Archive for iptek

Rancangan Alat Pengering Rambak Cakar Ayam Tipe Multi-Stage Rack Jumbo

Peningkatan pemotongan ternak unggas selain menghasilkan hasil utama berupa karkas, juga hasil ikutan dan limbah yang terbuang berupa cakar ayam. Berdasar potensi bahan baku yang cukup melimpah maka cakar ayam dapat ditingkatkan nilai gunanya dengan pengolahan menjadi rambak kulit cakar ayam. Tahapan pengeringan merupakan tahap paling menentukan kualitas rambak cakar ayam. Industri rambak cakar ayam UD SUGIYARTI Klaten memerlukan upaya perbaikan peningatan produksinya.

Untuk itu diperlukan perancangan alat pengering model rak susun sirkulasi udara setengah terbuka atau tipe multi stage-rack jumbo ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitsa produksi dan kualitas rambak cakar ayam. Tujuan proses produksi tetap berlangsung tidak menggantungkan pada cuaca dan sinar matahari, mempersingkat waktu penyelesaian pengeringan menjadi 1 hari, meningkatkan kapasitas pengeringan, suhu pengeringan merata mengenai semua permukaan dan meningkatkan higinitas produk.

Manfaat penggunaan alat pengering rambak cakar ayam sistem mekanik dapat menjamin kontinuitas produksi, menghemat biaya tenaga kerja, mempercepat proses produksi, kapasitas produksi meningkat, menghemat tempat pengeringan, kualitas rambak ayam terjamin dan umur simpan lebih lama. Dari hasil penerapan penggunaan alat pengering rambak cakar ayam produksi berlangsung tanpa terganggu oleh cuaca. Produksi rambak mampu ditingkatkan menjadi 120 kg rambak per harinya, sehingga diperoleh pendapatan berkisar Rp 8.000.000. W

aktu lama penyelesaian pengeringan sekitar 1-2 hari yang lebih cepat dari pada pengeringan dengan sinar matahari 10-11 hari. Penghematan tempat pengeringan. Kapasitas pengeringan meningkat 500 % karena rak pengeringan bisa ditumpuk dan tidak membutuhkan tempat yang luas. Rambak menjadi lebih kering dan tampak lebih menarik. Kualitas rambak ayam terjamin dan umur simpan lebih lama sehingga masa kadaluwarsa diperpanjang. Faktor Pendukung pasokan rambak cakar ayam belum mampu mencukupi kebutuhan pasar, hanya mampu dipenuhi oleh perusahaan ini sebesar 24 %.

Faktor penghambat dalam usaha rambak cakar ayam adalah keterbatasan pasokan bahan baku cakar ayam segar dan cara penyimpanan. Alat pengering rambak cakar ayam tipe multi stage rack jumbo sebanyak 9 rak susun memberikan hasil penggunaan menunjukkan peningkatan produksi hingga 200 % dan pendapatan 250 % serta penghemaran penggunaan waktu dan lama pengeringan. Alat pengering rambak cakar ayam ini mudah dalam penggunaan dan perawatan.

Comments (1) »

Model Pengembangan Evaluasi Program Penanggulangan Kemiskinan Perdesaan: Menurut Pandangan Pemangku Kepentingan

Studi ini bertujuan untuk menyusun model evaluasi program penanggulangan kemiskinan menurut pandangan pemangku kepentingan. Dalam studi ini menggunakan dua metode. Pertama, melihat persepsi para pembuatan kebijakan terhadap evaluasi program penanggulangan kemiskinan dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kedua, melihat persepsi para penerima manfaat program penanggulangan kemiskinan pada tingkat desa dalam tinjauan tepat jumlah, tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat distribusi.

Secara umum hasil dari persepi pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan desa melihat bahwa dalam melihat keberhasilan sebuah program kemiskinan indikator kesejahteraan jauh lebih penting dari pada indikator infrastruktur dan kelembagaan. Ini menandakan bahwa program yang langung berhubungan dengan peningkatkan kesejahteraan jauh lebih diprioritaskan dari pada peningkatan infrastruktur dan kelembagaan.

