Archive for PETERNAKAN

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN ADOPSI KEGIATAN BUDIDAYA IKAN KERAPU (Ephinepelus, sp) DALAM TAMBAK DI DESA LABUHAN KECAMATAN BRONDONG KABUPATEN LAMONGAN PROVINSI JAWA TIMUR

Petani sebagai pelaku budidaya perlu dikaji untuk mengetahui faktor apa yang berhubungan dengan petani tambak sehingga mau mengadopsi kegiatan budidaya ikan kerapu dalam ekosistem tambak. Faktor-faktor yang berhubungan dengan petani sangat beragam dan dapat berasal dari dalam diri petani dan luar diri petani. Semua faktor-faktor tersebut yang berperan sehingga petani mau untuk membudidayakan ikan kerapu dalam tambak.

Menurut Soekartawi (1988), faktor-faktor yang berhubungan dengan petani untuk menerapkan suatu teknologi baru dapat berasal dari faktor internal dan faktor eksternal diri petani. Latar belakang sosial, ekonomi, budaya maupun politik sangat berhubungan dengan cepat atau tidaknya proses menerapkan suatu teknologi baru.

Untuk Lebih Jelasnya Silahkan Download LINK di bawah ini :

http://www.ziddu.com/download/9548283/babI.rtf.html

http://www.ziddu.com/download/9548285/babII.rtf.html

http://www.ziddu.com/download/9548305/babIII.rtf.html

http://www.ziddu.com/download/9548311/babIV.rtf.html

http://www.ziddu.com/download/9548316/babV.rtf.html

http://www.ziddu.com/download/9548328/babVI.rtf.html

http://www.ziddu.com/download/9548333/daftarpustaka.rtf.html


Iklan

Leave a comment »

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI USAHA PEMBUATAN SUPLEMEN PAKAN TERNAK (Studi Kasus Pada Masyarakat Desa Gedangan, Kecamatan Cepogo, Boyolali)

Saat ini salah satu kegiatan pemberdayaan tengah berlangsung di Desa Gedangan, Cepogo, Boyolali. Desa Gedangan letaknya tidak terlalu jauh dari kota kecamatan, namun desa ini memiliki keterbatasan untuk mengakses fasilitas ekonomi yang ada. Penduduk Desa Gedangan sebagian besar adalah petani dengan hasil pertanian utama adalah tembakau. Hampir setiap keluarga di Desa Gedangan beternak sapi, dan menanam jagung sebagai pakan ternaknya. Selain sebagai pakan ternak, jagung juga dimanfaatkan oleh warga sebagai cadangan makanan pada masa paceklik. Oleh karenanya, hampir semua warga desa memiliki tanah yang ditanami jagung walaupun dengan luasan yang tidak begitu luas.

Hambatan-hamabatan yang ada ternyata tidak membuat semangat warga Desa Gedangan untuk maju dan berkarya. Terbukti dengan adanya usaha pembuatan suplemen pakan ternak yang didirikan secara kelompok oleh warga di sana. Dalam usaha pembuatan suplemen pakan ternak tersebut mereka juga dibantu oleh berbagai pihak. Salah satu pihak yang membantu adalah Yayasan Duta Awam (YDA). Dalam membantu usaha pembuatan suplemen pakan ternak, YDA berperan sebatas fasilitator. Sebagai fasilitator YDA berusaha membantu petani dengan mengaktualisasikan potensi yang dimilikinya.

Untuk Lebih Jelasnya Silahkan Download LINK di bawah ini :

http://www.ziddu.com/download/9674154/SUPLEMENPAKANTERNAKPENDAHULUAN.rtf.html

http://www.ziddu.com/download/9674185/SUPLEMENPAKANTERNAKLANDASANTEORI.rtf.html

http://www.ziddu.com/download/9674217/SUPLEMENPAKANTERNAKBABIII.doc.html

Leave a comment »

MANAJEMEN TERNAK UNGGAS KETANGGUHAN SISTEM PERUNGGASAN

BAB I               PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Di tengah tekanan yang mendera berbagai sektor industri di dalam negeri, sektor peternakan unggas tetap mampu bertahan. Industri peternakan di Indonesia sepanjang tahun 2008 yang lalu menunjukkan kinerja yang cukup bagus. Bahkan dalam tahun 2009 ketika krisis global yang belum berlalu ketika terjadi penurunan daya beli yang kemudian mendorong substitusi pangan ke produk unggas, industri perunggasan masih mampu bertahan. Produk unggas yang tetap bertahan di tengah krisis adalah ayam dan telur, yang termasuk sebagai protein hewani yang harganya relatif murah dibandingkan dengan harga daging sapi.

Sementara itu, dari sisi lain produksi terlihat kecenderungan yang meningkat pada produksi DOC broiler (Daily Old Chick) atau dikenal sebagai ayam pedaging yaitu melonjak menjadi 1,2 juta ekor pada tahun 2008 dari tahun sebelumnya hanya 1,1 juta ekor. Demikian juga dengan produksi DOC layer atau ayam petelur tercatat naik dari 64 juta ekor pada tahun 2007 menjadi 68 juta ekor pada tahun 2008.

Walaupun demikian bukan berarti tidak ada masalah yang dihadapi industri perunggasan. Hingga pertengahan tahun 2009 pasar dalam negeri mengalami kelebihan pasokan ayam mencapai 27%. Hal ini mengakibatkan harga ayam di pasar lokal menjadi tertekan. Sedangkan pada tahun sebelumnya kondisi kelebihan pasokan hanya sekitar 5% saja.

Selain itu, industri peternakan ayam juga menghadapi permasalahan kenaikan harga pakan dan biaya produksi yang diikuti dengan kenaikan harga ayam hidup. Hal ini terkait dengan daya beli masyarakat yang sangat tergantung terhadap pendapatan. Sejauh ini daya beli masyarakat terhadap produk perunggasan dalam pemenuhan gizi (protein hewani) masih rendah dibandingkan dengan gaya hidup masyarakat yang sangat konsumtif. Baca entri selengkapnya »

Comments (7) »