Posts tagged gender

Mengenal Anggaran Responsif Gender

Pernahkah anda mendengar tentang anggaran responsif gender?    Selama ini ada kesalahan anggapan bahwa anggaran responsif gender identik dengan anggaran untuk perempuan.  Beberapa diantaranya juga mengatakan bahwa anggaran responsif gender perlu dialokasikan sebesar 5% dari total anggaran.  Kedua pendapat tersebut tidak sepenuhnya benar.  Anggaran responsif gender pada hakekatnya adalah : (1)  upaya untuk menjamin agar anggaran yang dikeluarkan oleh pemerintah beserta kebijakan dan program yang mendasarinya dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan setiap warga negara dari kelompok manapun, baik laki-laki maupun perempuan; (2) Merupakan anggaran yang disusun dan disyahkan melalui proses analisis dalam perspektif gender.; (3) Anggaran yang responsif gender bukan anggaran 50% untuk laki-laki dan 50% untuk perempuan; (4)  Anggaran responsif gender bukan pula anggaran yang terpisah untuk perempuan dan laki-laki .  Dalam konteks pendidikan, anggaran yang responsif gender mencakup seluruh anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan pendidikan, demikian pula dalam pembangunan bidang lainnya.  Secara lebih mudah, kategori anggaran dapat diklasifikasikan ke dalam empat kategori: (1)  anggaran untuk pemenuhan kebutuhan specifik perempuan dan laki-laki, misal:  perempuan hamil membutuhkan zat bezi, makanan bergizi dalam jumlah yang memadai, pemeriksaan papsmear, laki-laki butuh khitan, dll: (2) anggaran untuk affirmative action, contoh: pelatihan kepemimpinan bagi perempuan karena ada anggapan bahwa kemampuan memimpin perempuan lebih rendah dibandingkan laki-laki; (3) anggaran untuk capacity building pengarusutamaan gender, misal: pelatihan tehnik analisis gender bagi perencana di daerah agar mereka dapat menyusun perencanaan kebijakan responsif gender; (4) anggaran umum dengan mengintegrasikan keadilan dan kesetaraan gender, misal:  dinas pendidikan memiliki program beasiswa bagi penduduk miskin, maka dalam pemberian beasiswa tersebut perlu dipikirkan bahwa laki-laki dan perempuan memperoleh akses dan manfaat yang sama dari program beasiswa tersebut.  Berdasarkan ke-empat kategori anggaran tersebut, maka anggaran responsif gender adalah penjumlahan dari ke-empat kategori anggaran tersebut di atas.

Leave a comment »

PENGARUH SUMBER DAYA DAN NORMA TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM RUMAH TANGGA NELAYAN DI KECAMATAN WONOKERTO KABUPATEN PEKALONGAN

Perbedaan antara sex dan gender menimbulkan adanya kesalahpahaman Perbedaan tersebut dalam beberapa hal akan mengantarkan pada ketidakadilan gender. Dalam keluarga nelayan masih terdapat pembagian kerja berdasarkan sex (jenis kelamin). Melalui norma Patriarki yang berlaku dalam masyarakat, hal ini turut memberi kontribusi terhadap timbulnya kesenjangan gender yang ditandai oleh adanya pembedaan peluang berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan rumah tangga nelayan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh sumber daya meliputi pendidikan istri, aset rumah tangga dan pendapatan istri, mengkaji pengaruh norma tentang peran gender terhadap pengambilan keputusan dalam rumah tangga nelayan serta mengkaji pembedaan peluang partisipasi pada proses pengambilan keputusan dalam rumah tangga nelayan di Kecamatan Wonokerto

Untuk Lebih Jelasnya Silahkan Download Link di bawah ini :
http://www.ziddu.com/download/10047009/FILEBABI.doc.html
http://www.ziddu.com/download/10047042/FILEBABII.doc.html
http://www.ziddu.com/download/10047081/FILEBABIII.doc.html
http://www.ziddu.com/download/10047127/FILEBABIV.doc.html
http://www.ziddu.com/download/10047193/FILEBABVI.doc.html
http://www.ziddu.com/download/10047305/FILEDAFTARPUSTAKA.doc.html
http://www.ziddu.com/download/10047390/kuisionerakhir.doc.html

Leave a comment »

Analisis Gender ”Perempuan Rupawan, Aduhai dan Manja Dalam Media Visual”

Dalam sejarah kebudayaan manusia selama ini, tercatat bahwa perempuan jarang” diperhitungkan” sehingga ketika figure seorang perempuan mencuat di wilayah publik, ia cenderung diberi gelar feminim seolah-olah bukan bagian dari bagian figure komunitas laki-laki pada umumnya, misalnya politis perempuan, pelukis perempuan, penulis perempuan dan seterusnya. Padahal bila ia laki-laki tidak pernah diberi embel-embel dibelakangnya, cukup kolomnis atau seniman saja, apakah bila demikian maka perempuan yang berprestasi di anggap” nyleneh-nyleneh”?

Seiring dengan gerakan perempuan, dewasa ini memang gencar-gencarnya di dengungkan tentang adanya kesetaraan gender. Dan sebagai bagian dari media massa, iklan merupakan cerminan realitas yang ada dalam masyarakat. Yang tercermin dalam iklan bisa jadi merupakan realitas yang ada dalam masyarakat kita ini yang sekarang ini yang sedang mengupayakan gender. Dengan fungsi pencerminannya ini iklanpun akan sekaligus mensosialisasikan kembali apa yang dicerminkannya itu. Baik keadilan seksisme maupun keadilan gender (kesetaraan gender).

Untuk Lebih Jelasnya Silahkan Download LINK di bawah ini :

http://www.ziddu.com/download/9585380/Gender1.rtf.html

http://www.ziddu.com/download/9585429/Gender2.rtf.html

http://www.ziddu.com/download/9585449/Gender3.rtf.html

Comments (1) »