KALIBRASI UNTUK KEBUN KELAPA SAWIT(menggunakan air)

Cara dibawah ini akan membolehkan anda untuk menentukan jumlah sebenar herbisida yang dibutuhkan untuk pencampuran dengan setiap tanki air penuh.

Langkah 1

Pilih nozzle semprot yang tepat untuk alat semprotan anda.

Langkah 2

Sesudah membersihkan alat semprotan, isi dengan air yang bersih.

Langkah 3

Semprotan pasar pikul dan piringan sebagaimana dalam latihan biasa dengan satu tanki penuh air bersih. Sesudah penyemprot itu kosong, hitung jumlah piringan yang telah disemprot.

Untuk lebih jelasnya silahkan klik LINK di bawah ini :

http://www.ziddu.com/download/17860801/PP5-2Kalibrasi.doc.html

Leave a comment »

KERJA PEMELIHARAAN

Ketentuan Umum

Pada waktu merencanakan program pemeliharaan untuk tahun yang bersangkutan, sebaiknya dilakukan pemangkasan pelepah terlebih dahulu sebelum dilakukan pembersihan gulma di piringan sehingga setiap sampah yang mungkin masih ada dalam piringan dapat bersih sama sekali pada waktu dilakukan kegiatan berikutnya.

Harus selalu diingat, walaupun pemangkasan memberikan bentuk yang  lebih baik pada penampilan pohon, namun hal ini tidak akan meningkatkan produksi.

1.   PEMELIHARAAN PIRINGAN

      1.1   Piringan harus dipelihara dengan penyemprotan dan penggarukan dengan jarak sbb  :

Tahun pertama menghasilkan                             –   radius 1,8 meter

Tahun kedua hingga ke-lima menghasilkan       –   radius 2,0 meter

Selanjutnya                                                         –   radius 2,5 meter

1.2          Semprot piringan, Semprot Rintis dan Garuk Piringan

Ketentuannya adalah sbb :

                                                                       

                                                                                 Jumlah Rotasi Per Tahun

                                                           

Tahun Menghasilkan

 

1 Tahun

 

2 – 5 Tahun

 

> 6 Tahun

 

Semprot Piringan/ Pasar pikul & TPH

 

Garuk Piringan

 

3

1

3

1

3*

1

* Rata-rata sesuai terrain kebun

Penambahan atau pengurangan rotasi pada daerah tertentu dapat dipertimbangkan melalui konsultasi dengan Kantor Pusat.

Alat penyemprotan yang ultra low volume dan low volume seperti sprayer bermotor atau peralatan CDA harus dipergunakan dimana populasi gulma memungkinkan. Penggunaan semprotan dengan volume tinggi tidaklah dianjurkan kecuali untuk jenis gulma tertentu. Haruslah dicatat bahwa herbisida kontak tidaklah dianjurkan untuk dipergunakan dengan peralatan ULV.

Untuk lebih jelasnya silahkan klik LINK di bawah ini :

http://www.ziddu.com/download/17860775/PP5-1PemeriharaanKerjaPedoman9.doc.html

Leave a comment »

PENJARANGAN (THINNING OUT)

1.   Tanaman Sawit Yang Tidak Produktif

Kata Pengantar

Walaupun telah dilakukan seleksi yang ketat di pembibitan, sejumlah kecil dari pohon yang mandul/ steril/ setengah steril mungkin saja tetap terlewatkan dan ditanam di lapangan. Pada waktu mulai menghasilkan, maka hal ini dapat teridentifikasi karena mereka akan

Tidak menghasilkan janjang yang masak

Hanya menghasilkan janjang yang sangat kecil dengan ratio janjang/ buah yang rendah.

Pohon seperti ini biasanya disebut oleh pemanen sebagai pohon gajah, karena ukuran pertumbuhannya yang lebih besar dibandingkan dengan tanaman sekitarnya. Dengan mengeluarkan pohon-pohon gajah maka tanaman sawit di sekitarnya akan diuntungkan dan juga terjadi penghematan dalam penyiangan gulma serta pemupukan.

1.1    Penjarangan

Pertama lakukan sensus lapangan dan beri tanda pohon yang  mandul/ semi steril dengan cat putih.

Beri racun Paraquat 110 ml murni yang dituangkan pada lubang yang dibuat dengan chainsaw dan tutup dengan lumpur.

Di daerah datar, lakukan pangkasan akar dan tebang pada lubang pohon sawit setelah mahkotanya kering dan tumbang. Lalu perlakukan daerah tempat sawit ini seperti halnya ada serangan ganoderma.

Di daerah berbukit, semua tanaman sawit mati dapat dibiarkan membusuk dilokasi, karena tidak ada risiko dari infeksi ganoderma.

Leave a comment »

KONSERVASI TANAH

KONSERVASI

KATA PENGANTAR

Bab berikut ini petunjuk penentuan jenis konservasi tanah yang disesuaikan dengan keadaan topografi. Bagaimanapun, dalam segala situasi dimana diperlukan konservasi tanah, harus diminta petunjuk dari Kantor Pusat. Jika pada suatu kemiringan lereng diperlukan teras kontour, harus dapat persetujuan dari kantor Pusat sebelumnya.

1.   KLASSIFIKASI LERENG

1.1      Datar

Areal yang kurang dari 5 derajat (1 : 12), dimana tidak diperlukan konservasi tanah.

      1.2   Lereng Yang Landai

              Areal dengan lereng antara 5 derajat sampai 8 derajat (1 : 12 – 1 : 7)

      1.3   Lereng Curam

Areal dengan lereng antara 8 derajat sampai 14 derajat (1 : 7 – 1 : 4)

1.4      Lereng yang sangat Curam

Areal dengan lereng lebih dari 14 derajat (1 : 4 atau kurang)

1.5      Pertimbangan Faktor Tanah

Pada tanah yang rentan terhadap erosi, teras tanaman mungkin harus dibuat sebagaimana diindikasikan pada section 3.3.1., bahkan pada daerah yang diklasifikasikan sebagai lereng landai.

Untuk lebih jelasnya klik LINK di bawah ini :

http://www.ziddu.com/download/17860565/PP3-1KonservasiTanahPedoman14.doc.html

Comments (1) »

KEGIATAN SEBELUM PENANAMAN

1.   PERENCANAAN DAN RANCANGAN TATA LETAK

Jaringan  jalan  yang  dirancang dengan baik adalah keperluan utama untuk melaksanakan  panen dan transportasi produksi yang efisien, sehingga memudahkan pengawasan. Di dalam semua daerah datar dan lereng yang landai, jalan harus dibuat dengan  sistem  empat  persegi  panjang  yang  beraturan.

Perencanaan  pembangunan  jaringan  jalan  yang  baru  harus  dibicarakan dengan Kantor Pusat.

1.1      Pembuatan Jalan

Jalan  masuk  utama ke kebun dan jalan  yang  dipergunakan  sebagai  akses  utama menuju pabrik dan perumahan harus diratakan, dibentuk dengan baik serta dipadatkan  sejak  jalan  dibangun.

Gradien (kemiringan sudut) pada umumnya harus 1 : 30 walaupun masih dimungkinkan  1 : 15  pada  jarak  pendek dan 1 : 8  pada  lereng  yang  lebih  curam.

Lakukan  identifikasi daerah rawa atau titik  persilangan  arus  dan  pada  daerah berbulit  dimulai  dari daerah  ini, kemudian  pekerjaan  berkeliling  dalam  dua arah.

Pada  areal datar dan landai, jalan harus dibangun dengan sistem segiempat baraturan (Grid System).

Jalan  utama  dibangun  dengan  arah  Timur – Barat  dengan  jarak  antara  1.000 m dan  memiliki  lebar 9 m. Jalan  koleksi  dibuat  dengan  arah  Utara – Selatan dengan  jarak  antara  300 m  dan  lebar  7 m.

Di daerah  datar  dan  landai, jalan-jalan  juga  berfungsi  sebagai  pembatas  blok.

Untuk  memastikan  pengangkutan  hasil  yang  efisien, tidak  boleh  ada  bagian dari  lapangan  yang   jarak  angkut  panennya  lebih  dari  150 m  dari  pinggir  jalan.

Untuk lebih jelasnya klik LINK di bawah ini :

http://www.ziddu.com/download/17860486/PP2-5JalandanPerbatasanPedoman15.doc.html

Leave a comment »

KACANGAN PENUTUP TANAH

1.   PEMBENTUKAN

1.1   Persiapan Latihan

Hal-hal yang Dilakukan Dalam Persiapan Lahan  :

Penyemprotan herbisida sebanyak 2 atau 3 kali dengan interval waktu 6 minggu setelah  areal  dibersihkan  untuk  memberantas  sebagian  besar gulma.

Untuk  mengurangi  masalah  gulma berikutnya, semua  persiapan  tanah  harus sudah  diselesaikan  sebelum  biji  kacangan  mulai  ditanam.

1.2      Waktu Yang Tepat Untuk Tanaman Kacangan

Kacangan harus ditanam secepat mungkin setelah persiapan lahan.

2.   PENANAMAN KACANGAN

Rock Phospat dalam jumlah timbangan yang sama dicampur dengan benih kacangan untuk lebih  memudahkan  pertumbuhan.

2.1       Cara Menanam Kacangan

Ada beberapa cara menanam kacangan – Rosettes, Compressed Band Drill dan variasi dari keduanya. Beberapa contoh diberikan di halaman berikut. Pemilihan metode yang akan dipakai harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Kantor Pusat.

2.2   Tiga Compressed Drills

Terdiri  dari 3 jalur per baris tanam. Jarak antara jalur adalah 2 m, dengan jalur tengah tidak berkesinambungan dan dipisahkan dengan jarak 2 m dari titik tanam kelapa sawit. Lihat  gambar di bawah. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »

DRAINASE

1.   SURVEY/ PENINJAUAN LAPANGAN

Di daerah yang mengalami genangan air pasang, suatu survey harus dilakukan sebelum penanaman untuk menentukan kebutuhan pembuatan bendungan, kanal utama dan pintu-pintu air.

2.   DRAINASE

2.1     Kecuali jika suatu daerah basah telah cukup kering, pertumbuhan sawit dan hasilnya akan  selalu berada di bawah optimal. Kebutuhan drainase  tergantung pada terrain dan jenis tanah. Daerah yang  bergelombang  membutuhkan  sedikit drainase, tetapi daerah pantai yang datar dan daerah liat dekat  sungai  membutuhkan  drainase  yang  cukup  banyak.

Harus  pula dipikirkan  bahwa drainase yang  terlampau  banyak  akan  memberikan pengaruh  yang  buruk  pada  hasil  panen. Dalam  merencanakan  sistem drainase, langkah   pertama  adalah  menetapkan  daerah  saluran  air  dan  mengatur  saluran-saluran utama sedemikian rupa sehingga mereka  mengikuti alur alami dari topografi   lahan  dan saluran  dibuat  dengan  titik  tolak  dari sini.

     2.2    Jenis-jenis Parit

Parit Pengeluaran                 –                 Saluran yang mengalirkan air di luar pintu air atau perbatasan kebun

ParitUtama                           –                 Saluran yang mengalirkan air dari beberapa saluran pengumpulan dan mengalir langsung ke saluran pengeluaran umum

Parit Pengumpul  –               Saluran yang mengumpulkan air dari saluran pembantu lainnya.

Parit Pembantu                                    –                 Saluran yang sejajar dengan jalur tanaman sawit, dan banyaknya saluran ditentukan oleh banyaknya air yang harus dikeluarkan. Baca entri selengkapnya »

Leave a comment »