGB 85 telah dibuat dengan ciri tertentu sesuai dengan tujuan preparasi vaksin. Staphylococcus aureus dan Escherichia coli merupakan bakteri yang sering kali terisolasi dari kasus mastitis klinik maupun subklinik. Penelitian ini bertujuan membuat vaksin polivalen menggunakan dua bakteri tersebut. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »