Archive for INFORMATION

PENGARUH ASIMETRI INFORMASI TERHADAP HUBUNGAN ANTARA PENERAPAN SISTEM PERDAGANGAN DUA PAPAN DI BURSA EFEK JAKARTA DAN INDIKASI MANAJEMEN LABA PADA PERUSAHAAN PERBANKAN

Pengaruh asimetri informasi terhadap hubungan antara penerapan sistem perdagangan dua papan di Bursa Efek Jakarta dan indikasi manajemen laba pada perusahaan perbankan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah ada pengaruh asimetri informasi terhadap hubungan antara penerapan sistem perdagangan dua papan di Bursa Efek Jakarta dan indikasi manajemen laba pada perusahaan perbankan publik yang terdaftar di BEJ. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi BAPEPAM, Bank Indonesia, investor, kreditor, dan akademisi.

Perusahaan yang diambil sebagai sempel dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang yang terdaftar dalam Bursa Efek Jakarta dari tahun 2000-2004. Metode data pool digunakan untuk mengumpulkan 120 sampel. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan alat analisis statistik regresi (ordinary least seguare). Ukuran (SIZE, dan GROWTH) dan tingkat resiko perusahaan (CFVAR dan MKTBV) digunakan sebagai variabel kontrol dalam model empiris yang digunakan dalam pengujian.

Berdasarkan hasil pengujian, dapat disimpulkan tidak ada pengaruh asimetri informasi terhadap hubungan antara penerapan sistem perdagangan dua papan di Bursa Efek Jakarta dan indikasi manajemen laba pada perusahaan perbankan publik yang terdaftar di BEJ, jadi Ho tidak dapat ditolak (diterima).

Penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh Djakman (2003) menunjukkan kebijakan multipapan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap manajemen laba (penelitian pada emiten manufaktur dan non-manufaktur, kecuali emiten keuangan). Penelitian ini menemukan adanya pengaruh yang lebih besar pada variabel kontrol dibandingkan dengan variabel independen (kebijakan multipapan).

Iklan

Leave a comment »

Studi Potensi Sumber Airtanah Dalam dengan Metode Geofisika Resistivitas di Kabupaten Sragen

Laporan ini menyajikan hasil pendugaan geolistrik dalam menentukan ketebalan dan kedalaman air tanah dari hasil “Vertical Electrical Soundings (VES)” di beberapa tempat di Kabupaten Sragen Propinsi Jawa Tengah. Penelitian pendugaan kedalaman akuifer sumber air tanah dilakukan di 6 Kecamatan yaitu Kecamatan Sumberlawang, Kecamatan Kalijambe, Kecamatan miri, Kecamatan Sambirejo, Kecamatan Plupuh dan Kecamatan Tanon.

Dengan jumlah titik sounding 15 titik sounding yang tersebar di 6 kecamatan tersebut. Untuk Kecamatan Sumberlawang dilakukan pengukuran ada 4 titik sounding yang terletak di 2 desa yaitu Desa Ngargotirto (TS3 Dan TS4) dan desa Telotirto (TS1 dan TS2). Kecamatan Kalijambe dilakukan di Desa salam Kalurahan Saren dengan titik sounding (TS5 dan TS6). Kecamatan Sambirejo dilakukan di Desa Gempol dengan titik sounding (TS7 dan TS8) dan Desa Blimbing dengan titik sounding (TS9 dan TS10). Kecamatan Tanon dilakukan pengukuran ada 2 titik sounding (TS11 dan TS12) yang terletak di desa Gading. Kecamatan Miri dengan 2 titik sounding yang terletak di Desa Pondok (TS13) dan desa Sunggingan (TS14). Kecamatan Plupuh dilakukan di desa Gergunung Kal. Cangkol (TS15).

Metode pengukuran yang digunakan adalah metode resistivitas dengan konfigurasi Schlumberger untuk mendapatkan gambaran resistivitas tanah dengan rentangan maksimum elektroda arus maksimum sebesar 800 m. Data vertical Electrical Sounding (VES) diinterpretasikan dengan pengolahan data melalui program computer yaitu IPI2WIN. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui posisi akuifer sumber airtanah dan kedalman akuifer yang mempunyai potensi yang baik. Hasil Interpretasi di semua titik sounding adalah Lapisan aquifer terdeteksi dengan litologi batuan lempungan pasiran, pasir lempungan dan pasir.

Posisi titik souding yang mempunyai lapisan akuifer yang sangat baik adalah TS3, TS4, TS6,TS7,TS8,TS9, TS10,TS11,TS12, dan TS15. Kedalaman Akuifer sumber air tanah dalam, titik sounding TS3 kedalaman akuifer 101 – 129 meter dan > 129 m, TS4 kedalaman akuifer 42.2 – 117.1 meter, TS6 kedalaman akuifer 23.27- 48.3 meter, TS7 kedalaman akuifer 94,5 – 106 meter, TS8 kedalaman Akuifer 30,3 – 114 meter, TS9 kedalman akuifer > 200 meter, TS10 dengan kedalaman 165 – 208 meter, TS 11 kedalaman akuifer 150 – 199 meter, TS12 Kedalaman akuifer 76,9 – 160 meter dan TS 15 kedalaman akuifer 29,9- 54,7 meter

Leave a comment »

Analisis retensi Kepemilikan Pada Penerbitan Saham Perdana Sebagai Sinyal Nilai Perusahaan (Studi Empiris di Bursa Efek Jakarta)

Penelitian ini menguji teori sinyal Leland dan Pyle (1977) pada perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana (Initial public offering) pada Bursa Efek Jakarta. Prediksi teori sinyal Leland dan Pyle (1977) menyatakan bahwa retensi kepemilikan saham oleh pemilik lama (α) merupakan sinyal arus kas yang akan datang (future cash flow). Adanya hasil penelitian untuk menguji teori sinyal yang masih konflik, memotivasi untuk meneliti retensi kepemilikan saham oleh pemilik lama, α, sebagai sinyal nilai perusahaan dengan memasukkan variabel moderasi pada perusahaan yang melakukan penawaran perdana di Bursa Efek Jakarta. Variabel moderasi dalam penelitian ini adalah kepemilikan institusional dan kepemilikan manajemen. Kepemilikan institusional dan kepemilikan manajemen diharapkan mempunyai efek interaksi terhadap hubungan antara retensi kepemilikan dengan nilai perusahaan sehingga dapat memperkuat sinyal positif nilai perusahan. Dalam penelitian ini juga memasukkan variabel underpricing sebagai sinyal kedua. Selain itu juga memasukkan variabel kontrol umur perusahaan, laba bersih, dan total aktiva untuk melihat pengaruhnya terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian menunjukan dukungan yang kuat terhadap teori sinyal Leland dan Pyle yaitu bahwa retensi kepemilikan saham (α) merupakan sinyal positif nilai perusahaan. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

NALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN PERSEPSI KUALITAS LAYANAN JASA DAN PENGARUHNYA TERHADAP SIKAP PELANGGAN (Studi pada PT. PLN di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah)

PT. PLN adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa listrik di Indonesia yang mempunyai dua tujuan yaitu efisiensi operasional dan kepuasan pelanggan. PT. PLN sebagai sebuah perusahaan publik yang menyediakan kebutuhan hajat hidup orang banyak, harus menyediakan kualitas layanan jasa terbaiknya kepada para pelanggan, sehingga mereka puas. Namun dalam kenyataannya, banyak permasalahan yang dihadapi, yaitu PT. PLN terus merugi, pengambilan keputusan kenaikan tarif dasar listrik pada waktu yang tidak tepat sehingga meresahkan masyarakat serta keluhan dari para pelanggan terhadap layanan jasa yang tidak memuaskan. Tujuan penelitian ini adalah untuk : (1) mengidentifikasi dimensi yang dapat digunakan untuk menentukan persepsi kualitas layanan jasa di sektor publik dan bersifat monopoli, khususnya PT. PLN; (2) mengukur dan mengetahui pengaruh persepsi kualitas layanan jasa terhadap sikap pelanggan kepada pemberi jasa, dalam hal ini PT. PLN. Penelitian dilakukan pada PT. PLN Distribusi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan sampel lokasi Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Kabupaten Tegal dan Kota Surakarta yang telah mendapatkan sertifikasi ISO 9002. Baca entri selengkapnya »

Comments (1) »