Sementara itu, dalam memahami evaluasi program kemiskinan, para pemangku kepentingan lebih mengutamakan pelaku evaluasi dari pada metode dan proses. Ini menunjukkan bahwa pemangku kepentingan lebih melihat bahwa faktor pelaku yang paling penting dalam melakukan evaluasi program penanggulangan kemiskinan. Sementara, jika dilihat dari sudut evaluasi dari penerima manfaat sebagian besar menganggap bahwa program kemiskinan yang sekarang ada di atas 60% responden menyatakan bahwa sudah tepat jumlah, tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat distribusi.

Di sini dapat disimpulkan bahwa model pengembangan evaluasi program penanggulangan yang disusun lebih mengutamakan pelaku dari pada proses dan metode, dan lebih beroerientasi kepada peningkatan kesejahteran masyarakat dari pada pembangunan infrastruktur dan kelembagaan.

Leave a comment »

Strategi Pengembangan Perumahan bagi Masyarakat Miskin & Menegnah di Perumahan Sapen raya Mojolaban Sukoharjo JATENG (Sebuah analisi Sustainable Urban Neighbourhood -based )

Strategi Pembangunan Perumahan bagi Masyarakat Miskin dan Menengah di Perumahan Sapen Raya Mojolaban Sukoharjo Jawa Tengah (Sebuah Analisis Sustainable Urban Neighborhood-based Pembangunan Perumahan bagi Masyarakat Miskin dan Menengah di Perumahan Sapen Raya Mojolaban Sukoharjo Jawa Tengah).

Penelitian ini merupakan suatu usaha untuk mengkaji persoalan-persoalan di bidang pembangunan perumahan yang masih sangat relevan pada saat sekarang ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kenyamanan dan tingkat kohesivitas komunitas warga perumahan dimana pengembang dalam membangun perumahan tidak boleh semata-mata mendasarkan pada aspek fisik saja. Namun dalam membangun perumahan pengembang harus pula memperhatikan aspek sosial budaya, ekonomi, pendidikan, keagamaan dan rekreasi.

Pembangunan perumahan yang mendasarkan pada prinsip Sustainable Urban Neighborhood-based akan dapat menghindari terjadinya konflik dan disintegrasi antar bangsa Secara lebih spesifik tujuan penelitian ini adalah, pertama, untuk mendiskripsikan dan menjelaskan struktur pembangunan perumahan bagi masyarakat miskin dan menengah di perumahan Sapen Raya Mojolaban Sukoharjo Jawa Tengah. Kedua, untuk menjelaskan ciri-ciri pembangunan perumahan bagi masyarakat miskin dan menengah di perumahan Sapen Raya Mojolaban Sukoharjo Jawa Tengah. Ketiga, untuk menyajikan strategi pembangunan perumahan bagi masyarakat miskin dan menengah di perumahan Sapen Raya Mojolaban Sukoharjo Jawa Tengah yang berdasarkan pada prinsip Sustainable Urban Neighborhood.

Populasi dalam penelitan ini ialah seluruh wilayah perumahan Sapen Raya Sapen Mojolaban Sukoharjo Jawa Tengah. Adapun sampelnya adalah sebagian dari rumah yang ada di wilayah perumahan tersebut. Dari analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Struktur pembangunan rumah Perumahan Sapen raya Mojolaban Sukoharjo relatih masih kecil-kecil. Sebagian besar warga perumahan menempati bangunan rumah bertipe ukuran 36 dengan luas tanah seluas 90 m2. Bangunan rumah Perumahan Sapen raya Mojolaban Sukoharjo masih relatif sederhana.

Terlihat dari ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur, ruang mandi, dan juga ruang dapur rata-rata masih sangat sempit dan sederhana sekali. Strategi warga Perumahan Sapen Raya Mojolaban Sukoharjo dalam usaha mempunyai rumah dilakukan dengan cara mengangsur uang ke pengembang. Uang angsuran biasanya diperoleh dari sisa usaha atau kerja. Bahkan ada warga yang harus meminjam kepada keluarga untuk dapat mengangsur angsuran rumahnya.

Pembangunan perumahan Sapen raya Mojolaban Sukoharjo telah memperhatikan prinsip sustainable urban neighborhood, artinya bahwa pihak pengembang tidak hanya mendasarkan aspek fisik saja dalam membangun perumahan ini. Namun pengembang telah memperhatikan aspek lain seperti: sosial budaya, ekonomi, pendidikan, keagamaan dan rekreasi.

Comments (1) »

Pembuatan Ethanol Fuel Grade Dari Sorghum (Sorghum Bi Color) Metode Reaksi Simultan Sakarifikasi Dan Fermentasi Sebagai Bahan Bakar Alternatif

Pembuatan etanol melalui reaksi sakarifikasi dan fermentasi secara simultan dari tepung sorgum (Sorghum bicolor L. Moencl) dengan menggunakan enzim glukoamilase dan Saccharomyces cerevisiae. Reaksi sakarifikasi dan fermentasi simultan adalah reaksi pembentukan glukosa dan etanol terjadi bersama-sama dalam satu tempat.

Waktu untuk sakarifikasi dan fermentasi simultan adalah 72 jam pada suhu 35 oC dengan menambahkan 4 gram dry yeast (Saccharomyces cerevisiae) dan enzim glukoamilase dengan kecepatan shaker 200 rpm, setelah dilakukan liquifikasi selama 1,5 jam pada suhu 95oC dengan menambahkan 2 ml enzim alpha-amilase.

Pada reaksi simultan sakarifikasi dan fermentasi (SSF) pembuatan etanol dari biji sorgum terjadi reaksi simultan pembentukan glukosa dari pati (sakarifikasi) dan reaksi pengurangan glukosa menjadi etanol (fermentasi), glukosa sisa yang ada pada substrat semakin berkurang menunjukkan laju reaksi fermentasi glukosa menjadi etanol lebih cepat dari reaksi sakarifikasi pati menjadi glukosa.

Pada reaksi simultan sakarifikasi dan fermentasi (SSF) pengaruh variasi penambahan konsentrasi katalis enzim glukoamilase (aspergillus niger) dan variasi penambahan yeast terhadap konsentrasi glukosa sisa reaksi SSF, untuk kisaran enzim glukoamylase (1,2,4, dan 8 ml) dan kisaran yeast (2,4, dan 8 gram ), pada konsentrasi substrat 12 %, suhu reaksi 35OC, pH 4,5 dan yeast menunjukkan hasil glukosa terkesil pada penambahan katalis enzim glukoamylase 8 ml dan yeast 8 gram.

Pada proses pemurnian produk dengan metode adsorbsi pmenggunakan adsorbent zeolit pada kolom unggun tetap dengan kondisi operasi optimum, kadar etanol umpan 95,5 %, suhu etanol umpan 78-80 oC, ukuran adsorben (zeolit) -100+200 mesh, berat adsorben 200 gram, didapatkan kadar produk ( bioetanol ) 99,3 %.

Leave a comment »

Rekayasa Beton Serat Performa Tinggi dengan Serat Baja Multi Dimensi

Kajian bahan beton mutu tinggi berserat dengan mencoba mencari korelasi nyata penggunaan serat dalam beton mutu tinggi. Beton mutu tinggi mempunyai sifat yang selalu dihindari para pemakai yaitu: bersifat sangat brittle.

Serat diharapkan akan membuat beton lebih daktail, penyerapan energi lebih besar sehingga dapat dihindari keruntuhan tiba dan bersifat explosif. Hasil lain tentunya adalah meningkatkan mutu beton, juga meningkatkan sifat-sifat mekanik bahan beton mutu tinggi.

Menggunakan metode experiemen diuji sampel silinder 15×30 cm untuk pengujian kuat desak (fc), kuat tarik belah (fsp), modulus elastisitas (E), poisson ratio (v) dan balok 15x15x60 cm3 untuk pengujian Modulus of Rupture (MOR). Semua pengujian dilakukan dalam laboratorium bahan, sebelum pengujian terlebih dahulu dikaji rancang campur yang akan digunakan untuk membuat beton mutu tinggi sebagai bahan pembuatan benda uji.

Hasil pengujian menunjukkan terjadi kenaikan sampai dengan 19% untuk kuat tekan beton yang diberi perkuatan serat baja dimensi campuran panjang serat 2,5 cm dan 5 cm. Kenaikan modulus elastisitas (E) juga terlihat signifikan dengan menggunakan beberapa metode analisis menunjukkan kenaikan meskipun besarannya bervariasi antara satu metode dengan yang lainnya.

Kurva tegangan regangan juga menunjukkan beton berserat lebih mampu berdeformasi atau lebih daktail, kemampuan menyerap energi juga lebih baik sehingga keruntuhan secara explosif dapat dihindarkan. Hasil pengujian kuat tarik belah (split tensil estrength) dan MOR (fexurale strength) sangat baik melebihi hasil pengujian pada beton mutu tinggi tanpa serat dan juga hasil perhitungan rumus empiris. Hal mengindikasikan bahwa beton mutu tinggi mempunyai properti mekanik yang sangat baik dan akan sangat menguntungkan bila digunakan untuk mendukung elemen struktur.

Leave a comment »

DETEKSI DETONASI MOTOR BAKAR OTTO/BENSIN DENGAN PENGAMATAN POLA GETARAN DAN PENENTUAN DERAJAT/WAKTU PENGAPIAN MENGGUNAKAN SISTEM KONTROL FUZI (FUZZY CONTROL) DAN METODE ARTIFICIAL NEURAL NETWORK/ANN

Pengendalian sistem konvensional atas waktu pengapian sudah tersedia, yaitu dengan mekanisme governor dan vakum, namun pengendalian ini kurang optimal.

Bila pengapian diatur maju akan timbul detonasi dan bila diatur mundur menjadi boros bahan bakar. Maka sistem pengapian konvensional perlu dilengkapi dengan kontrol elektronis guna memberikan koreksi atas waktu pengapian yang diberikannya, agar menjadi tepat.

Koreksi ini didasarkan pada peta karakteristik mesin yang bersangkutan, yang kemudian disimpan dalam memori kontroler mikro, guna kalkulasi dan koreksi yang dimaksud. Kalkulasi dan pengambilan keputusan sistem koreksi ini didasarkan pada logika fuzi.

Dengan sistem pengapian kombinasi, pemberian waktu pengapian yang tepat, dapat dilakukan dengan cara tanpa merubah konstruksi mesin, tanpa merubah setelan, dapat dipasang dengan mudah dan sewaktu-waktu dapat diaftikan atau dimatikan.

Masalah detonasi dapat teratasi dan prestasi mesin pada umumnya menjadi lebih besar, atau lebih efisien. Dengan keberhasilan ini, berarti telah ditemukan sistem pengapian baru pada motor Otto, yaitu sistem pengapian kombinasi, sistem pengapian konvensional yang dipadukan dengan sistem kontrol fuzi. Hasil analisa frekunsi menghasilkan pola dasar getaran mesin yang berbeda berbeda antara kondisi detonasi dengan normal.

Leave a comment »

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN FIBER OPTIK DARI PADUAN BAHAN GLASS-POLIMER (SAMPAH PLASTIK) UNTUK HYBRID SOLAR LIGHTING

Pada tahun pertama ini kemungkinan bahan plastic dari berbagai jenis untuk dapat dibuat menjadi fiber optic. Pasangan core dan cladding dapat ditentukan dengan cara murah yaitu dengan menggunakan pengukuran refractive index.

Bahan dengan index bias tinggi dijadikan sebagai core dan yang rendah sebagai cladding. Pengukuran transmisi bahan di daerah UV hingga inframerah menjukkan bahwa bahan plastic mempunyai spectrum transmisi yang memungkinkan ia dapat dilalui hampir semua bagian spectrum utama cahaya matahari.

Sebagai pendukung utama kegiatan pembuatan fiber optic, alat berupa spin caster telah berhasil dibuat dan telah diujicobakan untuk membuat bakal cladding. Dari experiment, bakal cladding dari bahan pmma cair yang dibuat dengan sumbu mold mendatar memiliki diameter yang lebih seragam bila dibandingkan dengan yang dibuat dengan posisi sumbu miring.

Saran yang perlu dibawa untuk kerja pada tahun berikunya adalah perlunya dibuat alat pengukur index bias yang tidak dengan menggunakan monobromonaphtaline yaitu dengan menggunakan lewat pengukuran sudut Brewster.

Leave a comment »