PERAN SEMAR DALAM TEKS MELAYU SUNTINGAN TEKS SERTA KAJIAN PERAN DAN MAKNA SEMAR I DALAM HIKAYAT AGUNG SAKTI

Disertasi berjudul Peran Semar dalam Teks Melayu Suntingan Teks Melayu serta Kajian Peran dan Makna. Semar dalam Hikayat Agung Sakti ini bertujuan mengungkapkan peran dan makna Semar dalam Melayu-Betawi. Penelitian ini juga bertujuan mengungkapkan proses transformasi dan resepsi masyarakat Melayu-Betawi terhadap Semar. Oleh karena Hikayat Agung Sakti masih dalam bentuk naskah, maka termasuk tujuan penelitian ini ialah menyediakan suntingan teks Hikayat Agung Sakti secara filologis sehingga dihasilkan suntingan yang dapat dipertanggungjawabkan. Hikayat Agung Sakti merupakan autgaf yang dikarang oleh Muhammad Baqir dari Pacenongan, Jakarta pada 1B Oktober 1892. Suntingan naskah penelitian ini menggunakan metode kritis agar para pembaca dapat terbantu memahaminya. Hikayat Agung Sakti adalah sebuah hikayat yang berasal dari lingkungan masyarakat Melayu Betawi dengan menggunakan bahasa Betawi pinggiran. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat pemilik naskah tersebut adalah kelompok masyarakat Betawi pinggiran atau Betawi ora yang merupakan sisa laskar Demak dan Mataram yang terdiri dari masyarakat yang berkebudayaan Sunda dan Jawa. Penelitian struktur naratif menunjukkan bahwa Hikayat Agung Sakti merupakan bentuk hikayat transformatif dari bentuk pementasan wayang ke bentuk hikayat. Unsur wacana digunakan secara ekstensif untuk menunjukkan karakter Semar yang mempunyai watak ganda, yakni secara lahiriyah ia adalah seorang hamba, tetapi realitas hakikinya adalah seorang dewa yang berkekuasaan tinggi. Kajian secara semiotic menunjukkan bahwa Hikayat Agung Sakti adalah satu ikon (gambaran) pementasan wayang. Semar adalah indeks (tanda-tanda) kekuatan ilahiah. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

KEBIJAKSANAAN PEMERINTAH DALAM MENYELESAIKAN SENGKETA PAJAK SEBAGAI SARANA UNTUK MEWUJUDKAN KEADILAN (Membangun Model Penyelesaian Sengketa Pajak Di Indonesia)

Kebijaksanaan pemerintah dalam penyelesaian sengketa pajak di Indonesia sejak masa penjajahan hingga sekarang tetap menjadi wacana menarik untuk diperbincangkan. Hal ini merupakan gambaran bahwa dinamika penyelesaian sengketa pajak dari waktu ke waktu selalu berubah baik mengenai peraturannya maupun lembaga yang menyelesaikan sengketa. Disertasi ini ditulis dengan tujuan untuk menganalisis peraturan yang berkaitan penyelesaian sengketa pajak; Mengetahui hambatan penyelesaian sengketa pajak; dan mem- bangun model penyelesaian sengketa pajak di Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut, kajian ini menggunakan dua pendekatan, yaitu penelitian hukum doktrinal dan non doktrinal dengan metode kualitatif. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dokumen, dan bahan bacaan. Analisis menggunakan model analisis interaktif dengan komponen pengumpulan data, reduksi data, dispay data, dan kesimpulan/hasil dilakukan secara simultan. Berdasarkan hasil pengumpulan data diketahui bahwa, peraturan penyelesaian sengketa pajak dari waktu ke waktu mengalami perubahan sesuai dengan situasi dan kondisi pemerintah. Sedangkan penerapan peraturan penyelesaian sengketa pajak pada masa penjajahan Belanda dan Jepang belum memenuhi aspek keadilan, karena perbedaan struktur dan kultur. Pada masa kini masih terjadi dualisme pengaturan. Kini, penyelesaian sengketa pajak secara internal dengan keberatan, sedang secara eksternal dengan banding atau gugatan kepada Pengadilan Pajak maupun Peradilan Tata Usaha Negara. Hambatan penyelesaian sengketa pajak oleh PTUN antara lain : PTUN hanya menguji kebenaran atau keabsahan formal dari suatu putusan TUN; para hakim kurang memiliki kemampuan perhitungan tentang pajak; eksekusi putusan tanpa ada sanksi hukum yang jelas dan kuat. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

Bodoh versus Orang Pintar

  1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.
  2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.
  3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
  4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar untuk membuatnya. Baca entri selengkapnya »

Comments (1) »